Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Mantan Ketua AJI Lukas Luwarso Sebut Jokowi Pimpin Sendiri Pemberian Gelar di Lampung

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 30, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Pemimpin Republik sebelumnya, Jokowi, menerima gelar kearifan lokal saat mengunjungi Provinsi Lampung.
  • Ex-Ketua AJI Lukas Luwarso menyatakan bahwa Jokowi adalah ketua pemberian gelar bagi dirinya sendiri.
  • Lukas meminta Jokowi untuk menjelaskan makna dari menginjak kepala kerbau secara jujur.
 

Kepri KPA NEWS –– Lima utusan lima kerajaan adat besar di Provinsi Lampung memberikan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu, (27/6/2026).

Penganugerahan gelar adat di kawasan cagar budaya Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan hari kedua kunjungan tiga hari Jokowi di Lampung yang dimulai pada Jumat.

Pada saat upacara penganugerahan gelar, Jokowi melangkahi kepala kerbau. Di sebelah kanan dan kiri terdapat beberapa tokoh dari Lampung. Foto Jokowi yang melangkahi kepala kerbau tersebut menjadi viral di media sosial.

Dikutip dari Tribun Lampunggelar yang diberikan kepada Jokowi dianggap sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi dari masyarakat adat Lampung terhadap dedikasi serta kepemimpinannya selama dua periode.

Setelah memperoleh gelar, Jokowi segera melanjutkan perjalanan politiknya ke berbagai daerah kabupaten sekitar. Ia mengucapkan terima kasih atas pemberian gelar tersebut.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Yang Mulia Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 beserta seluruh anggota perangkat adat. Saya sangat menghargai dan menghormati kebudayaan yang senantiasa kita jaga dan lestarikan bersama,” ujar Jokowi, Sabtu.

Jokowi berharap budaya Lampung serta seluruh kekayaan budaya Nusantara tetap dilestarikan dan disampaikan kepada generasi mendatang di tengah kemajuan zaman yang semakin canggih.

“Semoga tradisi ini terus diwariskan kepada keturunan kita agar budaya Nusantara, budaya Lampung, serta budaya-budaya lainnya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman yang semakin canggih,” ujar Jokowi.

Lukas Luwarso: Jokowi memimpin panitia pemberian gelar

Lukas Luwarso, mantan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada masa 1997-1999, menyatakan bahwa Jokowi menjabat sebagai ketua panitia pemberian gelarnya sendiri.

Menurut Lukas, tokoh-tokoh Lampung yang berada di samping Jokowi saat acara menginjak kerbau adalah orang-orang yang memiliki masalah. Salah satunya adalah mantan Bupati Way Kanan Zainudin Hasan. Ia pernah diperiksa terkait dugaan kasus mafia tanah.

“Kemudian, terdapat [mantan Bupati Tulang Bawang] Abdurrahmad Sarbini yang terlibat dalam korupsi pembelian kapal cepat senilai Rp2,8 miliar, korupsi pembangunan Gedung Islamic Center sebesar 17 miliar, serta korupsi pengadaan makanan dan minuman untuk PNS sejumlah Rp2,5 miliar,” kata Lukas dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan, Selasa, (30/6/2026).

Itu beberapa orang yang bermasalah menjadi anggota panitia lokal karena ketua panitiannya adalah Jokowi, dan dia sebagai impresario (penyelenggara). Dia menyediakan dana sekaligus mengatur detail-detail yang merusak tata cara tersebut, yaitu dengan menginjak kepala kerbau.

Ia menegaskan bahwa proses menginjak kerbau tersebut memang dilakukan atas inisiatifnya sendiri. Menurut Lukas, berdasarkan referensi yang ia peroleh, memang terdapat penyembelihan kerbau dalam upacara adat.

Memotong kerbau atau kambing, tetapi biasanya dimakan bersama-sama, lalu kepala kambing diletakkan di tempat tertentu, bukan diinjak. Tidak ada contoh sebelumnya. Ini pertama kalinya.

Lukas mengira bahwa tindakan Jokowi menendang kerbau merupakan pesan dari Jokowi kepada PDIP. Jokowi sebelumnya lama menjadi anggota PDIP, namun ia dikeluarkan pada akhir 2024 karena dianggap melanggar AD/ART PDIP.

“Karena sejak awal Jokowi ingin mengampanyekan PSI, partai anaknya. Nah, PSI agar bisa muncul, dia harus mengurangi dukungan, khususnya dari PDIP. Mengapa? Secara ideologis Jokowi dulu diangkat oleh PDIP, sebagai kader PDIP. Jokowi ingin merebut dukungan PDIP di daerah-daerah,” ujar Lukas menjelaskan.

Menurut Lukas, kepala kerbau yang tertindih oleh Jokowi diibaratkan sebagai kepala banteng. Jokowi, menurut Lukas, menyampaikan bahwa ia ingin menindih PDIP.

Selain itu, Lukas menyebut karnaval gajah yang dihadiri oleh Jokowi, padahal tidak ada gajah yang terlibat. Sementara itu, hewan gajah saat ini menjadi simbol partai PSI yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu dari Jokowi.

Ia meminta Jokowi untuk menjelaskan secara jujur mengenai maksud dari tindakan menekan kepala kerbau dan adanya pawai gajah.

Tokoh adat menjelaskan makna kepala kerbau yang diinjak

Tokoh adat Lampung Pepadun dari Kedatun Keagungan, Suttan Seghayo Dipuncak Nur, Mawardi Harirama, menjelaskan makna dari prosesi menginjak kepala kerbau.

Mawardi menjelaskan bahwa kerbau adalah hewan ternak yang memiliki nilai penting dalam struktur masyarakat Lampung sejak dahulu kala.

“Kerbau merupakan hewan ternak yang telah lama dipelihara oleh masyarakat Lampung, menjadi aset ekonomi serta digunakan dalam acara adat (Begawi),” kata Mawardi, Senin, (29/6/2026).

Oleh karena itu, pemotongan kerbau menjadi patokan tingginya kedudukan seseorang dalam adat Pepadun. Menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau, menurut Mawardi, memiliki dua makna yang penting dan mendalam secara fisik maupun spiritual.

“Meletakkan jari kaki di atas kerbau memiliki makna, secara fisik merupakan simbol dari status sosial yang tinggi,” katanya.

Di sisi lain, secara filosofis makna batin, Mawardi mengatakan bahwa ritual imi bertujuan untuk menghilangkan sifat binatang dalam jiwa agar hati menjadi bersih dalam menjalani setiap langkah kehidupan.

“Tujuannya adalah menghilangkan sifat-sifat hewan dalam dirinya, seperti sombong, iri, tamak, dan lainnya, agar karya-karyanya menjadi baik dan berhasil,” katanya.

Mawardi menambahkan, bagi masyarakat yang mampu, setiap tahap penting dalam kehidupan selalu diiringi dengan pemotongan kerbau.

Tradisi ini dimulai dari upacara selamatan kelahiran anak, pernikahan adat turun Mandi dan Temu Dilunjuk, yaitu saat kedua mempelai bertemu dengan menggabungkan ibu jari kakinya di atas kerbau di atas Lunjuk Balagh, hingga kewajiban memotong kerbau dalam prosesi Begawi berikutnya seperti Cakak Pepadun.

Dengan dasar adat dan upacara pembersihan jiwa, Kedatun Keagungan secara resmi memberikan gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” kepada Jokowi.

Menurut Mawardi, pemberian gelar tertinggi ini berlandaskan penilaian budaya yang matang terhadap komitmen nyata Jokowi.

(Tribunnews/Febri/Tribun Lampung/Riyo Pratama)

Artikel Pilar Terkait