Pelatihan untuk Pelatih, Wasit, dan Juri Savate di Kepri
Pengurus Pusat Federasi Savate Indonesia (PP FSI) telah menyiapkan sekitar 20 pelatih, wasit, dan juri untuk mendukung penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Savate Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2026. Pelatihan yang didukung oleh Bank Tabungan Negara (Bank BTN) tersebut berlangsung di Ruko Puri Legenda, Kota Batam, pada Jumat (19/6/2026).
Ketua Umum PP FSI, Eko Puji Raharjo, menjadi narasumber dalam pelatihan ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pertandingan serta meningkatkan pemahaman sumber daya manusia terhadap aturan dan teknis pertandingan savate.
“Hari ini kami hadir di Kepulauan Riau, tepatnya di Batam, untuk memberikan pelatihan kepada pelatih, wasit, dan juri. Kegiatan ini dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Kejurprov Savate Kepri sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov Kepri yang akan datang,” ujarnya.
Eko menyampaikan bahwa perkembangan savate di Kepri cukup menggembirakan. Berdasarkan laporan dari pengurus daerah, saat ini sudah ada lima kabupaten/kota yang memiliki kepengurusan aktif dan siap mengembangkan olahraga bela diri asal Prancis tersebut.
“Kepri menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Saat ini sudah ada lima kabupaten/kota yang memiliki kepengurusan aktif dan siap mengembangkan savate,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 16 hingga 20 peserta yang terdiri dari pelatih, wasit, dan juri mengikuti materi yang diberikan oleh PP FSI. Mereka nantinya akan bertugas mengawal jalannya pertandingan pada Kejurprov Savate Kepri dan berpotensi kembali mendapatkan pelatihan tambahan jika kebutuhan perangkat pertandingan meningkat menjelang Porprov.
Eko menegaskan bahwa pelatihan bagi pelatih dan wasit merupakan fondasi penting dalam pembinaan olahraga prestasi. Dia menjelaskan bahwa kualitas pertandingan dan penentuan juara sangat bergantung pada pemahaman perangkat pertandingan terhadap aturan yang berlaku.
“Pelatih dan wasit adalah dasar dari pembinaan olahraga. Jangan sampai atlet yang sebenarnya berpotensi menjadi juara justru kehilangan kesempatan karena pelatih atau wasit tidak memahami aturan pertandingan dengan baik,” ujar Eko.
Ia menjelaskan bahwa dalam savate, seorang wasit dan juri wajib memiliki sertifikasi pelatih terlebih dahulu. Hal itu dilakukan agar seluruh perangkat pertandingan benar-benar memahami regulasi dan teknik yang berlaku dalam olahraga tersebut.
“Semua aturan savate berawal dari pelatih. Karena itu seseorang harus memiliki sertifikasi pelatih sebelum menjadi wasit atau juri,” katanya.
Eko berharap momentum ini menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Saya berharap savate di Kepulauan Riau berkembang, berprestasi, dan maju. Jangan hanya menjadi jago kandang, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa savate saat ini telah menjadi bagian dari ajang bergengsi dunia, yakni World Combat Games yang berada di bawah naungan SportAccord dan terafiliasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
“World Combat Games merupakan ajang olahraga bela diri dunia yang digelar empat tahun sekali. Tahun depan Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah di Jakarta. Ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet savate Indonesia untuk tampil dan bersaing di level dunia,” katanya.
Persiapan Menuju Porwil Sumatera
Sementara itu, Ketua Pengprov FSI Kepri, Vera, mengatakan setelah Kejurprov dan Porprov selesai dilaksanakan, pihaknya akan langsung mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera tahun depan. Bahkan, Kepri direncanakan menjadi tuan rumah pelaksanaan Porwil dan Savate akan diusulkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan.
“Setelah Porprov, fokus kami adalah Porwil tahun depan. Kepri direncanakan menjadi tuan rumah, dan kami akan mendorong savate masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan,” kata Vera.
Ia melanjutkan bahwa saat ini Savate Kepri telah memiliki sekitar 65 atlet aktif yang tersebar di lima kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 atlet merupakan putri, sementara sisanya adalah atlet putra.
Artikel Pilar Terkait
Berita KPA Kepri, Batam– Sejumlah warga Batam yang mengaku terdampar di Kamboja karena tidak mampu membayar biaya pulang…
Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota pariwisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan desain di Indonesia. Semakin tingginya…
OKE FLORES.COM - Berita terkini tentang pendistribusian bantuan sosial (bansos) kembali menarik perhatian masyarakat. Memasuki Juli 2026, pemerintah melalui…
Kepri KPA NEWS -— Veda Ega Pratama menunjukkan kemajuan yang baik sepanjang dua hari sesi Moto3 Jerman…
Ringkasan Berita: Di tengah perdebatan yang terus menarik perhatian masyarakat, Ruben Onsu dan Sarwendah ternyata secara diam-diam telah…
Ringkasan Berita: Menurut Bahlil, secara regulasi, wewenang pengelolaan wilayah kerja migas South Andaman berada di bawah pemerintah pusat,…
Kepri KPA BERITA -, MUARA BULIAN- Polres Batang Hari, Provinsi Jambi mengambil tindakan tegas untuk menangani maraknya aksi…
Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi maraknya konten parodi terkait Koperasi Desa Merah Putih/Kampung Nelayan…
