Sabtu, 22 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Awal Penangkapan Taufik Hidayat, Kelihaian Polisi Jatinangor Membaca Foto Viral

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 26, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit
Ringkasan Berita:
  • Ipda Hendi mengenali wajah Taufik Hidayat berdasarkan foto DPO yang beredar di media sosial.
  • Hendi menghubungi mantan atasan Taufik, Dadang Ahyar Ismail, yang mengonfirmasi identitas pelaku.
  • Setelah identitasnya dikonfirmasi, Hendi mengembangkan jaringan informasi sehingga Taufik akhirnya dapat ditangkap.

KPA NEWS –– Terungkap bagaimana proses penangkapan Taufik Hidayat (30), tersangka kasus pemaksaan dan penganiayaan terhadap YTR (29), berawal dari sebuah foto pelaku yang beredar viral di media sosial.

Di balik keberhasilan mengungkap jejak tersangka, ada peran Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Setiawan, yang merasa tidak asing dengan wajah pria pada gambar tersebut.

Saat kasus penyekapan YTR menjadi sorotan masyarakat dan foto daftar pencarian orang (DPO) Taufik menyebar luas di media sosial, Hendi mengatakan langsung teringat pada seseorang yang pernah ia kenal saat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Meski memiliki prasangka yang kuat, Hendi tidak segera menyimpulkan.

Ia memutuskan untuk memverifikasi identitas pria pada gambar tersebut dengan menghubungi beberapa warga yang diketahuinya.

Salah satu pihak yang dihubunginya adalah Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik dalam sebuah hubungan kerja.

Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, Dadang mengonfirmasi bahwa pria yang wajahnya menjadi viral di media sosial memang benar Taufik Hidayat.

Pengakuan tersebut juga memperkuat keyakinan Hendi bahwa orang yang dicari oleh aparat adalah seseorang yang pernah ia kenal beberapa tahun yang lalu.

Saya melihat gambar tersangka yang menyebar di media sosial. Setelah saya perhatikan, wajahnya mirip dengan seseorang yang saya kenal.

“Untuk memastikan, saya bertanya kepada beberapa orang yang dekat dengan saya, salah satunya Pak Dadang, dan ternyata benar bahwa itu adalah Taufik,” ujar Hendi saat diwawancara oleh Tribun Jabar.id, di Mapolsek Jatinangor, Kamis (25/6/2026).

Setelah identitas tersangka diketahui, Hendi segera bertindak dengan membentuk jaringan informasi guna menemukan keberadaan Taufik Hidayat yang saat itu masih dalam status buron.

Tindakan tersebut menjadi salah satu titik krusial dalam proses pengejaran hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap Taufik dan mengakhiri masa pelariannya.

Ia secara intens berkomunikasi dengan Dadang dan beberapa warga. Berdasarkan informasi yang didapat, Taufik terkadang menghubungi Dadang, yang pernah menjadi atasanannya di sebuah perusahaan.

Namun komunikasi tersebut berlangsung tidak pasti karena pelaku selalu menggunakan nomor telepon yang berbeda-beda.

“Setiap kali melakukan panggilan, nomornya selalu berubah-ubah. Ketika nomor tersebut dicoba dihubungi kembali, sudah tidak berfungsi lagi. Jadi, hanya pelaku yang tiba-tiba menghubungi Pak Dadang,” katanya.

Mengenali peluang itu, Hendi bersama Dadang merancang strategi untuk mengetahui keberadaan Taufik. Ia meminta Dadang segera memberitahu setiap kali dihubungi oleh pelaku.

Peluang tersebut akhirnya tiba pada hari Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dadang menghubungi Hendi dan menyampaikan bahwa Taufik memintanya untuk berjumpa.

Menerima informasi tersebut, Hendi segera memerintahkan Dadang untuk mengikuti rencana yang telah disusun agar pelaku datang ke tempat yang mudah diawasi.

“Saya mengarahkan Tuan Dadang untuk bertemu dengan pelaku dengan metode tertentu yang sebelumnya telah kami sepakati. Tujuannya adalah agar keberadaan pelaku dapat diketahui dan dia bersedia datang ke lokasi yang kami tentukan,” katanya.

Kira-kira pukul 18.00 WIB, Dadang kembali menghubungi Hendi dan memastikan bahwa Taufik bersedia datang ke lokasi yang telah ditentukan, yaitu di sekitar rumah Dadang.

Mendapatkan kepastian tersebut, Hendi segera menghubungi anggota Resmob Polda Jawa Barat agar segera bergerak menuju lokasi yang sama. Ia juga langsung bertolak ke tempat pertemuan.

Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 18.30 WIB, Dadang tiba bersama Taufik.

Pada saat itu, Hendi bersama anggota Resmob Polda Jabar segera melakukan penangkapan.

“Segera setelah Tuan Dadang dan Taufik tiba, pelaku langsung kami tangkap bersama anggota Resmob Polda Jabar,” katanya.

Setelah ditangkap, Taufik terlebih dahulu dibawa ke rumah Dadang sebelum akhirnya diserahkan dan dibawa ke Markas Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Tugas Hendi dalam perkara ini menjadi salah satu faktor penting dalam mengungkap keberadaan Taufik yang sebelumnya sering berpindah-pindah tempat dan sulit ditemukan oleh aparat.

(KPA NEWS -/TribunJabar.id/Kiki Andriana)

Artikel Pilar Terkait