KOMPASIA.COM, BATAM– Kecelakaan tabrakan antara seorang pengemudi online yang merupakan anggota Komunitas Andalan Driver Online (Komando) dengan pengemudi mobil Kijang Inova di Jalan Pahlawan Batuaji, Kota Batam meninggalkan duka bagi dua orang ibu dan lima anak penumpang Kijang Inova.
Dua perempuan yang berada di dalam mobil Kijang Inova tersebut dikenal dengan nama Desi Irmanyanti dan Nursia Simanungkalit.
Ditemukan di Batuaji, Batam, Desi menceritakan urutan kejadian saat terjadi perkelahian antara ojek online dan pengemudi Kijang Inova yang mereka tumpangi.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, ketika mereka sedang ingin mengajak anak-anak berjalan-jalan ke Tunas Regency Tanjunguncang.
“Awalnya kami keluar dari ruko tepat di depan Alfamart yang berada di samping Hotel Holie, saat itu jalan sedang sepi jadi kami langsung masuk dan belok ke kanan,” ujar Desi, Jumat (19/6/2026).
Desi menyebutkan dari belakang, yaitu dari arah lampu merah Simpang Tobing, terdapat kendaraan Toyota Calya berwarna silver dengan plat nomor BP 1563 EE yang melaju kencang.
“Pada saat itu kami langsung bergerak ke kanan, namun mungkin karena mobil yang datang dari belakang berada dalam posisi sempit dan tidak fokus, sehingga langsung membunyikan klakson panjang. Kami yang ada di dalam mobil kaget,” ujar Desi.
Desi menyatakan tidak terjadi tabrakan, bahkan keadaannya masih jauh lebih baik.
Setelah bunyi klakson panjang dari pengemudi ojek online, tidak lama kemudian pengemudi mobil yang diketahui merupakan ojek online langsung membuka jendela dan mendekati kendaraan mereka sambil mengucapkan kata-kata kasar.
“Supir ojol itu beberapa kali mengucapkan kata-kata kasar dan meminta kami untuk berhenti,” ujar Desi.
Pada saat itu, sopir yang mengangkut mereka juga terpicu dan menuruti permintaan sopir ojek online. Setelah kedua kendaraan berhenti, sopir ojek online langsung turun dan menarik kerah baju sopir yang membawa mereka.
“Kami semua masih di dalam mobil, hanya sopir yang keluar, tidak tahu secara pasti apa perdebatan antara sopir kami dan ojek online itu, hanya sekitar lima hingga sepuluh menit, kemudian ojek online lainnya datang dan langsung berkumpul di lokasi,” ujar Desi.
Desi menyampaikan bahwa ketika para ojek online tiba, kendaraan yang mereka naiki langsung diblokir dan tidak bisa keluar.
“Anak-anak kami di dalam mobil langsung merasa takut, padahal di dalam mobil tersebut terdapat lima anak kecil, termasuk anak paling muda yang berusia empat tahun, lalu siswa kelas lima SD dan satu pelajar SMK,” ujar Desi.
Desi menceritakan ketika para ojek online tiba di lokasi, mereka langsung dihakimi, bukan hanya supir yang mengangkut mereka yang sedang bermasalah dengan pengemudi tersebut.
“Maka para ojol langsung ramai dan mereka yang datang tanpa bertanya tentang kronologi kejadian, tetapi langsung menghakimi kami semua yang berada di dalam mobil kijang Inova yang kami tumpangi,” katanya.
Pada saat itu, anak-anak yang berada di dalam mobil merasa takut dan mulai menangis karena semakin banyak driver ojol yang datang dan mereka semakin dikelilingi serta tidak bisa keluar.
“Kami berada di lokasi tersebut sekitar satu jam, semua anak-anak mengalami trauma, padahal kami tidak mengetahui apa-apa, kami hanya penumpang. Namun para driver ojol yang datang semaunya menghina dan melemparkan kata-kata kasar kepada kami, kami diperlakukan seperti pelaku kejahatan,” ujar Desi.
Desi menyebutkan bahwa setelah satu jam, anak-anak yang berada di dalam mobil baru bisa keluar dan diantar oleh anak-anak yang lebih tua pulang ke rumah.
“Rumah kami kebetulan tidak terlalu jauh, sehingga anak-anak diantar dengan menggunakan sepeda motor,” ujar Desi.
Desi menyampaikan bahwa hingga saat ini, anak-anak yang mereka bawa masih mengalami trauma ketika melihat keramaian.
Pada malam yang sama, kami dibawa oleh para pengemudi ojek online yang diawasi oleh polisi ke kantor polisi. Kami diminta memberikan keterangan hingga pukul 04.00 WIB dini hari. Hal ini menyebabkan anak-anak kami mengalami trauma, akibat tindakan kasar yang dilakukan oleh para driver ojol yang berada di lokasi kejadian,” ujar Desi.
Desi juga mengakui tidak mampu membiarkan anak-anak mereka mengalami trauma, dan kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Barelang.
“Kami tidak ingin hal yang sama terjadi lagi kepada siapa pun, karena kami hanya penumpang, mengapa kami dihakimi oleh drivel ojol yang tidak mengatasnamakan anggota Komando, bahkan kami dibawa ke kantor Polisi,” ujar Desi.
Desi berharap pihak kepolisian dari Unit PPA Polresta Barelang mampu mengungkap tindakan kriminalisasi terhadap para pengemudi ojek online yang hadir di lokasi kejadian di jalan Pahlawan Batuaji Kota Batam.
Di lokasi yang sama, Nursia, ibu dari seorang anak berusia empat tahun yang juga penumpang mobil Kijang Inova tersebut, mengaku sangat takut karena tindakan para driver ojol yang datang tanpa terlebih dahulu mengetahui kondisi kejadian.
“Secara keseluruhan, kami yang disalahkan dalam kejadian tersebut, padahal masalahnya terjadi antara sopir kami dan sopir ojek online. Mengapa kami menjadi korban, apalagi anak-anak kami sendiri menyaksikan langsung kami dihina,” ujar Nursia.
Nursia juga menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa terkait isu tersebut. Namun, mereka justru menjadi korban.
Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, seorang pengemudi online menjadi korban pukulan di Jalan Pahlawan, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji setelah terjadi tabrakan di depan Hotel Holie Batuaji, Selasa (16/6/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, saat pengemudi taksi online yang dikenal dengan nama GA mengendarai mobil Calya Silver BP 1563 EE yang datang dari Simpang Tobing menuju Aviari.
Selanjutnya, saat berada di depan Hotel Holie, terdapat sebuah mobil Kijang Inova berwarna hitam dengan plat nomor F 1316 HA yang keluar dari Indomaret dan langsung melaju ke jalan raya. (ian)
Artikel Pilar Terkait
Berita KPA Kepri, Batam– Sejumlah warga Batam yang mengaku terdampar di Kamboja karena tidak mampu membayar biaya pulang…
Ringkasan Berita: Anak perempuan berusia 9 tahun dari Setu, Kabupaten Bekasi, tertembak peluru tak sengaja saat bermain dan…
Ringkasan Berita: Titik mengakui anak-anaknya menjadi korban intimidasi setelah video Armuji menyebar. Perundungan diketahui memengaruhi kondisi mental siswa…
Ringkasan Berita: Sopir bus pariwisata dari PO EP sempat menjadi target pencarian pihak Polda Lampung setelah video mengemudi…
Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika pengelolaan parkir di Kabupaten Karimun menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai narasi yang…
BANDUNG – Akses terhadap pendanaan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi banyak perusahaan skala menengah yang tengah…
Kepri KPA BERITA -, MUARA BULIAN- Polres Batang Hari, Provinsi Jambi mengambil tindakan tegas untuk menangani maraknya aksi…
Ringkasan Berita: Kecelakaan hilangnya Ipan Nurzaman (26) di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera…
