Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
KARIMUN

Pria bermasker tinggalkan jasad Ruly di mobil, kabur naik ini

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 25, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Muncul tanda-tanda pria berpakaian masker yang membawa jenazah Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50) dalam mobil dinas, memasuki area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo pada Sabtu (20/6/2026).
  • Laki-laki yang mengenakan masker itu meninggalkan tubuh Ruly, lalu naik ke kendaraan umum.
  • Keluarga tidak mengenali sosok pria yang memakai masker itu.
 
 

Kepri KPA NEWS –– Terungkap tindakan seorang pria berpakaian masker yang membawa jasad Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50) dalam mobil dinas, memasuki area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo pada Sabtu (20/6/2026).

Pria yang mengenakan masker tersebut terlihat dalam rekaman kamera pengawasan di loket masuk parkir bandara pada hari Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB.

Tidak ada orang lain dalam mobil dinas tersebut, kecuali almarhumah Ruly dan pria berpakaian masker yang duduk di kursi kemudi.

Wakil hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya, mengungkap deskripsi pria berkaos kaki putih yang menggunakan kacamata minus, rambut tipis di sisi kanan dan kiri, kulit putih, serta memakai jam tangan di pergelangan tangan sebelah kiri.

Rekaman kamera pengawasan tersebut juga menunjukkan wajah pria yang mengenakan masker keluar dari mobil sendirian, kemudian beralih ke kendaraan lain.

“Seseorang beralih ke kendaraan lain, yaitu kendaraan umum. Ke mana pria tersebut pergi, saat ini masih dalam penyelidikan. Semoga kasus ini segera terungkap,” ujar Risang.

Risang memastikan anggota keluarga tidak mengenali sosok pria yang menggunakan masker itu.

“Karena sebenarnya, meskipun wajahnya tertutup masker tetap bisa dikenali. Namun, keluarga tidak mengenal gerak-gerik pria di CCTV, tidak mengenal,” ujar Risang.

Dugaan Korban Tindak Pidana

Kemungkinan adanya tindak pidana terkait kematian Ruly Yunis Setawati semakin menjadi.

Ini setelah hasil otopsi terhadap wanita berusia 50 tahun menunjukkan luka robek pada telinga kiri yang diduga disebabkan oleh benturan atau pemukulan dengan benda tumpul.

Selain itu, hasil visum yang dilakukan oleh tim forensik rumah sakit Bhayangkara di Porong, Sidoarjo juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata korban.

Sementara mengenai kondisi perut korban yang membesar, diperkirakan disebabkan oleh proses pembusukan jenazah.

Karena hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh organ tubuh memang telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Perut yang membesar bukan disebabkan oleh kehamilan. Namun, akibat proses pembusukan pada jenazah,” ujar Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik oleh tim medis, diperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari saat ditemukan.

Ini yang menyebabkan tubuhnya sudah membengkak atau mengalami kerusakan hingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Ini memperkuat dugaan bahwa korban telah meninggal saat dibawa ke area parkir Bandara Juanda.

Sebelumnya, mobil dinas tercatat oleh kamera CCTV di loket masuk parkir bandara pada hari Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB, sedangkan jenazah Ruly baru ditemukan pada hari Rabu (24/6/2026).

Fakta ini juga sejalan dengan prediksi ahli hukum keluarga, Risang Bima Wijaya.

Sebelumnya Risang mengatakan kemungkinan RYlu telah meninggal di luar kemudian dibuang ke Bandara Juanda.

Risang juga mengungkapkan dua kemungkinan terkait kematian ibu Ruly di dalam mobil dinas operasional PRKP Pemkab Bangkalan.

Pertama, kematian alami mungkin terjadi akibat serangan jantung dan kematian mendadak.

Kemungkinan kedua, menurut Risang, terdapat sesuatu yang tidak wajar terkait kematian, seperti pembunuhan atau kejadian serupa, yang kemudian dibuang di Bandara Juanda.

“Tetapi jika kejadian pidana sudah pasti terjadi karena orang yang mengemudikan mobil almarhumah pasti terekam di CCTV tiket Bandara Juanda. Mobil masuk ke bandara pada hari Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB. Kemungkinan korban meninggal dunia di luar, sehingga hanya dibawa ke bandara untuk dibuang,” jelas Risang.

Untuk keperluan penyelidikan, beberapa barang milik Ruly telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai alat bukti.

Mulai dari Kartu Tanda Penduduk, ponsel, dompet, hingga gambar dari CCTV sudah berada di tangan penyidik.

“Barang yang tidak ditemukan, namun belum tentu hilang atau diambil, adalah gelang dan kalung, tidak terlihat di leher maupun lengan. Mungkin saja barang tersebut sudah dimasukkan ke dalam tas,” ujarnya.

Pesan Terakhir Korban Kepada Anaknya

Munculnya pesan terakhir Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), sebelum jenazahnya ditemukan di dalam mobil dinas M 1090 GP yang sedang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo.

Pesan terakhir disampaikan kepada putra satu-satunya melalui panggilan video pada hari Kamis (18/6/202).

Menceritakan, pada hari Kamis pagi, Ruly melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Ia berangkat bekerja dari rumah menuju kantor Dinas PRKP yang terletak di kompleks perkantoran Pemda Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, hanya membutuhkan lima menit.

Karena sudah menjadi kegiatan harian, dia tidak mengucapkan perpisahan kepada anggota keluarganya.

“Pada hari Kamis (18/6/2026) pukul 10 pagi, ia keluar rumah tanpa memberi kabar terlebih dahulu, hanya pergi dan dianggap sebagai kegiatan kerja seperti biasanya,” kata Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga saat diwawancarai, Kamis (25/6/2026).

Baru-baru ini, pada malam Kamis, Ruly menghubungi putranya yang satu-satunya untuk menyampaikan bahwa ia harus pergi ke Malang karena ada urusan.

Saat itu dia pernah membagikan lokasi di sebuah toko buah di Pujon, Kabupaten Malang.

Kepada putra laki-laki yang telah memasuki semester IV pendidikan tinggi, almarhumah Ruly dikenal sebagai Risang menyarankan agar sementara tinggal bersama neneknya.

“Mereka tinggal berdua di Perumahan Lavender, almarhumah mengatakan akan kembali dari Malang pada hari Sabtu,” kata Risang.

Ruly kemudian melakukan panggilan video dengan adiknya pada malam Sabtu, membicarakan masalah pakaian yang akan digunakan untuk acara wisuda adiknya.

Itu adalah komunikasi terakhir Ruly dengan keluarganya sebelum ia dilaporkan hilang dan akhirnya jenazahnya ditemukan di dalam kendaraan yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo.

Artikel Pilar Terkait