Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
viral

Inovasi kopi ubi ungu Cirebon viral dengan tiga rasa unik

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 7, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  1. Kedai Noodle Kisamen di Cirebon memperkenalkan inovasi minuman yang menggunakan bahan dasar ube atau ubi ungu.
  2. Tiga pilihan baru yang tersedia adalah Ubee Original, Ubee Matcha Latte, dan Ubee Coffee Latte.
  3. Pemilik kafe, Sampriatna, terinspirasi oleh tren minuman ube yang sedang populer di Amerika Serikat.
  4. Pengunjung merespons dengan baik terhadap kombinasi rasa kopi yang pahit bersama tekstur ubi yang lembut dan kaya.
  5. Minuman ini dijual dengan harga yang murah, mulai dari Rp18.000 per gelas.
 

Liputan Jurnalis Kepri KPA NEWS -, Eki Yulianto

Kepri KPA BERITA, CIREBON –Di tengah panasnya iklim Pantura Cirebon, segelas minuman sejuk sering menjadi solusi untuk menghilangkan rasa haus.

Namun, di sebuah kafe di Kabupaten Cirebon, tersedia campuran yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menawarkan pengalaman rasa yang unik.

Ubi ungu kini hadir dalam dunia kopi, menciptakan kombinasi warna, aroma, dan rasa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar minuman modern.

Inovasi ini muncul di Kisamen Noodle Bar yang terletak di Jalan Telar Asem Blok Dukumalang, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kafe ini menyediakan tiga jenis minuman yang menggunakan bahan ube, yaitu Ubee Original, Ubee Matcha Latte, dan Ubee Coffee Latte.

Dari balik meja bar, proses penyajian minuman terlihat sangat menarik.

Pasta ube berwarna ungu dihamparkan di dinding gelas plastik, lalu dicampurkan dengan susu dingin, es batu, matcha, serta espresso segar yang baru diambil dari mesin kopi.

Akhirnya menghasilkan variasi warna ungu, putih, hijau, dan cokelat yang menarik perhatian sebelum akhirnya dinikmati.

Pemilik Kisamen Noodle Bar, Sampriatna menyampaikan bahwa ide menghadirkan minuman dengan bahan ube berawal dari tren yang sedang berkembang di luar negeri, khususnya Amerika Serikat.

“Terinspirasi dari media sosial. Di Amerika, Ube Matcha ini sedang tren. Kami berusaha menyajikannya dengan menyesuaikan rasa agar sesuai dengan selera masyarakat Cirebon,” kata Sampriatna saat berdiskusi dengan media, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, umbi ini dipilih karena memiliki rasa yang lembut dan mudah dikombinasikan dengan berbagai bahan minuman.

“Ube memiliki rasa yang lembut dan khas. Kami mencoba membuat versi yang lebih ringan, lembut, dan tidak terlalu manis,” katanya.

Sampriatna menganggap, rasa ube sebenarnya sangat mirip dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa dengan berbagai olahan umbi.

“Menurut saya sangat cocok untuk lidah orang Cirebon. Ubi sudah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat. Tinggal bagaimana rasanya kami sesuaikan agar lebih lembut dan nyaman dinikmati,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap variasi memiliki ciri khas masing-masing.

Bersama matcha, ube menciptakan rasa tanah yang kaya dengan tekstur yang halus.

Sementara saat berjumpa dengan espresso, muncul rasa pahit yang sedikit menghasilkan keseimbangan pada keseluruhan rasa.

“Jika menggunakan matcha, rasanya lebih earthy dan kaya. Jika dengan kopi, ada rasa pahit yang sedikit sehingga tidak terlalu manis,” katanya.

Tidak hanya mengandalkan rasa, warna ungu alami dari ubi juga menarik perhatian para pengunjung.

Warna tersebut berasal dari pigmen alami yang disebut antosianin, yang umum ditemukan pada bahan makanan berwarna ungu.

“Orang mungkin awalnya penasaran karena warnanya. Namun yang membuat mereka kembali adalah rasanya, itulah yang kami jaga,” katanya.

Ia bahkan menyebut campuran kopi dan umbi ini masih dianggap baru di Cirebon.

“Untuk di Cirebon sendiri, ini masih bisa dikatakan baru. Kombinasi kopi dan ube yang lembut seperti ini belum banyak ditemui,” kata Sampriatna.

Meski memiliki konsep yang berbeda, harganya tetap terjangkau.

Pengunjung hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp 18 ribu untuk menikmati minuman yang menggunakan bahan umbi tersebut.

Seorang pelanggan, Arrum Lestari (24) mengungkapkan, awalnya meragukan kombinasi kopi dan ubi ungu.

Namun rasa penasaran akhirnya membuat dia mencoba minuman itu.

“Awalnya bingung, mengapa kopi memiliki rasa ubi? Apakah masuk akal? Tapi setelah mencobanya, ternyata lezat,” jelas Arrum.

Menurutnya, rasa kopi tetap menjadi ciri khas dari minuman tersebut, sedangkan ube memberikan tekstur yang lebih halus dan kaya.

“Rasanya tetap kopi, namun susu memberikan tekstur yang lebih kental. Jadi rasanya lebih kaya,” katanya.

Arrum bahkan membandingkan rasa ube dalam minuman tersebut dengan tekstur selai yang lembut dan menyatu dengan kopi.

“Rasanya memang terasa, hanya kacangnya memberikan sensasi tambahan yang lembut. Jadi campurannya ternyata pas,” katanya.

Di tengah iklim panas khas Pantura Cirebon, hadirnya kopi dengan nuansa ungu ini memberikan pilihan baru bagi penggemar minuman segar.

Bukan hanya sekadar mengikuti pergerakan tren, campuran ube dan kopi ini menunjukkan bahwa inovasi yang sederhana mampu menciptakan pengalaman rasa yang berbeda dalam setiap tegak gelas.

Artikel Pilar Terkait