Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Batam

Pria Misterius Bawa Mobil Jenazah ASN di Parkiran Bandara

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 25, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit
Ringkasan Berita:
  • Jenazah Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, yang ditemukan membusuk di dalam mobil dinas di Bandara Juanda, dipastikan sengaja dibuang oleh seorang pria tak dikenal.
  • Rekaman kamera pengawas menunjukkan mobil yang dikemudikan oleh seorang pria bermasker, dengan kursi depan sebelah kiri dalam keadaan terlentang di mana korban diduga telah meninggal dunia.
  • Korban hilang sejak 18 Juni dan ditemukan pada 24 Juni karena bau yang menyengat, kini pihak kepolisian sedang mengejar pelaku dengan menyita tas serta ponsel korban.

Kepri KPA BERITA, Sidoarjo– Rahasia misteri di balik penemuan jenazah Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), mulai terungkap.

Jenazah yang ditemukan membusuk di dalam mobil dinas Toyota Innova berwarna hitam di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, telah dipastikan dibuang oleh seorang pria tak dikenal.

Fakta mengejutkan ini terungkap melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket masuk parkir Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima, menyampaikan bahwa dalam rekaman tersebut terlihat jelas bahwa mobil dengan plat dinas M 1090 GP dikemudikan oleh seseorang lain, bukan Ruly.

“Ternyata ada (sopir) yang membawa masuk, ada orang lain dari tempat duduk pengemudi yang mengambil tiket. Jok depan kiri dilipat, di situ posisi kursi jenazah dengan kaki terlipat,” jelas Risang menunjukkan bukti rekaman CCTV, dikutip Surya.co.id.

Untuk menyembunyikan tindakan jahatnya, pria tak dikenal yang berada di kursi kemudi secara sengaja memakai masker wajah saat melakukan transaksi di loket bandara.

Namun demikian, keberadaan sopir yang melarikan diri tampaknya tidak akan berlangsung lama. Risang menyebutkan bahwa jejak digital pelaku pernah tercatat tanpa menggunakan masker di lokasi lain sebelum memasuki bandara.

“Wajah sopir terlihat menggunakan masker dalam rekaman CCTV di loket parkir masuk bandara, namun wajahnya jelas terlihat dalam CCTV saat berada di Malang,” tegasnya.

Berdasarkan posisi jok samping kiri yang secara sengaja ditegakkan, keluarga menduga kuat bahwa Ruly sebenarnya sudah meninggal saat dibawa masuk ke area bandara.

Pelaku diduga sengaja memilih Bandara Juanda sebagai tempat pembuangan untuk menyembunyikan jejak pembunuhan serta meninggalkan korban bersama mobil dinasnya.

Laporan tentang hilangnya korban hingga ditemukan dalam keadaan membusuk

Deretan kejadian buruk ini dimulai ketika pejabat tingkat III tersebut mengucapkan perpisahan dan meninggalkan rumahnya pada hari Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Di malam hari, Ruly masih sempat melakukan panggilan video dan mengirimkan lokasinya yang berada di kawasan Pujon, Malang, kepada keluarga.

Komunikasi terakhir terjadi pada pagi hari Sabtu bersama suaminya, hingga akhirnya ponsel Ruly tiba-tiba mati total dan kehilangan koneksi pada siang harinya.

Kekhawatiran mulai menyebar setelah keluarga mengetahui bahwa Ruly tidak pernah kembali ke kantor sejak Kamis, meskipun pada hari Rabu (17/6/2026) malam, ia masih hadir dalam acara pisah sambut Dandim di Pendapa Agung Bangkalan.

Setelah tiga hari pencarian mandiri yang tidak membuahkan hasil, keluarga terkejut dengan berita viral di media sosial pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB mengenai ditemukannya mobil dinas korban di jalur menuju Terminal 1 Bandara Juanda.

Sayangnya, Ruly ditemukan berada di dalam kabin dengan pakaian berwarna kuning, mengenakan jilbab, dan tubuhnya sudah mengalami penguraian yang parah.

Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga dan para pengemudi taksi bandara yang mencurigai bau menyengat dan cairan aneh yang menetes dari celah pintu mobil dinas itu.

Proses penyelamatan yang melibatkan tim Basarnas Surabaya berlangsung sangat menegangkan dan memakan waktu 30 menit akibat ruang kabin yang sempit serta dipenuhi darah.

Saat ini, jenazah Ruly telah tiba di rumah duka di Perumda Kota Bangkalan pada hari Kamis (25/6/2026) dini hari setelah menjalani proses autopsi yang berlangsung selama tujuh jam di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo.

Tim Satreskrim Polresta Sidoarjo bersama Polsek Sedati segera bertindak cepat dalam mengamankan barang bukti berupa tas dan ponsel korban guna mengejar sosok pria bermasker yang menjadi otak utama dari kematian tragis sang Sekretaris Dinas.

Artikel Pilar Terkait