Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
viral

Pembuat Video Viral Bangunan KDMP di Seluma Minta Maaf dari Tengah Hutan

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 7, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit
Ringkasan Berita:
  • Ketiga pemuda tersebut juga berkomitmen untuk menghapus video yang sebelumnya diunggah ke akun media sosial karena dianggap telah menimbulkan kesalahpahaman mengenai lokasi pembangunan Gedung KDMP.
  • Mereka tidak menyadari bahwa di bagian atas lokasi masih terdapat permukiman penduduk dan kawasan tersebut merupakan bagian dari wilayah Desa Sungai Petai.
  • Pemilihan lokasi pembangunan Gedung KDMP telah dilakukan melalui musyawarah desa dan merupakan bagian dari rencana penataan wilayah.
 

Laporan Wartawan Kepri KPA NEWS, Yayan Hartono

Kepri KPA BERITA -, SELUMA– Tiga pemuda dari Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, memohon maaf kepada Pemerintah Desa Sungai Petai dan tokoh masyarakat setelah video yang mereka unggah di media sosial menyebar secara viral, pada pagi hari Selasa (7/7/2026).

Di dalam video mereka, mereka menyebutkan bahwa bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Desa Sungai Petai terletak di tengah hutan.

Mohon maaf disampaikan secara langsung melalui proses mediasi yang berlangsung di lokasi pembangunan Gedung KDMP Desa Sungai Petai.

Acara ini dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta ketiga pembuat video sebagai bentuk penjelasan terkait informasi yang telah menyebar luas di media sosial.

Seorang pembuat video, Deri (25), menceritakan bahwa kejadian tersebut dimulai ketika dirinya bersama dua temannya sedang mencari buah durian di area tersebut.

Pada saat itu, mereka baru sekali melewati jalan menuju lokasi, sehingga mengira bangunan tersebut terletak jauh dari pemukiman penduduk.

Menurut Deri, mereka tidak menyadari bahwa di bagian atas lokasi masih terdapat permukiman warga dan area tersebut termasuk dalam wilayah Desa Sungai Petai.

“Awalnya kami hanya iseng membuat cerita di media sosial dan tidak menyangka akan menjadi viral,” katanya.

Di sisi lain, Adi (28) menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Desa Sungai Petai.

“Kami mohon maaf kepada seluruh warga Desa Sungai Petai. Permintaan maaf ini datang dari kesadaran kami sendiri dan tidak ada tekanan dari siapa pun,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sungai Petai, Rendi, menghargai niat baik ketiga pemuda tersebut yang datang langsung untuk menjelaskan serta meminta maaf kepada warga masyarakat.

Menurut Rendi, tindakan tersebut merupakan solusi yang tepat agar masalah tidak berkembang menjadi salah paham yang berlarut-larut di tengah masyarakat.

“Kami menghargai mereka yang hadir secara langsung untuk meminta maaf. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran akan tanggung jawab atas informasi yang pernah beredar dan menyebabkan persepsi yang salah,” kata Rendi.

Selain menyampaikan permintaan maaf, ketiga pemuda tersebut juga berkomitmen untuk menghapus video yang sebelumnya diunggah ke akun media sosial karena dianggap telah menimbulkan kesalahpahaman mengenai lokasi pembangunan Gedung KDMP.

Berdasarkan pemeriksaan langsung di lokasi, cerita yang menyatakan Gedung KDMP berada di tengah hutan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Posisi bangunan hanya berjarak sekitar 150 meter dari pemukiman penduduk dan terletak di area antara Dusun I Transbandep dan Dusun II Desa Sungai Petai.

Tokoh masyarakat Desa Sungai Petai, Lekat Imron, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap munculnya video yang dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari lokasi pembangunan KDMP.

Menurutnya, penentuan lokasi pembangunan Gedung KDMP telah melalui musyawarah desa dan merupakan bagian dari rencana pemanfaatan wilayah agar pembangunan tidak terkonsentrasi di satu tempat.

“KDMP ini berada di kawasan desa, bukan di tengah hutan seperti yang disampaikan. Di sekitar lokasi masih terdapat penduduk yang tinggal dengan jarak sekitar 150 meter. Hal ini merupakan bagian dari program perluasan dan pengembangan Desa Sungai Petai,” ujar Lekat Imron.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam menyusun dan menyebarkan konten di platform media sosial, khususnya yang berkaitan dengan informasi yang bersifat umum.

“Kami menerima permintaan maaf yang disampaikan ketiga pemuda ini, karena dilakukan secara terbuka dan diiringi niat tulus untuk memperbaiki informasi yang telah menyebar luas,” tutup Lekat Imron.

Artikel Pilar Terkait