Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
viral

Bocah 9 Tahun Tertembak Peluru Nyasar di Setu Bekasi

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 7, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Anak perempuan berusia 9 tahun dari Setu, Kabupaten Bekasi, tertembak peluru tak sengaja saat bermain dan kini mulai pulih setelah menjalani operasi pengangkatan benda asing di RS Fatmawati.
  • Polisi mengamankan proyektil sebagai alat bukti dan akan melakukan pengujian balistik. Dugaan sementara menyebutkan bahwa peluru berasal dari senapan angin.
  • Enam saksi telah diwawancarai, sementara pihak kepolisian masih mencari pelaku dengan melakukan penyelidikan mendatangi setiap rumah karena keterbatasan kamera pengawas di lokasi tersebut.
 

Laporan Muhammad Azzam

Berita KPA Kepri -, BEKASI-Seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama A menjadi korban tembakan tak sengaja saat sedang bermain bersama teman-temannya di dekat rumahnya di Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak pada bagian dada dan harus menjalani tindakan pengangkatan benda asing di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Berdasarkan keterangan nenek korban, Sino (59), kejadian tersebut terjadi saat cucunya sedang bermain bersama tiga teman sebaya.

Tiba-tiba sesuatu mengenai tubuhnya hingga akhirnya penglihatannya gelap dan ia pingsat.

Awalnya dia sedang duduk, tiba-tiba terdengar suara seperti ‘jepret’, lalu dia langsung memegang dadanya. Setelah itu dia ingin mengatakan sesuatu kepada ibunya, tetapi tiba-tiba penglihatannya gelap dan dia pingsan,” kata Sino pada Selasa (7/7/2026).

Anggota keluarga dan warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa korban ke klinik terdekat. Namun karena kondisinya cukup buruk, A dirujuk ke Rumah Sakit Hermina sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Fatmawati guna menjalani operasi pengangkatan proyektil yang tertanam di dada sebelah kanan.

Korban Mulai Sadar Setelah Operasi

Siapa pun mengatakan operasi berjalan lancar dan kondisi cucunya kini mulai membaik serta telah sadar setelah menjalani pengobatan medis.

Keluaarga sempat melihat benda tajam yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban. Bentuknya kecil dengan bagian sisi yang telah mengalami kerusakan. Meskipun demikian, keluarga masih belum bisa memastikan jenis peluru itu.

Berdasarkan keterangan warga, peluru diduga berasal dari senapan angin yang digunakan seseorang untuk berburu hewan di sekitar lokasi kejadian. Nenek korban mengakui bahwa aktivitas berburu dengan senapan angin memang pernah terjadi di area tersebut, meskipun tidak dilakukan setiap hari.

“Senang ada orang menembak burung, tetapi tidak terlalu sering,” katanya.

Petugas Menyita Peluru untuk Uji Kecelakaan

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang menjadi korban tembakan tak sengaja di Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Untuk mengetahui asal peluru dan mengenali senjata yang digunakan, proyektil yang tertanam dalam tubuh korban kini disimpan sebagai barang bukti dan akan diuji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor).

Tindakan tersebut merupakan komponen penting dalam penyelidikan kriminal ilmiah (scientific crime investigation) untuk mengungkap pelaku penembakan misterius yang hingga saat ini masih belum diketahui identitasnya.

“Proyektil yang dikeluarkan dari tubuh korban saat ini telah disimpan sebagai barang bukti. Selanjutnya akan dilakukan pengujian balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut,” kata Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah.

Polisi Mengira Berasal dari Senapan Angin

Berdasarkan pemeriksaan awal, pihak kepolisian mengira proyektil itu berasal dari senapan angin. Meskipun sering dianggap sebagai alat untuk bermain, senapan angin memiliki kemampuan kerusakan yang besar dan penggunaannya diatur oleh peraturan hukum.

“Secara sementara, dugaan kami proyektil itu berasal dari senapan angin. Penggunaan senapan angin memiliki aturan yang diatur dalam peraturan mengenai penggunaan senjata api, karena senapan angin termasuk dalam kategori senjata api untuk keperluan hobi,” katanya.

Enam Saksi Diambil Keterangannya, Pelaku Masih Dicari

Sambil menunggu hasil pengujian balistik, tim penyidik terus melakukan penyelidikan di lapangan. Sampai saat ini, enam orang telah dimintai keterangan, yaitu tiga teman korban yang sedang bermain bersama pada waktu kejadian, seorang warga yang berada di lokasi kejadian, serta Ketua RT dan Ketua RW setempat.

“Sudah enam orang yang diwawancarai, yaitu tiga teman korban yang sedang bermain bersama pada saat kejadian, seorang warga yang berada di lokasi, Ketua RT, dan Ketua RW,” ujar Usep.

Namun, proses penyelidikan tidak berjalan dengan lancar. Keterbatasan kamera pengawas (CCTV) di area permukiman memaksa polisi untuk bergantung pada metode penyelidikan tradisional dalam menemukan pelaku.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan pencarian langsung ke setiap rumah untuk mengumpulkan informasi tentang warga yang diduga memiliki atau menggunakan senapan angin di sekitar tempat kejadian.

” Sampai saat ini kami belum mengetahui identitas pelaku. Penyelidikan masih berlangsung. Mengingat wilayah tersebut memiliki sedikit kamera CCTV, penyelidikan dilakukan secara manual dengan metode kunjungan langsung ke warga untuk mencari informasi mengenai seseorang yang diduga menggunakan senapan angin di sekitar lokasi,” ujar Usep. (MAZ)

Baca berita Kepri KPA NEWS lainnya di Google News

Artikel Pilar Terkait