Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Pemerintah Beri Subsidi Harga Jagung untuk Petani dan Peternak

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 30, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
 

Kepri KPA NEWS –— Program Penyediaan dan Stabilitas Harga Pangan (SPHP) jagung pakan disalurkan oleh pemerintah guna menyediakan pasokan jagung pakan dengan harga yang lebih murah bagi peternak unggas. Fasilitas subsidi harga jagung pakan ini telah berjalan sejak awal Mei tahun 2026.

Komitmen untuk mendukung kelangsungan peternak ayam tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian (Mentan).

Amran mengakui telah memberi tugas kepada Perum Bulog untuk menyalurkan SPHP jagung dengan target sementara sebesar 213,2 ribu ton dari total alokasi 242 ribu ton pada tahun ini.

“Jika (jagung) sebagai pakan, (sudah) kita berikan subsidi. Ada jagung yang kita sediakan sebanyak 200 ribu ton (itu) merupakan subsidi (melalui) SPHP. Kita berikan dengan harga yang baik bagi peternak,” kata Amran dalam pernyataannya kepada awak media di Jakarta, dilaporkan Selasa (30/6).

Amran menjelaskan bahwa stok jagung pakan yang disalurkan berasal dari hasil panen petani setempat yang disimpan sebagai Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Setelah pemerintah memberikan dukungan harga penyerapan yang baik terhadap panen jagung petani dalam negeri, selanjutnya stok CJP digunakan untuk membantu peternak unggas.

“Justru kami membeli dari awal untuk para peternak. Jadi kami membeli. Mengumpulkan jagung agar petani (jagung) dapat berproduksi dengan baik. Kami memberikan harga yang bagus, yaitu Rp 5.500 per kilogram. Setelah peternak membutuhkannya pada musim seperti sekarang, kami langsung menyuplai,” jelas Amran.

Selanjutnya, program SPHP jagung pakan tahun 2026 yang telah dimulai pada tanggal 9 Mei, realisasi penyalurannya hingga 29 Juni mencapai 55.500 ton. Target program ini ditujukan kepada 5.543 peternak di 26 provinsi yang merupakan peternak dengan skala mikro, kecil, dan menengah dengan jumlah total populasi unggas sebanyak 53 juta ekor.

Harga jagung pakan yang ditentukan oleh Bapanas mencakup Rp 5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga tertinggi sebesar Rp 5.500 per kg pada tingkat peternak. Distribusi SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang terdaftar dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian.

Total anggaran yang telah disiapkan pemerintah melalui Bapanas sebesar Rp 678 miliar untuk SPHP jagung pakan pada tahun ini. Hal ini merupakan subsidi harga dengan total alokasi penyaluran maksimal sebanyak 242 ribu ton dan berlaku hingga akhir 2026.

Terpisah, Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen jauh berbeda dibandingkan dengan harga di tingkat peternak. Kehadiran pemerintah saat ini sangat dibutuhkan untuk membantu peternak unggas yang sedang mengalami penurunan harga di pasar akhir.

“Bahwa hari ini, meskipun sebelumnya dilaporkan secara nasional, harga telur masih Rp 30.000 per kilogram atau sesuai HAP (Harga Acuan Penjualan). Namun, jika kita melihat kondisi hari ini di kandang, teman-teman peternak mengalami kesulitan karena harga rata-rata nasional mencapai Rp 21.000. Bahkan hari ini di wilayah Jawa Timur, sebagai pusat ternak ayam, seperti di Blitar dan Magetan, rata-rata harganya hanya Rp 17.000,” ujar Maino dalam rapat pengendalian inflasi, Jakarta (29/6/2026).

Oleh karena itu, Bapanas juga mendorong partisipasi pemerintah daerah dalam menghubungkan wilayah yang sedang mengalami fluktuasi harga telur dan ayam broiler dengan asosiasi peternak yang membutuhkan bantuan penyerapan. Tindakan ini penting untuk menstabilkan harga di tingkat peternak.

“Untuk teman-teman di daerah yang harganya masih mahal, baik itu ayam maupun telur, silakan nanti kita hubungkan dengan koperasi dan asosiasi peternak agar bisa memperoleh pasokan dengan harga yang dapat meningkatkan pendapatan para produsen. (Dengan demikian) peternak akan mendapatkan harga yang layak dan tentu saja pada tingkat konsumen juga bisa memperoleh harga yang wajar atau sesuai HAP,” jelas Maino.

Selain melalui upaya link and match tersebut, Bapanas juga mendorong penyerapan dengan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah. Meskipun tingkat penyerapan GPM belum terlalu signifikan, namun dengan pelaksanaan yang terus-menerus diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap harga di tingkat peternak.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya mengenai penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bapanas juga mendorong penerapan komitmen penyerapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung dari peternak unggas secara nasional. Dengan demikian, ketika MBG kembali beroperasi penuh setelah libur sekolah di pertengahan Juli nanti akan memberikan dampak terhadap para peternak. 2. Terkait penyerapan lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bapanas juga mendorong pelaksanaan komitmen penyerapan SPPG langsung dari peternak unggas yang berlaku di tingkat nasional. Dengan begitu, saat MBG mulai berjalan penuh setelah libur sekolah pada pertengahan Juli mendatang akan berdampak pada peternak. 3. Mengenai penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bapanas juga mendorong penerapan komitmen penyerapan SPPG langsung dari peternak unggas secara nasional. Dengan demikian, ketika MBG kembali aktif sepenuhnya setelah libur sekolah di pertengahan Juli nanti akan berpengaruh terhadap para peternak. 4. Berkaitan dengan penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bapanas juga mendorong penerapan komitmen penyerapan SPPG langsung dari peternak unggas secara nasional. Dengan demikian, saat MBG mulai beroperasi penuh kembali setelah libur sekolah di pertengahan Juli mendatang akan berdampak pada peternak. 5. Selanjutnya mengenai penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bapanas juga mendorong penerapan komitmen penyerapan SPPG langsung dari peternak unggas secara nasional. Dengan demikian, ketika MBG kembali berjalan penuh setelah libur sekolah di pertengahan Juli nanti akan memengaruhi para peternak.

Artikel Pilar Terkait