Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Jarak pendek picu kurangnya kesadaran penggunaan helm di Anambas

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 20, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit

Kebiasaan Berkendara Tanpa Helm di Kepulauan Anambas Masih Jadi Perhatian

Di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, kebiasaan masyarakat yang berkendara sepeda motor tanpa menggunakan helm masih menjadi perhatian serius. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara, anggapan bahwa jarak tempuh yang relatif dekat membuat penggunaan helm tidak terlalu penting masih marak.

Polres Kepulauan Anambas selama ini terus berupaya memperbaiki situasi ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan edukasi langsung kepada pengendara di berbagai lokasi. Contohnya, pada Sabtu (20/6/2026), petugas melakukan sosialisasi di beberapa titik strategis. Namun, meski berbagai kampanye telah dilakukan, kesadaran masyarakat untuk memakai helm saat berkendara dinilai masih rendah.

Banyak warga menganggap bahwa karena jarak tempuh yang pendek, penggunaan helm tidak terlalu diperlukan. Hal ini membuat sebagian pengendara memilih tidak memakai helm, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antarwilayah dalam satu kecamatan. Padahal, helm merupakan perlengkapan keselamatan utama yang sangat penting.

Helm memiliki fungsi melindungi kepala dari benturan keras saat terjadi kecelakaan lalu lintas. Penggunaan helm yang sesuai standar dapat mengurangi risiko cedera berat hingga kematian akibat benturan di bagian kepala. Kepala merupakan bagian tubuh yang sangat vital karena menjadi pusat kendali seluruh aktivitas manusia. Jika terjadi kecelakaan, benturan pada kepala bisa menyebabkan gegar otak, pendarahan otak, hingga cedera permanen yang berdampak pada kualitas hidup korban.

Tidak sedikit kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban mengalami luka berat karena tidak menggunakan helm. Bahkan pada kecelakaan dengan kecepatan rendah sekalipun, benturan ke aspal atau benda keras dapat menyebabkan cedera serius. Selain melindungi kepala, helm juga berfungsi melindungi wajah dari benturan, debu, kerikil, hingga cuaca ekstrem saat berkendara.

Karena itu, penggunaan helm menjadi kewajiban yang diatur dalam peraturan lalu lintas. Polres Kepulauan Anambas terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembagian helm kepada masyarakat yang belum memiliki helm atau kedapatan tidak menggunakan helm saat berkendara.

Pembagian helm tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berada di jalan raya. Namun, meski demikian, bantuan helm dan sosialisasi yang dilakukan belum sepenuhnya mampu mengubah kebiasaan sebagian masyarakat. Masih banyak pengendara yang memilih tidak memakai helm meskipun telah memiliki perlengkapan keselamatan tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan hanya ketersediaan helm, melainkan kesadaran untuk menggunakannya secara konsisten setiap kali berkendara. Kasat Lantas Polres Kepulauan Anambas AKP Iwan Setiawan menjelaskan bahwa penggunaan helm bukan sekadar untuk menghindari sanksi tilang, melainkan untuk melindungi diri sendiri dari risiko kecelakaan.

“Helm itu bukan hanya kewajiban yang diatur dalam undang-undang, tetapi kebutuhan untuk keselamatan,” ujarnya. “Ketika terjadi kecelakaan, helm dapat menjadi pelindung utama yang mengurangi risiko cedera serius pada kepala.”

Iwan menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk pada jalan yang dianggap dekat atau sering dilalui setiap hari oleh masyarakat. “Masyarakat jangan berpikir karena jaraknya dekat lalu merasa aman tanpa helm. Kecelakaan tidak pernah bisa diprediksi. Jatuh dengan kecepatan rendah sekalipun bisa berakibat fatal apabila kepala membentur jalan atau benda keras,” tambahnya.

Iwan berharap seluruh masyarakat Kepulauan Anambas mulai mengubah kebiasaan berkendara tanpa helm dan menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan helm standar saat berkendara. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan dimulai dari kesadaran diri masing-masing,” tegasnya.

Artikel Pilar Terkait