Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
kepulauan riau

Driver ojol menangis saat motor diangkut, rezeki viral di bantu Kapolres Jaktim

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 21, 2026 · 6 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 6 menit
Ringkasan Berita:
  • Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, secara langsung mengunjungi rumah Sulis Agung, seorang pengemudi ojek online, untuk memberikan bantuan dana serta bahan makanan pokok.
  • Kendaraan milik Sulis akhirnya dikembalikan oleh Sudinhub Jakarta Timur tanpa adanya denda atau biaya administrasi yang dikenakan.
  • Ceritanya mendapat perhatian luas, mulai dari Kapolres Metro Jakarta Timur, artis Melanie Subono, hingga pengacara Hotman Paris yang berencana membelikan motor baru

KOMPASIA.COMKisah seorang pengemudi ojek online bernama Sulis Agung Wibowo terus mendapat perhatian masyarakat setelah videonya menangis saat motornya diangkut oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi viral di media sosial.

Di mana pada saat itu, sepeda motor yang dikendarai Sulis dibawa oleh petugas Dishub Jakarta Timur ketika ia sedang mengambil pesanan pelanggan dari restoran Pisang Goreng Bu Nanik di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Sulis berusaha menghentikan petugas dengan memohon dan naik ke atas mobil Dishub untuk meminta kembali sepeda motornya.

Setelah videonya mendapatkan perhatian luas dari masyarakat, Pak Sulis kini dikunjungi oleh pihak manajemen tertinggi kepolisian.

Salah satu contohnya adalah Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, yang datang langsung ke rumah Sulis.

Ia bersama bawahannya, tiba dengan membawa sembako, makanan, dan camilan untuk keempat anaknya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kombes Pol Alfian mengungkapkan rasa kagum terhadap semangat seorang bapak yang memiliki empat anak. Ia menyebut Pak Sulis sebagai contoh nyata seorang pejuang keluarga yang tangguh berjalan di tengah kesulitan kehidupan perkotaan.

“Di balik wajah tersenyum dan kebiasaan sederhananya, tersembunyi perjuangan yang berat. Dengan pendapatan yang tidak stabil, ia tetap berjalan dengan teguh, mengabaikan rasa lelah dan memperkuat diri demi keluarga,” tulis keterangan di unggahan Instagram @alfiannurrizal.id pada Sabtu (20/6/2026).

Dalam diskusi yang penuh emosi dan hangat, pengemudi ojek online mengungkapkan bahwa saat kejadian ia sangat kaget dan memohon agar motornya tidak dibawa oleh petugas.

Ia menyampaikan bahwa kendaraan tersebut adalah satu-satunya alat yang digunakan untuk mencari penghasilan guna memenuhi kebutuhan seorang istri serta empat orang anaknya.

Sedihnya, kejadian tersebut terjadi tepat saat ia baru saja menyelesaikan pesanan pertamanya pada hari itu.

“Pada saat itu memang saya kaget Pak, saya sedang berjuang untuk kendaraan saya yang dimiliki pelanggan bagaimana mengirimkannya, bagaimana akun saya dan pekerjaan saya,” kata Pak Sulis saat menceritakan kembali momen menegangkan tersebut.

Kombes Pol Alfian memberikan dukungan spiritual dan mengingatkan Tuan Sulis tentang pentingnya menjaga keamanan saat bekerja di jalan raya.

Ia juga mengingatkan pengemudi ojol tersebut agar tidak ragu untuk menghubungi layanan darurat 110 jika membutuhkan bantuan polisi di kemudian hari.

“Saya memiliki kewajiban untuk mengingatkan dan menjaga keselamatan serta kesehatan, mengingat anakmu masih kecil. Jika ada kendala, silakan hubungi saya di 110, kami akan berdiskusi dan berkomunikasi. Kami juga bekerja sama dengan Dishub Kota Jakarta Timur, jadi pasti kami akan memberikan bantuan,” ujar Kapolres.

Sebagai wujud perhatian yang nyata, kunjungan tersebut diakhiri dengan pemberian bantuan berupa paket kebutuhan pokok (sembako) serta uang tunai sebagai bentuk bantuan untuk meringankan beban keluarga Pak Sulis.

Tindakan sosial yang dilakukan oleh Kapolres Metro Jakarta Timur segera mendapatkan banyak respons positif dari netizen yang menghargai perhatian serta hubungan dekat aparat kepolisian dengan masyarakat kecil.

Dibantu Melanie Subono

Seniman Melanie Subono melalui Rumah Harapan Melanie juga akan menyalurkan bantuan kepada keluarga Agung.

Melanie saat ini sedang mengumpulkan dana untuk memberikan bantuan kepada Agung berupa kebutuhan pokok, pakaian anak-anaknya, perlengkapan sekolah, tagihan listrik, hingga bahan bakar minyak.

Selain daftar bantuan yang telah disebutkan, Rumah Harapan Melanie berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas hidup Pak Agung selama enam bulan mendatang.

“Seperti yang sudah kalian ketahui, kami tidak pernah menghabiskan uang tunai sembarangan. Tapi kami akan memastikan kehidupan mereka baik selama 6 bulan, agar Bapak memiliki ‘waktu’ untuk bernapas dan menabung,” tulis caption di Instagram @melaniesubono.

Sebelumnya, Tuan Sulis Agung juga menerima bantuan dari pemilik Pisang Goreng Madu Bu Nanik. Tim CSR Bu Nanik datang langsung ke rumah Pak Agung untuk memberikan bantuan.

Dibantu Hotman Paris

Video amator terkait kejadian tersebut mendapatkan perhatian dari pengguna media sosial.

Peristiwa yang terjadi pada Sulis juga memicu tanggapan dari pengacara Hotman Paris Hutapea.

Melalui akun Instagram pribadinya, Hotman menyampaikan dukungannya dan berencana memberikan bantuan berupa sepeda motor baru untuk keperluan operasional Sulis.

“Hai Saya: Hubungi Hotman untuk membelikan motor baru untuk Anda! Salam dari anak dan istrimu!!” tulis Hotman Paris dalam caption unggahan di akun @hotmanparisofficial, Sabtu (20/6/2026).

Motor Dikembalikan

Setelah video tersebut menyebar di kalangan masyarakat, pihak yang berwenang segera mengambil tindakan penyelesaian.

Pada hari Sabtu (20/6/2026) pagi, utusan Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur mengunjungi rumah Sulis yang berada di kawasan Penggilingan.

Dilihat melalui Instagram Warung Jurnalis, pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, serta didampingi oleh Sekretaris Kelurahan Penggilingan, Dedi Rachman.

Sulis Agung Wibowo mengatakan bahwa kendaraan yang pernah ditahan kini bisa ia bawa pulang kembali tanpa ada biaya administrasi atau denda apa pun.

Melalui halaman Instagram resmi @sudinhub_jaktim, Sabtu (20/6/2026), Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menyampaikan bahwa penertiban parkir ilegal di Jalan Jatinegara Timur depan J-Town pada Rabu (17/6) dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Sudinhub Jakarta Timur, Satpol PP, Sudin Sosial, dan Kepolisian sesuai aturan yang berlaku.

Pengaturan dilaksanakan sesuai aturan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 mengenai Transportasi.

Tindakan yang dilakukan mencakup penyegelan kendaraan, pengangkutan jaring untuk kendaraan roda dua, serta Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap kendaraan yang terbukti melanggar aturan parkir.

Sudinhub Jakarta Timur mengungkapkan bahwa penertiban parkir ilegal di Jalan Jatinegara Timur depan J-Town pada Rabu (17/6) dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Sudinhub Jakarta Timur, Satpol PP, Sudin Sosial, dan Kepolisian sesuai aturan yang berlaku.

Pelaksanaan penertiban dilakukan sesuai dengan aturan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 mengenai Transportasi. Langkah yang diambil mencakup penyitaan kendaraan, pengangkutan jaring untuk kendaraan roda dua, serta Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap kendaraan yang terbukti melanggar aturan parkir.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menceritakan bahwa dalam kegiatan tersebut, petugas menindak lima sepeda motor yang parkir di atas trotoar dengan cara mengangkutnya menggunakan jaring. Salah satu kendaraan diketahui milik pengemudi ojek online yang datang setelah kendaraannya berada di atas truk pengangkut.

Untuk memastikan keselamatan dalam proses pengangkutan dan mengurangi kemungkinan bahaya terhadap petugas serta pengguna jalan lainnya, pemilik kendaraan selanjutnya diminta untuk mengambil kendarainya di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

“Kami menyadari kendaraan merupakan alat utama dalam bekerja. Oleh karena itu, petugas mengutamakan pendekatan yang humanis dan memberikan penjelasan dengan baik kepada pihak terkait,” kata Harlem di Jakarta, Jumat (19/6).

Setelah sampai di Kantor Sudinhub Jakarta Timur, pemilik kendaraan segera mendapatkan pelayanan sesuai aturan, membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran, dan bisa melanjutkan kegiatannya kembali.

Harlem menekankan bahwa penertiban dilakukan terhadap semua kendaraan yang melanggar aturan parkir, baik kendaraan bermotor dua roda maupun empat roda, tanpa memandang profesi pemilik kendaraan.

Karena penertiban ini bertujuan menjaga fungsi trotoar bagi pengguna jalan kaki serta menciptakan ketertiban dan keamanan dalam lalu lintas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan parkir demi kenyamanan bersama.

“Kami menyampaikan permintaan maaf terkait tindakan yang dilakukan oleh petugas saat pelaksanaan penertiban. Di masa depan, kami akan melakukan evaluasi dan pembinaan agar seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan lebih manusiawi, persuasif, serta tetap menjunjung profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Harlem.

(*)

Baca Berita KOMPASIA.COM Lainnya di Google News

Ikuti dan daftar di saluran WhatsApp KOMPASIA.COM

Artikel Pilar Terkait