Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
viral

Nyimas Laula, Jurnalis Foto yang Viral Usai Teguran di Gym Bali

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 8, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Di balik video yang viral, Nyimas Laula merupakan fotografer profesional berkelas internasional sejak tahun 2015, dengan karyanya sering dipublikasikan oleh media terkenal seperti The New York Times dan Reuters.
  • Ia menjadi viral setelah menegur keras seorang pria yang melintasi area platform angkat beban saat ia mencoba memecahkan rekor maksimal. Nyimas menekankan bahwa hal tersebut berbahaya meskipun ia meminta maaf atas penggunaan kata-kata kasarnya.
  • Akibat perdebatan terkait kejadian tersebut, akun Instagram dan Threads Nyimas tiba-tiba menghilang, diduga karena dilaporkan secara massal oleh netizen.
 

Kepri KPA NEWS –Nama Nyimas Laula tiba-tiba menjadi topik pembicaraan yang hangat di dunia maya setelah video dirinya mengkritik seorang pria dengan keras di sebuah pusat kebugaran (gym) di Bali menyebar luas di media sosial.

Di balik perdebatan dan kontroversi yang muncul, Nyimas bukanlah sosok biasa. Ia merupakan seorang profesional dengan pengalaman yang mencolok di tingkat internasional.

Foto Jurnalis Berkelas Dunia dan Sutradara Dokumenter

Nyimas memulai karier sebagai fotografer profesional sejak tahun 2015. Perhatian karyanya sering kali tertuju pada topik-topik penting seperti lingkungan, kemanusiaan, dan hak asasi manusia (HAM).

Dedikasinya membuat karya-karya Nyimas diakui oleh berbagai media dan organisasi internasional terkemuka, antara lain:

  • The New York Times
  • Reuters
  • National Geographic
  • VICE
  • Greenpeace

Beberapa peristiwa penting yang pernah ia dokumentasikan antara lain kedatangan para pengungsi Rohingya di Aceh (2015), kebakaran hutan besar di Indonesia untuk Greenpeace, serta penyelidikan pencemaran plastik di Pulau Bali (2019).

Selain itu, karyanya yang berkaitan dengan dampak wabah Covid-19 pernah ditampilkan dalam pameran kolektif UNDP di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada tahun 2020. Tidak hanya itu, hasil kreatifnya mengenai pengaruh pandemi Covid-19 pernah dipajang dalam pameran bersama UNDP di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada 2020. Bukan hanya itu, karyanya tentang dampak wabah Covid-19 pernah dipamerkan dalam pameran kelompok UNDP di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada tahun 2020. Selain itu, karya yang menggambarkan dampak pandemi Covid-19 pernah dipertunjukkan dalam pameran kolektif UNDP di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada 2020.

Nyimas juga memperluas cakupan aktivitasnya sebagai sutradara dokumenter dengan menyajikan serial mengenai komunitas petani gula kelapa di Jawa Tengah pada tahun 2021.

Masalah Terkait Kejadian Viral di Tempat Kebugaran

Nama tersebut menjadi viral di kalangan publik bukan karena karyanya, tetapi karena video Threads yang menunjukkan ia marah kepada rekan sesama anggota gym.

Berdasarkan penjelasan Nyimas, kejadian itu terjadi saat ia sedang bersiap melakukan percobaan 115 persen atau pengangkatan beban maksimal untuk mencetak rekor pribadi (PR) di area platform khusus angkat besi Olimpiade. Pada momen penting tersebut, seorang pria melewati tepat di dekatnya.

“Bagaimana rasanya sedang berusaha 115 persen ada orang bodoh lewat-lalu. Jadi merasa tidak percaya diri itu,” tulis Nyimas dalam unggahan Threads-nya.

Ia menjelaskan bahwa pria tersebut telah tiga kali melewati dekat ujung barbel (hanya berjarak satu langkah), meskipun masih terdapat jalur lain yang lebih aman.

Nyimas menegaskan bahwa tindakannya mengingatkan pria tersebut didasarkan pada aturan keselamatan kerja (safety rules) di area pengangkutan beban yang memerlukan konsentrasi penuh untuk mencegah cedera serius.

Jawab Kritik Netizen dan Akui Kesalahan Menggunakan Kata Kasar

Tindakan Nyimas yang tegas memicu perdebatan di kalangan netizen. Sebagian menganggap pria tersebut tidak bersalah karena hanya berjalan di tepi platform untuk mengambil dumbbell, serta merasa Nyimas seharusnya memberikan teguran dengan cara yang lebih edukatif tanpa emosi. Namun, Nyimas memberikan jawaban yang menohok.

“Aku sedang ingin mengangkat beban maksimal, ya? Mengapa aku yang harus memberi tahu dia, padahal seharusnya dia sudah tahu aturan gym saat sedang dalam kelas?” jawab Nyimas.

Meski tetap memegang prinsip keamanan di pusat kebugaran, Nyimas akhirnya bersikap lapang dada dan meminta maaf atas cara penyampaiannya yang penuh emosi.

Saya juga mengambil tanggung jawab bahwa seharusnya tidak mengucapkan kata-kata kasar seperti yang terlihat dalam video. Saya akan berusaha lebih baik,” katanya.

Akibat kasus ini menjadi viral, tempat gym tersebut segera melakukan perubahan tata letak alat untuk meningkatkan keamanan bersama.

Akun Sosial Media Menghilang Mendadak

Akibat dari perselisihan yang memanas, akun Instagram pribadi serta akun Threads milik Nyimas Laula tiba-tiba menghilang dan tidak bisa diakses kembali oleh masyarakat.

Sampai saat ini, penyebab hilangnya akun tersebut masih menjadi teka-teki. Di platform Threads, sempat beredar tangkapan layar yang menunjukkan banyak pengguna mengaku melaporkan profil Nyimas kepada pihak Meta (Instagram).

Belum ada pernyataan resmi mengenai apakah akun tersebut dimatikan secara sengaja oleh Nyimas untuk meredakan diri, atau justru diblokir karena laporan dari netizen.

(*)

Artikel ini telah diatur dan tayang di TribunBengkulu

Baca Berita Kepri KPA NEWS – Lainnya di Google News

Ikuti dan ikut serta dalam saluran Whatsapp Kepri KPA NEWS –

Artikel Pilar Terkait