Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Keuangan

Satpolairud Anambas Pantau 255 Pulau, Kapolda Kepri Pindahkan Kapal Patroli ke Batam

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 19, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Satuan Polisi Air dan Udara Polres Kepulauan Anambas menghadapi keterbatasan kendaraan serta personel dalam melakukan pengawasan terhadap 255 pulau.
  • Kepala Kepolisian Daerah Kepri memerintahkan pemindahan kapal patroli tipe C2 guna memperkuat aktivitas operasional di perairan lepas.
  • Kepala Daerah Anambas, Aneng mengapresiasi semangat para petugas yang tetap menjalankan tugasnya meski harus menggunakan kapal nelayan.
  • Peningkatan sarana dan prasarana menjadi fokus utama karena wilayah Anambas memiliki perbatasan langsung dengan negara tetangga.
 

KOMPASIA.COM, ANAMBAS– Letak geografis Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebabkan wilayah ini menghadapi tantangan khusus dalam pengawasan dan keamanan laut.

Terdapat sekitar 255 kelompok pulau yang menyebar, sehingga akses antar daerah sangat bergantung pada transportasi laut.

Ada 26 pulau yang diketahui dihuni, sedangkan 229 pulau lainnya tidak berpenghuni.

Keadaan ini menyebabkan setiap kegiatan penegakan hukum di laut memerlukan persiapan armada dan personel yang kompeten.

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kepulauan Anambas berperan sebagai barisan terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah perairan tersebut.

Namun, keadaan di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan alat masih menjadi masalah utama.

Saat ini, Satuan Polisi Air dan Udara Polres Kepulauan Anambas hanya memiliki tiga kendaraan pendukung.

   

Yaitu dua unit kapal C3 mini dan satu unit perahu karet yang dalam keadaan rusak dan tidak dapat digunakan.

Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H menyatakan bahwa situasi tersebut belum memadai untuk mendukung tugas di perairan lepas.

Armada tersebut tidak mendukung tugas Polairud, karena Anambas memiliki medan laut terbuka,kata Kapolres Anambas, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, keterbatasan armada ini berdampak signifikan terhadap efisiensi patroli dan penanganan operasi di wilayah perairan.

Pada berbagai operasi pencarian dan pertolongan (SAR), anggota Polairud terpaksa mencari metode alternatif agar tetap mampu sampai ke lokasi kejadian.

Tidak jarang, mereka harus menggunakan perahu nelayan untuk mencapai lokasi operasi.

Keadaan ini memang menyulitkan, terutama karena jarak lokasi pencarian dan pertolongan sering kali jauh dan berada di tengah laut.

Menggunakan perahu dengan kecepatan dan daya tahan yang terbatas menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama serta membahayakan keselamatan petugas.

Selain keterbatasan armada, jumlah anggota Polairud di Anambas juga menjadi masalah yang sangat serius.

Saat ini hanya ada 12 anggota yang bertugas mengawasi seluruh wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Angka tersebut dianggap belum sesuai dengan luasnya wilayah serta tingkat kesulitan tugas yang ada di lapangan.

Sebaiknya, penambahan anggota personel diperlukan guna memperkuat pengawasan dan tanggap darurat terhadap kejadian di perairan.

Atensi Kapolda Kepri

Situasi ini juga telah mendapatkan perhatian dari Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H.

Ia mengungkapkan bahwa ia memahami berbagai keterbatasan yang dialami Polairud di Anambas dan berkomitmen untuk memperkuatnya.

Perkuat armada utama, masak harus kalah dengan rekan kita Imigrasi yang memiliki kapal baru, ujar Asep Safrudin kepada KOMPASIA.COM.

Ia menekankan perlunya peningkatan alat pendukung, khususnya kapal patroli yang mampu beroperasi di perairan lepas.

Menurutnya, perairan Anambas memiliki posisi yang sangat penting karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga memerlukan persiapan yang lengkap.

Wilayah laut Anambas sangat luas dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kita perlu siap dalam segala aspek terutama armada, tegasnya.

Sebagai tindakan nyata, Kapolda Kepri telah meminta Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol. Ade Mulyana, S.I.K untuk mengalihkan satu unit kapal patroli KP XXXI 2005 tahun 2014 jenis C2 dari Pangkalan Sekupang ke Kepulauan Anambas.

Kehadiran kapal tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan pengawasan dan operasi di kawasan perairan.

Dengan peningkatan armada yang lebih tangguh, diharapkan tanggapan terhadap kejadian di laut dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, peningkatan ini diharapkan mampu memperkuat keyakinan masyarakat terhadap keberadaan aparat di kawasan perairan.

Di sisi lain, Kapolda Kepri juga menekankan rencana penambahan kemampuan Polairud secara bertahap, baik dari segi armada maupun sumber daya manusia.

Cerita Bupati Kepulauan Anambas

Di tempat terpisah, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, secara langsung menyaksikan betapa beratnya tugas yang diemban oleh Polairud dalam melayani masyarakat.

Salah satu pengalaman yang ia lihat adalah saat pencarian kapal warga Desa Nyamuk yang sedang berlayar menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

Pada operasi tersebut, anggota Polairud harus menggunakan kapal nelayan akibat keterbatasan jumlah armada yang tersedia.

Waktu itu mereka tetap berangkat meskipun harus menggunakan kapal nelayan. Hal ini menunjukkan komitmen yang sangat luar biasa,ujar Bupati Aneng.

Ia berharap perhatian pemerintah pusat dan polisi terus meningkat terhadap kebutuhan operasional di kawasan kepulauan seperti Anambas.

Dengan bantuan armada yang lebih memadai dan penambahan staf, diharapkan Polairud Anambas semakin tangguh dalam menjaga keamanan laut serta melindungi masyarakat.(KOMPASIA.COM/Ihsan Imaduddin)

Artikel Pilar Terkait