Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
olahraga

Wakil Komisi V: Diskon Tarif Transportasi Langkah Cerdas untuk Bangkitkan Ekonomi

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 27, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menganggap bahwa program diskon biaya transportasi yang termasuk dalam paket insentif ekonomi semester II-2026 bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya sebagai insentif perjalanan, tetapi juga alat untuk menyebarkan mobilitas yang berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

“Diskon tarif transportasi yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester-II tahun 2026 adalah tindakan positif yang diambil pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini layak mendapat apresiasi,” ujar Andi, yang dikutip pada Sabtu (27/6).

Potongan harga tarif transportasi adalah salah satu dari delapan kebijakan dalam paket stimulus ekonomi semester II-2026 yang disusun pemerintah berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Program yang memiliki anggaran total sebesar Rp 26,34 triliun akan diterapkan secara bertahap mulai Juli 2026 guna mempertahankan aktivitas ekonomi dalam negeri.

Dari anggaran keseluruhan, sejumlah Rp 1,54 triliun dialokasikan untuk sektor transportasi. Pemerintah memberikan diskon tarif hingga 30 persen untuk kereta api, kapal laut, dan pesawat selama masa libur sekolah pada tanggal 20 Juni hingga 5 Juli 2026, serta kembali diberlakukan saat liburan Natal dan Tahun Baru mulai 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Iwan menyatakan bahwa program tersebut perlu dilihat secara lebih menyeluruh dibanding hanya memicu penggunaan barang oleh masyarakat. Menurutnya, akses transportasi yang lebih murah akan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berpindah dan memperkuat kegiatan ekonomi di berbagai wilayah.

“Program ini menunjukkan usaha pemerintah dalam menjaga pengeluaran rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

” Pendekatan yang dilakukan berdasarkan arahan langsung Pak Prabowo ini menunjukkan bahwa Pemerintah berusaha memastikan stabilitas ekonomi nasional,” tambah Iwan.

Ia menilai peningkatan pergerakan masyarakat akan memiliki dampak yang berlipat terhadap berbagai bidang, mulai dari sektor pariwisata, perdagangan lokal, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Mobilitas yang lebih terjangkau akan mendorong pergerakan sektor pariwisata, perdagangan lokal, UMKM, serta kegiatan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada kedatangan pengunjung,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Iwan, keberhasilan program diskon transportasi tidak hanya dinilai dari banyaknya masyarakat yang menggunakannya, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

“Oportunitas ini juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi biaya logistik dan transportasi nasional agar efisiensi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara selama stimulus, tetapi dapat berkelanjutan sebagai peningkatan konektivitas yang lebih stabil,” ujar Iwan.

Di sisi lain, Iwan menganggap masyarakat kini semakin waspada dalam menggunakan uangnya mengingat tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global.

“Termasuk dalam pengeluaran untuk perjalanan dan kegiatan hiburan,” jelas seorang politisi dari Gerindra.

Ia menjelaskan bahwa biaya transportasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu bagian pengeluaran keluarga yang paling rentan terhadap perubahan harga energi, tarif operasional, maupun perkembangan ekonomi global.

“Sehingga, pergerakan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan, tetapi juga oleh kemampuan finansial setiap keluarga,” ujar Iwan.

Anggota partai Gerindra menganggap bahwa kelompok kelas menengah merupakan faktor penting dalam keberhasilan insentif di sektor transportasi, karena selama ini menjadi penggerak permintaan dalam negeri, meskipun saat ini juga menghadapi tekanan ekonomi.

“Sebelumnya, kelas menengah menjadi penggerak utama permintaan dalam negeri, tetapi belakangan ini kelompok tersebut juga mengalami tekanan,” katanya.

“Dimulai dari kenaikan berbagai biaya kebutuhan pokok, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga cicilan rumah tangga,” lanjut Iwan.

Ia juga menegaskan bahwa potongan harga tarif transportasi bukan hanya sebagai insentif perjalanan, tetapi juga wujud kehadiran negara dalam menjaga kemampuan belanja masyarakat.

“Jika masyarakat masih memiliki dana untuk melakukan perjalanan, berwisata, atau mengunjungi keluarga di wilayah lain, maka aktivitas ekonomi di berbagai sektor juga ikut bergeliat,” kata anggota legislatif dari Dapil Sulawesi Selatan II itu.

Selanjutnya, Iwan mengajak agar paket bantuan ekonomi ini diiringi dengan tindakan memperkuat dasar ekonomi masyarakat agar manfaatnya tidak hanya bersifat sementara.

“Karena tantangan terbesar ekonomi nasional saat ini tidak hanya tentang mendorong pengeluaran, tetapi juga menjaga semangat dan kemampuan masyarakat untuk berbelanja dalam jangka waktu yang lebih lama,” ujar Iwan.

Ia juga menegaskan kepada seluruh penyedia jasa transportasi untuk senantiasa menjaga kualitas pelayanan selama masa promo berlangsung.

“Juga perhatikan aspek keamanan dan kenyamanan dalam pelayanan transportasi untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan,” tambahnya.

Artikel Pilar Terkait