Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
hukum

Dua Remaja Tewas di Selokan Bekasi, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 22, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit
Ringkasan Berita:
  • Dua pemuda ditemukan meninggal di saluran air Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi
  • Petugas Polres Metro Bekasi Kota menangkap 4 orang yang diduga sebagai pelaku
  • Sebab dan alasan kejadian masih dalam proses penyelidikan

KEPRI NEWS, Jakarta –Dua pemuda ditemukan meninggal dunia di saluran air di Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi, dalam kejadian yang kini sedang ditangani secara intensif oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Temuan ini segera diikuti dengan penyelidikan, di mana polisi juga telah menahan empat orang yang diduga terkait dengan kematian kedua korban tersebut.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih belum mampu menentukan penyebab serta motif di balik kejadian memilukan tersebut.

Beberapa langkah pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi terus dilakukan guna menyusun alur kejadian sebelum dua remaja tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bertindak cepat sejak jasad korban ditemukan pada Jumat (19/6/2026).

Ia juga membenarkan adanya kemajuan penting dalam penyelidikan, yaitu penahanan empat orang yang saat ini sedang diteliti keterkaitannya.

“Pastinya kami sangat sedih dan juga berduka kepada keluarga korban. Ada dua orang yang meninggal dunia. Namun alhamdulillah, pada Jumat sore sudah berhasil menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku,” ujar Kusumo, Minggu.

Meski demikian, pihak kepolisian belum mengambil kesimpulan mengenai alasan kejadian tersebut, termasuk kemungkinan hubungannya dengan tindakan kriminal di jalan atau bentrokan antar kelompok remaja.

Penyidik masih memperhatikan seluruh temuan di lokasi kejadian, termasuk adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang belum dijelaskan secara rinci.

Di sisi lain, pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi masih dilakukan guna mengungkap urutan kejadian.

Petugas juga telah menyita kendaraan milik korban sebagai alat bukti, sambil melakukan penyelidikan apakah kendaraan tersebut pernah berpindah tangan sebelum ditemukan di lokasi kejadian.

Penuturan warga

Diketahui, dua pemuda yang ditemukan meninggal di saluran air di Jalan Raya Mustikajaya, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, diserang oleh sekelompok orang yang mengendarai sepeda motor.

Serangan terjadi setelah kendaraan yang mereka tumpangi jatuh ke dalam saluran pembuangan.

Petugas keamanan di lokasi kejadian, Rian (36), menyebutkan bahwa rekaman kamera pengawas (CCTV) di tempat kerjanya menunjukkan dua korban dan seorang pemuda lain yang berboncengan sepeda motor dan jatuh antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB.

“Jika dilihat dari CCTV, motornya terlihat melompat, lalu api menyebar ke saluran pembuangan,” ujar Rian saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Rian, setelah ketiga korban jatuh, mereka segera didatangi oleh sekelompok orang yang datang dengan beberapa sepeda motor.

“Jika dilihat dari CCTV yang saya perhatikan, sekitar enam motor,” katanya.

Beberapa individu dalam rombongan tersebut terlihat memegang senjata tajam ketika mendekati para korban yang jatuh di saluran air.

“Setelah terjatuh kemudian terjadi serangan, saat jatuh, orang yang membawa senjata tajam menikam,” ujar Rian.

Rian tidak mampu memastikan siapa pelaku maupun jenis pisau yang digunakan karena kejadian itu hanya terlihat singkat dari rekaman CCTV.

Setelah kejadian penyerangan, sepeda motor yang digunakan oleh korban diduga dibawa lari oleh kelompok pelaku.

Kejadian yang menyebabkan kematian D dan K diduga terkait dengan perkelahian.

Kemungkinan tersebut muncul dari keterangan seorang korban selamat bernama MIA (18) yang pernah dimintai informasi oleh warga setelah ditemukan dalam keadaan luka di tempat kejadian.

“Yang selamat mengatakan itu (perkelahian),” kata Rian.

Rian menyampaikan, korban yang selamat tampak mengalami luka di bagian perut.

Sementara dua korban meninggal, Rian tidak menemukan luka yang jelas terlihat karena lokasi kejadian sudah dalam pengawasan pihak berwajib.

“Kondisinya tergeletak di saluran pembuangan, ada darah di hidung, serta luka di mata dan kaki,” katanya.

Penyebab kematian kedua korban masih menunggu hasil pemeriksaan otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sumber: WartaKotalive.com

Artikel Pilar Terkait