Kepri KPA BERITA -, MUARA BULIAN– Polres Batang Hari, Provinsi Jambi mengambil tindakan tegas untuk menangani maraknya aksi teror geng motor dan perilaku menyimpang remaja yang akhir-akhir ini membuat masyarakat khawatir, Minggu (12/7/2026).
Polisi saat ini menerapkan kebijakan nol toleransi, di mana remaja atau anak di bawah umur yang tertangkap membawa senjata tajam tidak akan diabaikan, tetapi langsung ditindak secara hukum.
Kepala Bagian Operasional, AKP Harianto Sitepu menekankan bahwa pola penanganan hukum kali ini diubah guna menciptakan efek jera yang nyata terhadap kelompok remaja yang sering menyebabkan keributan.
“Jika ditemukan remaja, termasuk anak di bawah umur yang ketahuan membawa senjata tajam, akan segera kami tangani dan ditangani secara hukum pidana dengan tegas,” katanya.
Berdasarkan petaan dan evaluasi dari instansi kepolisian, kegiatan geng motor di wilayah hukum Kabupaten Batang Hari sebagian besar teramati terjadi pada malam hari Sabtu hingga Minggu.
Menanggapi kecenderungan tersebut, Polres Batang Hari berkomitmen penuh untuk memperkuat kerja sama patroli kemitraan dengan jajaran Pemkab Batang Hari, TNI, hingga tingkat desa.
Selanjutnya, ia menyebutkan bahwa jajaran Polres Batang Hari saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kepemilikan senjata tajam yang digunakan oleh anggota geng motor.
Mereka juga akan melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap asal dari senjata tersebut.
Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui dari mana senjata tersebut diperoleh. Hal ini mencakup pemeriksaan tempat pembuatannya, siapa yang membuatnya, serta siapa saja yang mengubah senjata tersebut,” tutupnya.
Seorang Pria Meninggal Akibat Dihantam
Sebelumnya, bentrokan darah yang melibatkan sekelompok pemuda diduga anggota geng kembali terjadi di wilayah hukum Provinsi Jambi.
Dua kelompok geng terlibat dalam pertikaian besar di wilayah Jalan Nes, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, pada hari Minggu dini hari (28/06/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Insiden mematikan ini menyebabkan seorang pria dilaporkan meninggal dengan kondisi yang sangat mengerikan setelah mengalami luka bacokan senjata tajam yang cukup parah di bagian perut.
Sempat dibawa ke Puskesmas Batang Hari
Berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan di lapangan, perselisihan antar geng motor atau gangster ini terjadi secara kejam.
Para korban di tempat kejadian tidak bisa menghindar sehingga akhirnya terkena luka bacok pada bagian tubuh yang penting dan menyebabkan pendarahan parah.
Melihat kondisi korban yang berlumuran darah dan mengalami cedera parah, beberapa saksi di tempat kejadian sempat berusaha melakukan evakuasi darurat.
Korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu sebuah Puskesmas yang terletak di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari.
Namun, karena luka robek yang sangat parah akibat bentakan senjata tajam, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan diumumkan meninggal dunia oleh tim medis.
Sengketa Batas Wilayah Yurisdiksi dan Penyerahan Berkas
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Muaro Jambi, Iptu Robby Nizar, saat dihubungi mengonfirmasi kebenaran terjadinya peristiwa bentrokan mematikan yang menewaskan korban di wilayah hukumnya.
“Benar, kejadian terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Satu korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut,” ujar IPTU Robby Nizar.
Selanjutnya, Iptu Robby mengungkapkan terjadi kesalahan administratif pada awal penanganan.
Perkara ini awalnya ditangani oleh jajaran Polres Batang Hari, karena korban pertama kali dievakuasi dan dibawa ke wilayah Pemayung, Batang Hari.
Namun, setelah tim penyidik turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa titik utama pertikaian berada di dalam wilayah hukum Polres Muaro Jambi.
Oleh karena itu, saat ini pihak kepolisian sedang menyelesaikan proses administrasi penyerahan perkara antar dua polres agar proses penyidikan tetap sesuai dengan aturan wewenang wilayah.
Saat ini dokumen dan penanganan perkara sedang dalam tahap pengalihan. Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap alur kejadian serta mengidentifikasi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Petugas Polres Muaro Jambi berkomitmen untuk menyelidiki secara menyeluruh alasan perselisihan ini serta menangkap pelaku utama yang terlibat dalam lingkaran preman tersebut agar mencegah terjadinya tindakan balasan di masa depan.
Artikel Pilar Terkait
Kepri KPA NEWS -Ex-Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, secara resmi ditetapkan sebagai…
JAKARTA– Pengangkatan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, sebagai tersangka dugaan tindak…
Ringkasan Berita: Pihak Satlantas Polrestabes Surabaya membenarkan bahwa korban yang meninggal dunia adalah seorang penumpang dengan inisial SM,…
Kepri KPA NEWS -- Pada kalender Tionghoa, hari Minggu 12 Juli 2026 jatuh pada tahun Shio Babi Api,…
Ringkasan Berita: Uji Kompetensi Honda: Astra Motor Papua menyelenggarakan uji kemampuan dengan standar Honda untuk 44 siswa SMK…
Oleh: RD. Leo MaliUskup Keuskupan Agung Kupang dan Dosen Fakultas Filsafat Unwira Kupang, NTT. Kepri KPA NEWS -Pesan…
KABAR BANTEN -Pemerintah Kabupaten Serang mulai mendistribusikan dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang belum…
Berita KPA Kepri -, Tangerang- Ketika masa berlaku surat izin mengemudi Anda hampir berakhir, sebaiknya segera melakukan perpanjangan.…
