KPA NEWS -, JEPARA– Tiga sumur bor bantuan mulai beroperasi untuk membantu masyarakat Jepara mengatasi kekeringan di Kecamatan Kembang, serta Desa Banjaran dan Desa Kepuk di Kecamatan Bangsri mendapat bantuan sumber air baru berupa sumur bor.
Tiga sumur bor disediakan di tiga desa yang berada di Kecamatan Kembang dan Bangsri guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.
Memperhatikan kondisi pasokan air bersih di tiga desa tersebut sering kali terganggu saat musim kemarau. Akibatnya, ancaman kekeringan selalu menghantui warga ketika musim kemarau berlangsung cukup lama.
Warga Dukuh Getaan Desa Cepogo, Mutiasih menyambut positif bantuan sumur bor yang kini telah dapat digunakan.
Sebagai warga, Mutiasih memiliki harapan besar terhadap kehadiran sumur bor yang baru, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Mulai dari kebutuhan memasak, mencuci, mandi, serta kebutuhan lainnya.
Dengan adanya sumber air yang baru, pasokan air baku di daerah tersebut diharapkan tidak mengalami kekurangan selama musim kemarau. Sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air saat menghadapi musim panas.
“Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat membantu kami menghindari kesulitan air pada musim kemarau,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Diketahui kondisi sumber mata air di kawasan Cepogo, khususnya Dukuh Getaan, terbatas.
Air dari setiap sumur warga sering kali tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, banyak penduduk terpaksa mencari pasokan air bersih tambahan ketika sumur mereka tidak menghasilkan cukup air. Terlebih lagi, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Jateng, masyarakat Cempogo kini mendapatkan sumber air bersih tambahan melalui sumur bor.
Kepala Kepatuhan dan Pengelolaan Risiko Bank Jateng, Erik Abibon mengatakan, pihaknya mendirikan tiga sumur bor di Jepara dengan total bantuan sebesar Rp 450 juta.
Setiap sumur dibangun di Desa Cepogo Kecamatan Kembang, serta Desa Banjaran dan Kepuk Kecamatan Bangsri. Pengadaan sumur bor di masing-masing lokasi diberikan anggaran sebesar Rp 150 juta.
Menurutnya, ketersediaan air bersih masih menjadi masalah di beberapa daerah di Kabupaten Jepara. Oleh karena itu, sumur bor diharapkan menjadi cara permanen untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga serta mengurangi risiko warga terhadap kekeringan.
Di Cepogo, bantuan sumur bor diharapkan mampu mencapai paling sedikit 160 keluarga yang tinggal di Dukuh Getaan.
Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan warga menghadapi kekurangan air yang sering terjadi pada musim kemarau.
Erik berharap sarana yang telah dibangun dapat dipelihara dan dijaga bersama agar manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
“Sumur ini sangat penting karena merupakan kebutuhan pokok yang berdampak besar terhadap kehidupan kita. Kami menyadari beberapa daerah masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh air sehingga masyarakat menghadapi ancaman kekeringan setiap tahunnya,” ujar Erik.
Kepala Desa Cepogo, Sunaryo mengatakan, sumur bor bantuan bisa dimanfaatkan oleh penduduk di area RT 1 dan RT 2 / RW 13.
Sebelum fasilitas itu tersedia, menurutnya, sebagian warga masih memanfaatkan sumur dan sungai untuk keperluan sehari-hari.
Pada masa kemarau yang berkepanjangan, wilayah Getaan sering menerima bantuan pasokan air bersih dari BPBD Jepara karena sumber mata air mengalami kekeringan dan tidak mampu menyediakan air yang layak minum.
Kemudian, sumur bor bantuan akan dikelola oleh Kelompok Masyarakat Srikandi Bening. Selain mengelola penggunaan, mereka juga bertanggung jawab atas perawatan sarana tersebut.
“Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih di Dukuh Getaan saat musim kemarau,” katanya.
Kepala Daerah Jepara, Witiarso Utomo menyatakan, kehadiran sumur bor sering kali memberikan bantuan kepada masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau.
Ia juga berharap dukungan yang sama terus berkelanjutan agar manfaatnya dapat diperluas kepada masyarakat.
Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan. Menyediakan air bersih di tengah masyarakat bukan sekadar tentang membangun infrastruktur, tetapi lebih pada membangun masa depan, kesehatan, dan kesejahteraan penduduk.
“Yang diperlukan selanjutnya adalah jaringan distribusi air. Mudah-mudahan program ini dapat terus berlanjut agar layanan air bersih bisa mencapai lebih banyak masyarakat,” ujar dia. (Sam)
Artikel Pilar Terkait
BANDUNG – Akses terhadap pendanaan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi banyak perusahaan skala menengah yang tengah…
Kepri News – Pernahkah Anda bertanya-tanya, ke mana perginya uang parkir yang Anda bayarkan setiap hari? Apakah uang…
Ringkasan Berita: Kedai Noodle Kisamen di Cirebon memperkenalkan inovasi minuman yang menggunakan bahan dasar ube atau ubi ungu.…
Ringkasan Berita: Ketiga pemuda tersebut juga berkomitmen untuk menghapus video yang sebelumnya diunggah ke akun media sosial karena…
Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika pengelolaan parkir di Kabupaten Karimun menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai narasi yang…
KABAR BANTEN -Pemerintah Kabupaten Serang mulai mendistribusikan dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang belum…
Kepri KPA BERITA -, MUARA BULIAN- Polres Batang Hari, Provinsi Jambi mengambil tindakan tegas untuk menangani maraknya aksi…
Berita KPA Kepri -, Tangerang- Ketika masa berlaku surat izin mengemudi Anda hampir berakhir, sebaiknya segera melakukan perpanjangan.…
