Memoar Agus Widjojo: Kehidupan dan Pemikiran Seorang Tokoh Reformasi Militer
Buku memoar yang berjudul Militer Pemikir, Pemikir Militer resmi dirilis dengan mengangkat sisi lain dari sosok purnawirawan TNI yang dikenal sebagai tokoh penting dalam reformasi militer di Indonesia. Buku ini menjadi wadah untuk mengeksplorasi peran serta pemikiran Agus Widjojo selama masa pengabdiannya. Dalam penyusunan buku ini, terlibat sebanyak 60 penulis yang berkontribusi dalam berbagai bab.
Peluncuran buku ini dilakukan pada Senin (22/6/2026) di Kompas Institute, Jakarta. Acara tersebut juga diiringi sesi bedah buku bersama para penulis. Selain para penulis, acara turut dihadiri oleh adik Agus Widjojo, Nani Sutojo. Sesi ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan isi buku secara lebih mendalam kepada masyarakat.
Salah satu bab yang dibahas dalam sesi bedah buku adalah Sasmita di Balik Seragam. Bab ini ditulis oleh Jaleswari Pramodhawardani, akademisi sekaligus mantan Deputi V Kantor Staf Presiden yang aktif dalam isu reformasi sektor keamanan dan kebijakan publik. Dalam tulisannya, Jaleswari mengajak pembaca untuk melihat sosok Agus Widjojo tidak hanya sebagai prajurit TNI, tetapi juga sebagai seorang pemikir yang konsisten dalam mendorong profesionalisme militer serta penguatan demokrasi di Indonesia.
Dalam kutipan dari bab tersebut, ia menyampaikan bahwa “Ada sebuah kebenaran yang getir, tetapi luhur dalam setiap kepergian. Bahwa kematian pada puncaknya memiliki bobot yang sama beratnya dengan kehidupan.” Hal ini menjadi representasi dari makna yang ingin disampaikan melalui istilah sasmita, yang dipilih sebagai simbol dari makna di balik seragam yang dikenakan Agus Widjojo selama pengabdiannya.
Menurut Jaleswari, istilah sasmita mengandung makna yang mendalam. Ia menjelaskan bahwa seragam yang dikenakan Agus Widjojo tidak hanya menunjukkan posisinya sebagai bagian dari institusi yang memiliki kewenangan menggunakan kekuatan negara. Di balik itu, terdapat komitmen yang kuat terhadap demokrasi dan supremasi sipil.
Ia menekankan bahwa melalui seragam tersebut, ia ingin menyampaikan bahwa Pak Agus bukan semata-mata bagian dari institusi yang diberi kewenangan oleh negara untuk menggunakan kekuatan. Namun, beliau juga tidak pernah berhenti mengedarkan dan melipatgandakan wacana tentang pentingnya supremasi sipil dalam negara demokrasi.
Selama mengenal Agus Widjojo, Jaleswari menilai almarhum merupakan figur yang konsisten mendorong transformasi TNI agar sejalan dengan perkembangan demokrasi Indonesia pasca-reformasi. Ia mengingat bagaimana pada awal era reformasi, ruang dialog antara masyarakat sipil dan militer tidak selalu mudah dibangun. Namun, melalui berbagai forum diskusi dan perdebatan yang berlangsung selama bertahun-tahun, lahir berbagai gagasan yang kemudian menjadi bagian penting dari reformasi sektor keamanan.
Jaleswari memberikan contoh proses panjang lahirnya Undang-Undang TNI yang melibatkan DPR, Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, akademisi hingga kelompok masyarakat sipil. Menurutnya, Agus Widjojo termasuk sosok yang meyakini bahwa profesionalisme TNI dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan dalam kehidupan bernegara.
Pemikiran tersebut menjadi benang merah yang dihadirkan dalam memoar ini. Pembaca diajak memahami bahwa di balik seragam militer yang dikenakannya, terdapat gagasan besar mengenai demokrasi, reformasi institusi, serta hubungan yang sehat antara militer dan pemerintahan sipil.
Bagi Jaleswari, warisan terbesar Agus Widjojo bukan hanya jejak pengabdiannya sebagai prajurit, melainkan juga pemikiran yang terus relevan dalam menjaga demokrasi Indonesia. Ia menekankan bahwa beliau tidak pernah berhenti mengedarkan dan melipatgandakan wacana tentang pentingnya supremasi sipil dalam negara demokrasi serta bagaimana profesionalisme TNI juga penting untuk dibangun dalam demokrasi.
Artikel Pilar Terkait
Kepri KPA NEWS -, JAKARTA - Lima forum PNS Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja danPPPK paruh waktubertemu Menteri…
Kepri KPA NEWS .-CO, TENGGARONG – Penggeledahan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara oleh Tim Penyidik…
Ringkasan Berita: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Pemerintah Kabupaten Kukar menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dugaan tindak pidana…
Ringkasan Berita: Mahfud MD mengkritik pengelolaan BGN, menyebut dugaan tindak pidana korupsi terjadi sejak awal pelaksanaan program MBG.…
BELUMhilangnya ingatan kita terhadap tindakan konstitusional yang dilakukan oleh Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2025 (Perpolri Jabatan…
Kepri KPA NEWS -– Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, akan menghadapi sidang…
Kepri KPA NEWS -Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menekankan bahwa data yang tepat menjadi dasar pokok…
Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi maraknya konten parodi terkait Koperasi Desa Merah Putih/Kampung Nelayan…
