Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
sosial

Menuju Jakarta 5 Abad: Strategi Pramono Anung Bangkitkan Kota Melalui UMKM dan Infrastruktur Baru

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 28, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit
Ringkasan Berita:
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan penguatan UMKM serta pengembangan infrastruktur modern sebagai langkah menuju perayaan 500 tahun Jakarta pada tahun 2027.
  • Pemprov juga menyediakan jalur pejalan kaki bawah tanah yang terhubung dengan MRT di area Bundaran HI.
  • Tindakan ini diharapkan memperkuat kompetitifitas Jakarta sebagai kota dunia sambil mendorong perkembangan ekonomi.
 

KPA BERITA -, JAKARTA –Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan perlunya kerja sama dengan berbagai komponen masyarakat guna memperkuat perekonomian rakyat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagai bagian dari rencana persiapan Jakarta menyambut usia 500 tahun pada 2027.

Menurut Pramono, perubahan Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur yang modern, tetapi juga perlu didukung oleh penguatan ekonomi rakyat agar manfaat dari pertumbuhan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Hal tersebut diungkapkannya ketika menerima kunjungan Ketua Umum DPN Ormas Rekat Indonesia, Heikal Safar, bersama sejumlah tokoh masyarakat di Balai Kota Jakarta.

“Saya berharap adanya kerja sama yang aktif dan positif di berbagai sektor, khususnya dalam bidang ekonomi rakyat modern (UMKM) bersama Rekat Indonesia dan Garuda Indonesia, guna mewujudkan Ibu Kota Jakarta yang lebih baik di masa depan,” kata Pramono.

Menginjak usia ke-499, menurut Pramono, Jakarta sedang mengalami fase perubahan menjadi kota global setelah statusnya bukan lagi sebagai ibu kota negara.

“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan pembangunan tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, serta mengembangkan sistem transportasi yang saling terhubung,” ujarnya.

Strategi ini merupakan bagian dari persiapan menyambut usia 500 tahun Jakarta pada 2027, dengan tujuan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat bisnis, perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi berkelas internasional.

Dalam rangka mendukung visi tersebut, Pramono mengungkapkan rencana pengembangan kawasan pusat kota yang terpadu melalui jalur pejalan kaki bawah tanah di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Jalur tersebut akan menghubungkan beberapa hotel utama, seperti Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, dan Hotel Indonesia Kempinski, dengan stasiun MRT sehingga mempermudah pergerakan masyarakat serta para wisatawan.

“Proyek ini akan menghubungkan Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, serta Hotel Indonesia Kempinski,” katanya.

Menurut Pramono, pengembangan koneksi tersebut merupakan bagian dari usaha menciptakan ruang kota yang lebih nyaman, canggih, dan ramah bagi pengguna jalan kaki, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di area mewah Jakarta.

Pertemuan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta yang bertema “Menuju 5 Abad Jakarta”. Pramono menyampaikan bahwa malam puncak perayaan diadakan di Bundaran HI dengan menampilkan pertunjukan seni budaya Betawi, konser musik, video mapping, serta atraksi multimedia sebagai kombinasi antara modernitas dan pelestarian budaya setempat.

“Kami menyajikan pertunjukan seni budaya Betawi, konser musik, video mapping, serta atraksi multimedia. Kegiatan ini menjadi penutup perayaan hari ulang tahun Jakarta sebelum memasuki usia lima abad,” katanya.

Ketua Umum Rekat Indonesia, Heikal Safar, memberikan apresiasi terhadap tindakan Pemprov DKI dalam mendorong kerja sama lintas sektor guna memperkuat perekonomian masyarakat serta mengembangkan infrastruktur kota yang lebih canggih.

Menurutnya, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan koneksi di kawasan penting akan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pelaku usaha setempat untuk berkembang dan memperkuat kompetitifitas Jakarta.

Selain menyampaikan visi tersebut, Pramono juga menyampaikan beberapa hasil pembangunan selama masa kepemimpinannya.

Di antaranya pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,59 persen, realisasi investasi mencapai Rp270 triliun, percepatan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, pengaturan kabel utilitas melalui Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), penguatan layanan pendidikan melalui LPDP Daerah dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), perluasan program kerja sama, digitalisasi layanan pengaduan masyarakat melalui CRM, serta peningkatan layanan kesehatan Pasukan Putih.

Masa depan, perhatian Pemprov DKI akan difokuskan pada penyelesaian masalah banjir, pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, serta pembangunan fasilitas kesehatan dengan standar internasional sebagai bagian dari persiapan Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027.

Artikel Pilar Terkait