Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
olahraga

Surabaya Green Force Run2026 Dihadiri 6.000 Pelari dari 10 Negara, Teguhkan Kota sebagai Pariwisata Olahraga

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 28, 2026 · 7 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 7 menit

Berita KPA Kepri -, SURABAYA –Surabaya Green Force Run (GFR) kembali mengajak ribuan penggemar lari untuk menjadikan Kota Surabaya lebih hijau. Diadakan pada hari Minggu (28/6), dengan titik awal di Tugu Pahlawan, sebanyak 6.000 pelari ikut serta dalam Surabaya Green Force Run 2026.

Acara yang diadakan oleh DBL Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun. Sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Persebaya yang dirayakan setiap 18 Juni. Klub andalan warga Surabaya ini kini berusia 99 tahun.

Memasuki edisi kelima, Surabaya Green Force Run 2026 kembali menghadirkan kampanye “Lebih dari Lari”. Tema ini menunjukkan bahwa Surabaya Green Force Run bukan hanya ajang lari kompetitif, tetapi juga menjadi tempat untuk merayakan kota, komunitas, serta gaya hidup sehat warga Surabaya. Dengan acara ini, peserta diajak untuk mengalami kekayaan sejarah, budaya, dan perkembangan kota Surabaya melalui pengalaman berlari.

Ketua Persebaya Azrul Ananda menyatakan, Surabaya Green Force Run dari awal dirancang bukan hanya sebagai ajang lari, tetapi juga sebagai metode untuk memperkenalkan Surabaya kepada masyarakat Indonesia serta dunia.

Menurut Azrul, Surabaya Green Force Run bukan sekadar acara lari. “Kami berharap setiap peserta pulang dengan pengalaman tentang Surabaya, mulai dari budayanya, kehangatan penduduknya, hingga semangat kota ini. Kami berharap mereka tidak hanya ingin kembali berlari di sini, tetapi juga kembali berkunjung ke Surabaya,” kata Azrul Ananda yang juga menjabat sebagai Founder dan CEO DBL Indonesia.

Antusias peserta semakin meningkat setiap tahunnya. Surabaya Green Force Run 2026 diikuti oleh lebih dari 6.000 pelari yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Diketahui bahwa peserta lokal berasal dari 119 kota di 24 provinsi, dengan lebih dari 50 persen peserta datang dari luar Surabaya.

Selain itu, Surabaya Green Force Run tahun ini juga diikuti oleh atlet dari 10 negara, yaitu Indonesia, Prancis, Italia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Belanda, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat. Kehadiran peserta internasional ini menunjukkan bahwa Surabaya Green Force Run telah berkembang menjadi acara lari yang diminati secara nasional serta memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor sport tourism di Kota Surabaya.

“Saat peserta datang dari ratusan kota dan berbagai negara, dampaknya tidak hanya terasa pada acara ini, tetapi juga terhadap perekonomian kota, mulai dari hotel, makanan, transportasi, hingga tempat wisata yang ikut merasakan pergerakan. Oleh karena itu, kami berharap Surabaya Green Force Run terus memberikan manfaat yang lebih luas,” tambah Azrul.

Pada tahun ini, panitia menyediakan lima kategori lomba, yaitu Kids Dash, Family Run, 5K, 10K, dan Half Marathon (21K). Kategori Half Marathon kembali mendapatkan pengakuan dari PB PASI sehingga standar pengukuran jarak serta pencatatan waktunya sesuai dengan aturan resmi. Hal ini memberi kesempatan bagi para atlet lari untuk mencatatkan waktu yang diakui secara nasional.

Surabaya Green Force Run 2026 mengambil jalur yang penuh makna sejarah dan budaya Kota Surabaya. Mulai dari area Tugu Pahlawan, peserta melewati berbagai jalan utama dan landmark kota yang mencerminkan perjalanan Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Jalur ini tidak hanya memberikan tantangan bagi para pelari, tetapi juga pengalaman menyaksikan pemandangan kota yang menggabungkan bangunan bersejarah, kawasan modern, ruang terbuka hijau, serta pusat kegiatan masyarakat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Surabaya Green Force Run kembali menyajikan berbagai aktivasi komunitas, hiburan, serta area festival di lokasi finish yang menjadi tempat berkumpul bagi peserta, keluarga, dan masyarakat luas. Konsep ini memperkuat semangat bahwa Surabaya Green Force Run adalah perayaan bersama yang menghubungkan olahraga, komunitas, dan identitas Kota Surabaya. Sesuai dengan tradisi sebelumnya, Surabaya Green Force Run menyediakan berbagai kegiatan komunitas, hiburan, serta zona festival di area finish yang menjadi tempat berkumpul bagi peserta, keluarga, dan masyarakat umum. Pendekatan ini memperkuat gagasan bahwa Surabaya Green Force Run merupakan perayaan yang menggabungkan olahraga, komunitas, dan ciri khas Kota Surabaya. Seperti biasanya, Surabaya Green Force Run menghadirkan berbagai aktivitas komunitas, hiburan, serta area festival di kawasan finish yang menjadi ruang pertemuan bagi peserta, keluarga, dan masyarakat umum. Konsep ini memperkuat makna bahwa Surabaya Green Force Run adalah sebuah acara bersama yang menghubungkan olahraga, komunitas, dan identitas kota Surabaya.

 

Antusiasme Besar Peserta Lari dari Luar Negeri, Mulai dari Kenya Sampai Italia

Kemampuan medan lari di Kota Pahlawan berhasil menarik perhatian para atlet olahraga dari berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah Steven Dumont dan Mattia Nizardo, dua pria asal Eropa yang sekarang tinggal di Labuan Bajo. Keduanya sengaja melakukan perjalanan ke Surabaya untuk merasakan langsung suasana Surabaya Green Force Run (GFR) 2026.

Bagi keduanya, melewati jalur aspal Surabaya akan menjadi pengalaman pertama yang pasti sangat dinantikan, terutama untuk menguji kemampuan mereka dalam kategori Half Marathon. “Kami mencari informasi di internet tentang lomba lari di Indonesia dan akhirnya menemukan rute yang menarik di Surabaya. Ternyata, saya sendiri memiliki ikatan emosional dengan kota ini karena pernah tinggal di sini selama setahun sekitar sepuluh tahun yang lalu,” kata Steven, atlet lari asal Prancis.

Di sisi lain, GFR 2026 menjadi titik awal yang penuh perasaan bagi Mattia Nizardo. Atlet asal Padova, Italia ini menganggap ajang ini sebagai ujian fisik pertamanya setelah sempat mundur dari dunia lari akibat tindakan operasi yang tidak dapat dijelaskan pada September tahun lalu.

Ini adalah kompetisi pertama saya setelah operasi. Selama masa pemulihan sebelumnya, saya hanya mampu berlari dengan intensitas rendah dua hingga tiga kali dalam seminggu. Oleh karena itu, tampil di Surabaya besok menjadi indikator pemulihan saya, dan saya berharap kami dapat mencapai garis finish,” katanya.

Persaingan Surabaya Green Force Run 2026 semakin menarik dengan kehadiran para pelari dari Kenya. Tidak hanya memperkenalkan wajah-wajah baru, even tahun ini juga menjadi kesempatan bagi beberapa pelari untuk kembali mencetak rekor waktu terbaik mereka di Kota Pahlawan.

Setelah menyelesaikan lomba half marathon putra pada GFR tahun lalu dengan waktu 1 jam 14 menit 35 detik sebagai pelari tercepat, Dennis Isika kini kembali ke Surabaya dengan tujuan yang lebih besar.

“Ini adalah kali ketiga saya mengikuti GFR. Jadi, saya semakin percaya diri menghadapi lomba besok. Saya juga baru saja kembali dari Bali dan berharap bisa meningkatkan catatan waktu saya di GFR,” kata Dennis.

 

Jackline Nzivo juga turut serta. Dalam edisi sebelumnya, ia berhasil mencapai garis finis dalam waktu 1 jam 26 menit 58 detik, yang membuatnya menjadi pelari tercepat di kategori half marathon putri. Ia pun yakin mampu menunjukkan performa terbaiknya. “Tahun ini, saya lebih percaya diri untuk memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Lari, Atlet Lokal Mengejar Impian di Ajang Reuni

Berdasarkan tema yang diusung, Surabaya Green Force Run 2026 menjadi kesempatan bagi peserta untuk meraih pengalaman lebih dari sekadar berlari. Contohnya, Kemal Ernanto bersama putranya, Kensi Atharizz Carnen, harus menempuh perjalanan jauh dari Makassar. Ratusan kilometer ditempuh demi mewujudkan momen yang telah lama ditunggu-tunggu, yaitu bertemu langsung dengan para pemain Persebaya.

Ditemui saat pengumpulan race pack (RPC) Jumat lalu (26/6), Kemal mengatakan bahwa dirinya khusus membawa dua jersey Persebaya agar bisa ditandatangani. “Kami sebenarnya sudah tiba di Surabaya dua pekan lalu karena liburan sekolah. Tapi, saya dan anak sengaja datang ke sini untuk mengikuti acara fansign. Saya sendiri sebenarnya tidak bisa ikut dalam lari karena pernah mengalami cedera ACL,” jelas Kemal.

Selain kisah Kemal, semangat “Lebih dari Lari” Surabaya GFR 2026 juga terbukti berhasil menjadi jembatan untuk melepas rindu antar teman lama. Banyak peserta yang sengaja datang dalam kelompok atau menyisihkan waktu khusus agar bisa bertemu kembali dengan lingkaran pertemanan mereka yang terpisah jarak maupun kesibukan sehari-hari.

Cerita menarik datang dari pasangan sahabat, Aris Fatkhur Rohman (peserta 10K asal Pasuruan) dan Indra Rubi Arko (peserta 10K asal Surabaya). Keduanya merupakan penggemar Persebaya sejak duduk di bangku SMP, yang awalnya bertemu melalui hobi mendaki gunung dan sering berlatih lari bersama sejak tahun 2018.

Bagi mereka, GFR 2026 menjadi ajang yang tepat untuk menguji kemampuan diri serta berkumpul bersama teman-teman kuliah mereka. Aris dan Indra secara bersamaan naik kelas dari kategori 5K tahun lalu hingga masuk ke kategori 10K pada tahun ini. “Terdapat sekitar tujuh teman kuliah kami yang ikut berlari. Mayoritas di antara mereka adalah guru yang tersebar di Surabaya, Lamongan, dan Malang,” ujar Aris dengan penuh semangat.

Kegembiraan pertemuan lintas generasi juga ditunjukkan oleh dua atlet senior, Lina Dewi Wijayanti dan Endah Sutjiningtyas. Meskipun telah memasuki usia enam puluhan dan tetap aktif dalam kesibukan masing-masing, Lina yang bekerja sebagai konsultan akuntansi dan Endah yang menjadi ibu rumah tangga, keduanya terlihat sehat dan bugar saat mengambil nomor BIB untuk kategori 5K.

Lina dan Endah adalah anggota komunitas lari Ikasmanca Runner, kelompok yang terbentuk untuk para lulusan SMAN 5 Surabaya. Keduanya telah menjadi sahabat dekat (bestie) sejak masa sekolah menengah. Hubungan persahabatan yang telah berlangsung lebih dari 40 tahun ini kini diisi dengan berbagai aktivitas positif guna menjaga kesehatan di usia tua.

Bagi mereka, mengikuti ajang besar seperti GFR 2026 bukan hanya tentang memperoleh medali, tetapi juga menjaga kesehatan sambil memperkuat tali persaudaraan. “Dalam komunitas kami, banyak sekali peserta yang ikut GFR tahun ini, hampir 100 alumni SMAN 5 Surabaya yang terlibat dalam berbagai kategori, bahkan ada yang mengikuti kategori Half Marathon. Melalui acara lari ini, kami bisa bertemu dengan teman-teman lama, jadi terasa bahagia dan tubuh juga ikut sehat,” tutup Lina.(*)

Artikel Pilar Terkait