Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Safari Politik Jokowi: Memperkuat Pengaruh untuk Masa Depan PSI dan Gibran

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 28, 2026 · 8 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 8 menit

Jakarta, IDN Times– Cuaca pagi di Boyolali masih dipenuhi udara yang segar. Saat matahari belum sepenuhnya terbit, mobil Toyota Alphard berhenti tepat di area keberangkatan Bandara Internasional Adi Soemarmo pada Jumat, 26 Juni 2026.

Jarum jam berhenti tepat pada pukul enam lebih sepuluh menit, saat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo, turun dari kendaraannya dengan penampilan yang menarik perhatian.

Kemeja lengan panjang berwarna putih sering kali menjadi ciri khas Jokowi. Namun, pada pagi itu, ia memberikan kesan yang berbeda dengan menempelkan logo gajah di bagian dada sebelah kanan dan depan topinya yang berwarna putih. Kedua logo tersebut memperlihatkan simbol Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Perubahan penampilan ini dilakukan untuk menciptakan citra baru bagi Jokowi.

Jokowi mengatakan, atribut yang dipakai tersebut adalah hadiah dari putra bungsinya, sekaligus Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

“Ya, ini dikirim oleh Ketum Kaesang (Ketum PSI) yang saya gunakan,” kata Jokowi, menjawab dengan santai pertanyaan para jurnalis pagi itu.

1. Jokowi dan rencana besar PSI dalam Pemilu 2029

Jumat, 26 Juni 2026, Jokowi memulai perjalanan politiknya ke seluruh Indonesia dengan tujuan pertama di Lampung. Kemudian, Jokowi menjelaskan alasan memilih Lampung sebagai wilayah pertama dalam rangkaian perjalanannya karena rasa cintanya terhadap masyarakat Lampung.

“Apa tujuan saya datang ke Provinsi Lampung? Apa tujuan saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, rasa cinta saya terhadap masyarakat Lampung tidak pernah pudar, tetap ada,” ujar Jokowi saat memberikan pidato dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kabupaten Mesuji.

Laproan IDN TimesDi Kabupaten Mesuji, Lampung, Jokowi menyampaikan pesan agar struktur PSI terbentuk tidak hanya sempurna secara administratif. Ia mendorong seluruh anggota PSI untuk aktif menjalankan peran politik dan sosial di tengah masyarakat, bukan hanya saat momen pemilu tiba.

“Setelah memiliki struktur partai yang lengkap hingga ke tingkat desa, tugas berikutnya adalah bagaimana membuat struktur tersebut berfungsi dan bekerja,” katanya.

Di Bandar Lampung, Jokowi menyampaikan mimpi besar PSI dalam Pemilu 2029. Dalam pidatinya, Jokowi cukup optimis PSI akan mampu masuk ke Senayan. Meski tidak menjelaskan secara rinci, agenda utama PSI tidak hanya sebatas lolos ke Senayan. Ia percaya target tersebut bisa tercapai jika seluruh mesin partai bekerja dengan maksimal. Ia menyebut angka tersebut sebagai target internal partai.

“Saya tidak perlu menyebutkan di sini, ini bersifat internal. Targetnya adalah target yang besar. Karena targetnya besar, seharusnya membutuhkan mesin yang besar dan kuat,” katanya.

Safari Politik Jokowi: Usaha Menguji Kepopuleran dan Persiapan Menuju 2029

2. Tingkat persetujuan menjadi penopang citra Jokowi

Kehadiran Jokowi di Lampung disambut dengan antusias oleh para relawan, pendukung, serta warga setempat. Mereka berbondong-bondong mendekat untuk melihat kehadiran Jokowi secara langsung. Banyak dari mereka yang segera mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen tersebut.

Berdasarkan laporan IDN TimesLampung, para relawan dan kader PSI sudah siap sejak pagi di area luar bandara serta memasang spanduk besar yang bertuliskan “Selamat Datang Bapak Jokowi Widodo dan Ketum Kaesang Pangarep. Mayoritas pendukung menggunakan kaos putih dengan logo PSI.

Reaksi ini setidaknya menunjukkan bahwa Jokowi masih menjadi daya tarik khusus. Tidak heran, selama sepuluh tahun memimpin, Jokowi mengedepankan pendekatan Indonesia-sentris, dengan menjadikan pembangunan tidak hanya berfokus di Kepulauan Jawa.

Selain itu, Jokowi juga mengakhiri jabatannya sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia dengan prestasiapproval ratingyang tinggi. Lembaga survei Poltracking Indonesia dalam periode 8–14 September 2024 menunjukkan hingga 86,5 persen masyarakat merasa puas dengan kinerja pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Selain itu, dalam jajak pendapat Litbang Kompas pada 27 Mei hingga 2 Juni 2024, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 75,6 persen. Litbang Kompas juga menemukan bahwa angka ini merupakan hasil tertinggi sejak survei berkala terhadap periode pemerintahan kedua dilakukan setelah pelantikan pasangan tersebut pada Oktober 2019 lalu.

Manager Litbang Kompas Ignatius Kristanto mengungkapkan, survei tersebut memperkuat konsistensi kebijakan Jokowi yang dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Ignatius Kristanto dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema ‘Satu Dekade Memimpin Indonesia, Lebih Dari 70% Publik Puas’, pada Jumat 4 Oktober 2024 lalu.

“Ini merupakan tren yang langka terjadi. Sebelumnya, pemerintahan Gus Dur, Megawati, hingga SBY, semuanya menunjukkan penurunan tingkat kepuasan pada akhir masa jabatannya. Namun, Jokowi mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan, khususnya dalam tiga bulan terakhir,” ujarnya dalam forum tersebut.

Jokowi Mengakui Tidak Berubah: Saya Masih Seorang Warga Desa

3. Permainan politik, cara Jokowi mempertahankan pengaruh

Kepala Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menganggap kunjungan politik Jokowi ke berbagai daerah sebagai upaya untuk mempertahankan dan memperkuat basis politik yang telah dibentuk selama dua periode kepemimpinannya.

Menurutnya, dengan melakukan kunjungan langsung ke berbagai daerah, Jokowi berusaha membuktikan bahwa dirinya masih memiliki jaringan politik yang kuat. Tindakan ini justru bisa menjadi modal penting bagi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, serta PSI dalam menghadapi persaingan politik yang akan datang.

“Saya pikir ini menjadi keuntungan tersendiri bagi PSI dan atau Mas Gibran untuk dipilih kembali dalam Pilpres 2029,” kata Arifki kepadaIDN Times, saat dihubungi Minggu (28/6/2026).

Selanjutnya, Arifki menilai, kehadiran Jokowi sebagai mantan presiden yang menjabat dua periode masih memiliki daya tarik elektoral yang besar. Oleh karena itu, pengaruh politiknya berpeluang memengaruhi peta dukungan partai politik di masa depan.

Dasar pemilih yang selama ini dekat dengan Jokowi berpotensi menjadi elemen krusial dalam persaingan politik menuju Pemilu 2029. Terlebih lagi, Jokowi dianggap memiliki hubungan dekat dengan pemilih di berbagai wilayah, khususnya di Pulau Jawa sebagai basis suara terbesar nasional.

“Saya pikir jika PDIP tidak mampu memahami hal ini maka secara tidak langsung akan ada ancaman di masa depan. Misalnya, basis pemilih bisa beralih ke Pak Jokowi atau ke PSI karena secara tidak langsung Jokowi adalah orang Solo, orang Jawa yang secara tidak langsung akan memengaruhi basis pemilih yang ada,” katanya.

4. Perjalanan politik Jokowi dan masa depan PSI-Gibran dalam Pemilu 2029

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menganggap hubungan Jokowi dengan PSI semakin sulit dipisahkan secara institusi. Menurutnya, berbagai kegiatan politik Jokowi di Lampung yang memakai atribut PSI serta partisipasinya dalam agenda konsolidasi partai memperkuat kesan masyarakat bahwa keduanya memiliki ikatan politik yang semakin dekat.

Munculnya Jokowi dalam berbagai kegiatan PSI, termasuk rapat koordinasi wilayah, bisa dianggap sebagai bagian dari upaya Jokowi untuk melembagakan “efek Jokowi” agar memiliki bentuk politik yang lebih teratur dan berkelanjutan.

“ini bisa diungkapkan sebagai bagian dari cara Pak Jokowi membentuk Jokowi efek agar semakin memiliki wujud agar dapat bekerja secara lebih teratur dan sistematis serta agar Jokowi efek semakin berdampak dan bukan hanya relevan saat Pemilu 2024,” ujar Agung kepadaIDN Times, Minggu (27/6/2026).

Selain itu, tindakan Jokowi ini juga berkaitan dengan persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Sebagai partai nonparlemen, PSI harus lebih cepat bergerak dalam menghadapi proses verifikasi administratif dan verifikasi nyata sebagai peserta pemilu.

Agung berpendapat, kehadiran Jokowi berpotensi menjadi faktor krusial dalam memperkuat posisi PSI. Dengan tingkat popularitas yang masih tinggi, Jokowi mampu berperan sebagai tokoh sentral dan pengumpul suara (vote getter), sebagaimana figur presiden sebelumnya yang berperan sebagai simbol kekuatan partai masing-masing.

“Dengan keikutsertaan Pak Jokowi sebagai”vote gettersebagai tokoh utama seperti para presiden sebelumnya, Bu Mega di PDIP, SBY di Demokrat, dan Prabowo di Gerindra,” katanya.

Selanjutnya, Agung memandang rangkaian safari politik Jokowi bersama PSI bukan hanya sebagai agenda kunjungan biasa, melainkan bagian dari penguatan partai. Ia menganggap hubungan antara PSI dan Jokowi bersifat saling menguntungkan karena keduanya saling memerlukan.

Agung menyampaikan, Jokowi memerlukan alat politik untuk menjaga dan mengelola pengaruh yang terbentuk selama dua periode kepemimpinannya. Bagi PSI, tokoh Jokowi dianggap penting dalam memperkuat aktivitas politik partai di tengah masih rendahnya keterikatan emosional pemilih terhadap partai politik.

“Dalam situasi party identificationyang masih rendah, partai memerlukan seseorang yang mampu menjadi wajah nyata dari aktivitas politik mereka. Pak Jokowi adalah salah satu tokoh yang memiliki kemampuan demikian,” katanya.

Mengenai masa depan politik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Agung menilai bahwa konsolidasi antara Jokowi dan PSI saat ini pada akhirnya juga memiliki aspek strategis dalam menjaga kelanjutan karier politiknya.

Menurutnya, sebagai wakil presiden dengan pengalaman politik yang panjang, Gibran memerlukan dukungan dan struktur politik yang solid untuk menghadapi pemilihan mendatang. Hal ini juga sesuai dengan sikap politik Jokowi yang berharap pemerintahan Prabowo-Gibran dapat berlangsung selama dua periode.

“Kembali menjadi Wapres presiden Prabowo atau kalau tidak diajak dia akan berkontestasi dengan petahanan, karena bagaimanapun ruang politik Gibran harus terus maju karena dalam benak Pak Jokowi legasi ataupun kekuatan politik keluarga Solo harus terus dirawat,” tutur dia.

5. Isu Prabowo-Gibran 2 periode belum masuk agenda politik Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan Gerindra menyambut positif kembalinya Jokowi beraktivitas di ruang publik.

Hal ini menandakan Jokowi telah kembali fit karena sebelumnya sempat sakit. Namun, Gerindra menganggap, safari politik Jokowi tersebut merupakan hal yang wajar sebagai seorang tokoh bangsa dan negarawan.

“Kami dari Gerindra. Kami mengucapkan selamat karena artinya beliau telah pulih kembali, sudah dalam keadaan sehat, sebelumnya sempat tidak dalam kondisi prima. Sebagai tokoh dan negarawan, saya rasa tidak ada masalah juga,” ujarnya saat diwawancara di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Sementara itu, saat ditanya mengenai dukungan Jokowi agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkelanjutan selama dua periode, Prasetyo menjawab bahwa pemerintah belum mempertimbangkan agenda politik tersebut.

Sebaliknya, ia menekankan bahwa pemerintah masih memiliki banyak tugas yang perlu diselesaikan selama masa pemerintahan saat ini. Beberapa isu yang menjadi prioritas, mulai dari masalah ketenagakerjaan, penataan kesejahteraan guru, penyempurnaan aparatur sipil negara (ASN), hingga percepatan industrialisasi dan hilirisasi.

“Belum, belum. Kita ketika mewakili pemerintah, mewakili pak presiden, yang utama adalah fokus pada pekerjaan terlebih dahulu. Kita belum memikirkan hal tersebut,” kata Prasetyo.

6. PSI menyangkal bahwa safari politik Jokowi merupakan bagian dari konsolidasi

Namun, Ketua DPP PSI, Bestari Barus sempat menyangkal bahwa agenda blusukan Jokowi ke berbagai daerah merupakan langkah politik menjelang Pemilu 2029. PSI justru mengatakan, kegiatan tersebut justru mendukung program pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Bestari juga menyangkal isu tentang matahari kembar antara Prabowo dan Jokowi. Menurutnya, Jokowi tetap mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Selain itu, ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan hal yang baru bagi Jokowi. Mengingat ia sering berjumpa dengan masyarakat di rumahnya di kawasan Surakarta, Jawa Tengah.

“Justru ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa, apa yang disampaikan Pak Jokowi juga merupakan dukungan terhadap Pak Prabowo dan Mas Gibran. Dukunglah program-program kerjanya. Tidak ada istilah matahari kembar, persiapan (menjelang Pemilu 2029) A, B, C, D,” katanya saat dihubungi.IDN Times, Selasa, 23 Juni 2026.

Artikel Pilar Terkait