Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Tegangnya Hubungan AS-Iran, Trump Sebut Pertemuan di Doha, Teheran Nolak Isu Negosiasi

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 30, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit

TRI

Ringkasan Berita:
  • Trump mengatakan pejabat Amerika Serikat dan Iran akan bertemu di Doha, Qatar, guna membahas masalah denuklirisasi Iran. N
  • Iran menyangkal pernyataan Trump dan menegaskan tidak ada rencana negosiasi dengan Amerika Serikat. Teheran mengatakan bahwa delegasinya di Doha hanya bertugas mengawasi pelaksanaan kesepakatan (MoU), termasuk pencairan dana Iran dan kebijakan ekspor minyak.
  • Perbedaan pernyataan antara kedua negara menunjukkan bahwa komunikasi diplomatik belum sepenuhnya selaras meskipun pelaksanaan MoU telah dimulai.

BUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pejabat Amerika Serikat dan Iran akan melakukan pertemuan di Kota Doha, Qatar, pada hari Selasa menurut waktu setempat (30 Juni 2026).

Dalam pernyataannya, Donald Trump menyebutkan bahwa Iran telah meminta agar negosiasi diadakan di ibu kota Qatar.

Namun demikian, ia tidak memberikan penjelasan lengkap mengenai siapa saja yang akan hadir serta topik utama dari pertemuan tersebut.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kemajuan signifikan dalam upaya mengurangi senjata nuklir Iran. Menurutnya, tujuan utama pihak Washington adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Akan ada pertemuan terkait hal tersebut besok di Doha. Mereka akan berangkat ke Qatar dari sana. Saya kira mereka telah berangkat atau sedang bersiap untuk melakukan perjalanan. Kita tunggu saja bagaimana hasilnya,” kata Trump, dilaporkan dariAl Jazeera.

Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dapat menjadi kesempatan yang penting meskipun hasil akhirnya masih belum bisa dipastikan.

Menurut Trump, operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat telah memberikan tekanan signifikan terhadap Iran, sehingga membuka kesempatan untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Teheran.

Iran Bantah Klaim Trump

Namun, pernyataan Trump segera ditolak oleh pemerintah Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tidak ada rencana pembicaraan atau negosiasi dengan Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang.

Menurutnya, kedatangan pejabat Amerika ke Qatar tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjalanan delegasi Iran.

“Kami tidak akan mengadakan pertemuan negosiasi di tingkat apa pun dengan pihak Amerika dalam beberapa hari ke depan. Fakta bahwa perwakilan Amerika melakukan perjalanan ke Qatar tidak berkaitan dengan perjalanan delegasi Iran,” tegas Baghaei.

Ia menyampaikan bahwa prioritas utama pemerintah Iran saat ini bukanlah memulai pembicaraan baru dengan Washington, tetapi memastikan seluruh isi perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah disepakati dapat dilaksanakan sesuai dengan komitmen kedua negara.

Menurut Baghaei, tim ahli Iran yang berada di Doha bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan tersebut, bukan melakukan pembicaraan baru.

Salah satu hal utama dalam MoU adalah penghapusan larangan ekspor minyak Iran oleh Amerika Serikat sesuai dengan ketentuan Pasal 10.

Selain itu, kedua negara juga sedang melanjutkan proses pencairan aset Iran yang selama ini disimpan di luar negeri sesuai dengan Pasal 11 perjanjian tersebut.

Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan bahwa Washington telah menyetujui penghapusan pembekuan dana Iran senilai sekitar 12 miliar dolar Amerika Serikat. Dana tersebut akan dilepaskan dalam dua tahap, masing-masing sebesar 6 miliar dolar AS.

Presiden Iran menyatakan bahwa salah satu tahap pengeluaran dana yang selama ini disimpan di Qatar akan segera dilepaskan dan dikembalikan ke Iran. Tindakan ini dianggap sebagai pelaksanaan awal dari perjanjian yang telah dicapai oleh kedua negara.

Hubungan Amerika Serikat dan Iran Masih Penuh Ketidakpastian

Meskipun telah tercapai kesepakatan damai antara kedua negara, perbedaan pernyataan antara Presiden Donald Trump dan pemerintah Iran menunjukkan bahwa komunikasi politik kedua negara belum sepenuhnya selaras.

Di sisi lain, Washington menyampaikan harapan bahwa proses denuklirisasi Iran sedang berkembang dan membuka kesempatan untuk dialog yang lebih lanjut.

Namun di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa belum ada rencana untuk mengadakan negosiasi baru dan lebih memilih fokus pada pelaksanaan kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.

Perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari ke depan diprediksi akan tetap menjadi fokus perhatian masyarakat global.

Karena dinamika hubungan antara kedua negara tidak hanya memengaruhi stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berdampak pada perdagangan energi global serta situasi geopolitik internasional.

(Kepri KPA BERITA -/ Namira)

Artikel Pilar Terkait