Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
kepulauan riau

Kisah Haru Driver Ojol yang Motor Diamankan Dishub Berujung Bahagia

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 21, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Pengemudi ojek online terlihat menangis histeris ketika melihat sepeda motornya, yang menjadi sumber penghidupannya, diangkat ke atas truk milik Dinas Perhubungan Jakarta Timur.
  • Ia berani memanjat tempat duduk kemudi truk yang akan berjalan, sambil meminta dengan penuh kesadaran agar kendaraannya tidak dibawa pergi.
  • Sebagai wujud perhatian, tim segera menyalurkan bantuan dari Ibu Nanik untuk mengurangi beban ekonomi Agung dan keluarganya.
 

KOMPASIA.COMSebuah rekaman video yang menunjukkan kepanikan seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi viral dan menyentuh hati netizen di media sosial. Dalam video tersebut, sang driver terlihat menangis histeris ketika melihat motornya yang menjadi sumber penghidupannya dinaikkan ke atas truk milik Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.

Seorang pria berjaket hijau khas ojol tampak memakai celana panjang sambil menggenggam sebuah kantong plastik cokelat. Untuk menjaga motornya, ia berani memanjat bagian kemudi truk yang akan melaju, sambil memohon dengan sangat agar kendaraannya tidak diambil. Persaingan waktu dengan pesanan pelanggan yang harus segera dikirim membuatnya semakin panik.

“Silakan bantu saya, saya membutuhkan uang Pak, anak saya sedang sekolah,” kata dia.

Sambil berusaha menahan air mata, pria itu memohon kepada petugas dan menjelaskan bahwa pekerjaan ini adalah satu-satunya sumber penghidupan bagi keluarganya sehari-hari.

“Saya butuh makan Pak, tolong rumah saya di Bekasi, tolong,” ujarnya dengan wajah yang cemas.

“Saya berharap ada kebijakan, mohon pak, mohon,” katanya.

Di tengah penjagaan petugas Dishub, pengemudi tersebut juga menangis karena belum menerima pendapatan sama sekali sejak pagi hari. Ia juga khawatir tentang nasib pesanan makanan pelanggan yang masih ada di tangannya.

“Saya tidak memiliki uang, sama sekali belum laku sejak pukul 06.00 WIB saya berada di luar, baru sekarang,” katanya sambil menunjukkan kemasan berwarna hijau.

Berkah di Balik Kemasan Pisang Goreng Madu

Setelah dilacak, kemasan hijau yang dipegang erat oleh pengemudi ternyata merupakan pesanan makanan legendaris Jakarta, Pisang Goreng Madu Bu Nanik. Video yang sudah viral ini langsung menarik perhatian manajemen kuliner tersebut. Melalui akun Instagram resmi mereka, pihak Pisang Goreng Madu Bu Nanik segera berusaha mengetahui identitas pengemudi tersebut.

Hasil pencarian tersebut membuahkan hasil. Tim CSR berhasil menemui sopir yang diketahui bernama Sulis Agung Wibowo. Dalam upaya memberikan dukungan, tim segera menyalurkan bantuan dari Bu Nanik untuk membantu mengurangi beban ekonomi Agung dan keluarganya.

Saat diwawancara di rumahnya yang terletak di sebuah rumah panggung di dalam gang sempit, Agung mengungkapkan bahwa profesi ojek online ini menjadi sumber penghidupan utama bagi istrinya dan dua anaknya.

Ia kemudian mengingat kembali peristiwa mendebarkan pada hari itu. Meskipun dalam keadaan sangat panik karena motornya disita, prioritas utamanya tetap adalah menyelesaikan tugas mengantarkan pesanan kepada pelanggan. Agung menceritakan, kejadian itu terjadi begitu cepat ketika ia baru saja memarkirkan motornya untuk mengambil pesanan pisang goreng. Saat kembali, motornya sudah tidak ada di tempat semula.

“Sebenarnya sudah di atas (truk), saya lari itu dari Bu Nanik,” katanya.

Perasaan takut membuat pelanggan kecewa sempat muncul dalam pikirannya pada saat itu.

“Kewajiban saya terhadap pelanggan, karena ini hanya sumber penghidupan saya sejak 2015 hingga saat ini,” katanya.

Akhir yang Bahagia Tanpa Biaya

Beruntung, ketegangan itu tidak berlangsung lama. Setelah melakukan komunikasi dan negosiasi yang baik di lokasi, petugas Dishub Jakarta Timur akhirnya bersedia menurunkan kembali motor milik Agung.

“Tanpa harus membayar sedikit pun,” ujar Agung.

Agung dengan tulus mengakui kesalahannya setelah pernah memarkirkan kendaraannya di area yang dilarang.

Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo. Dengan menggunakan akun Twitter pribadinya, Yustinus membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu (17/6/2026) ketika petugas sedang melakukan penertiban biasa.

“Terima kasih atas perhatian terhadap isu ini. Kejadian terjadi pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Tim Dishub dari Sudinhub Jaktim melakukan operasi penertiban bersama terkait parkir ilegal. Salah satu yang terkena adalah seorang sopir ojol, selain beberapa kendaraan R4 dan R2,” tulisnya.

Yustinus menekankan bahwa tindakan yang dilakukan oleh petugas di lapangan telah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Operasi dilakukan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku,” katanya.

Namun demikian, pendekatan yang bersifat humanis tetap menjadi prioritas. Sebelum motornya dikembalikan, Agung dibawa ke kantor agar diberi pemahaman tentang peraturan jalan raya.

“Karena kendaraan sudah berada di dalam truk, maka Bapak diajak ke kantor Sudin Perhubungan Jakarta Timur untuk menerima edukasi dan penjelasan,” katanya.

“Sesudah memahami dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan parkir yang sembarangan, pada saat itu kendaraan juga dikembalikan. Semoga hal ini menjadi momen bagi Jakarta agar lebih tertib dan kondusif. Terima kasih,” tulisnya.

(KOMPASIA.COM/Diambil dari artikel di TribunBogor.com)

Artikel Pilar Terkait