Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
viral

7 fakta mengejutkan pria Bandung hilang di Banyuasin diduga dimakan buaya

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 8, 2026 · 5 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 5 menit
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan hilangnya Ipan Nurzaman (26) di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menarik perhatian setelah diduga terjadi akibat serangan buaya muara saat sedang memperbaiki perahu jukung dan terekam oleh kamera pengawas.
  • Tim gabungan bersama masyarakat terus melakukan pencarian dengan pemeriksaan manual hingga melibatkan pawang.
  • Ipan adalah seorang pendatang dari Bandung yang telah bekerja selama empat bulan di Banyuasin dan sudah memiliki rencana pernikahan yang akan dilangsungkan dalam tiga bulan mendatang.

Kepri KPA NEWS –– Kehilangan seorang pria yang diduga tertangkap oleh buaya muara di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menarik perhatian masyarakat.

Hal ini diketahui setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV menunjukkan momen-momen korban hilang di sungai.

Sampai Rabu (8/7/2026), proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim bersama hingga warga sekitar.

Korban diketahui bernama Ipan Nurzaman (26), seorang pendatang dari Bandung, Jawa Barat, yang baru beberapa bulan bekerja di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin.

Bencana yang menimpa dirinya tidak hanya meninggalkan rasa sedih bagi keluarga, tetapi juga memicu belas kasihan dari masyarakat setelah diketahui korban sedang bersiap-siap untuk pernikahan yang rencananya akan diadakan sekitar tiga bulan mendatang.

Berikut beberapa informasi terkait kejadian tersebut.

1. Diduga Diterkam Buaya Saat Sedang Memperbaiki Perahu Jukung

Kejadian tersebut berlangsung di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada hari Senin (6/7/2026) pagi.

Pada saat kejadian, Ipan Nurzaman bersama tiga temannya sedang berupaya memperbaiki jukung, yaitu perahu tradisional berukuran kecil yang sering digunakan oleh warga di daerah sungai sebagai alat transportasi maupun untuk mencari penghidupan.

Dua teman korban lebih dulu berada di dalam air guna memperbaiki perahu tersebut. Tidak lama setelah itu, Ipan tiba di lokasi dan melompat dari dermaga ke sungai untuk membantu pekerjaan tersebut.

Namun beberapa saat setelah muncul ke permukaan, tubuh korban tiba-tiba tidak terlihat lagi.

Para korban diduga ditarik oleh seekor buaya laut yang berada di sekitar area kejadian.

2. Detik-Detik Korban yang Hilang Terekam oleh Kamera CCTV

Kejadian hilangnya korban terekam oleh kamera pengawas yang dipasang di sekitar pelabuhan.

Rekaman yang berlangsung sekitar 1 menit 53 detik menunjukkan korban mendekati temannya, lalu melompat ke sungai.

Segera setelah muncul di permukaan air, korban tiba-tiba menghilang.

Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian itu segera panik dan berusaha mencari keberadaan Ipan, tetapi usaha spontan tersebut tidak membuahkan hasil.

Di rekaman yang sama juga tampak dugaan seekor buaya muara pernah mendekati salah seorang teman korban sebelum akhirnya berpaling ke Ipan.

Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, mengungkapkan situasi pada saat kejadian.

Pada saat itu, air sedang naik. Kejadian korban ditarik oleh buaya terekam oleh kamera pengawas yang dipasang oleh warga di dekat dermaga,” ujar Muhammad Ali, Senin (6/7/2026).

Banjir air pasang terjadi ketika permukaan air sungai naik karena pengaruh pasang dan surut, sehingga aliran serta kedalaman sungai berbeda dari keadaan biasanya.

3. Tim Khusus Langsung Melakukan Penyelidikan

Tidak lama setelah penerimaan laporan, anggota Ditpolairud Polda Sumatera Selatan segera berangkat ke tempat kejadian.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan Kapal Polisi V-1038 yang ditemani oleh aparat desa serta masyarakat setempat.

Selain memeriksa aliran sungai yang diduga menjadi tempat korban hilang, petugas juga melakukan penyelidikan di lokasi kejadian (TKP), yaitu proses pemeriksaan tempat kejadian untuk mengumpulkan data, mencatat kondisi di lapangan, serta mengambil keterangan dari saksi-saksi.

Sampai Rabu (8/7/2026), proses penyisiran masih terus diperluas sesuai dengan alur sungai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pihak berwajib belum menemukan tanda-tanda tindakan ilegal.

Kejadian tersebut diduga merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh serangan hewan liar yang berada di lingkungan alaminya.

Petugas kepolisian juga meminta warga untuk lebih waspada saat melakukan kegiatan di area air yang diketahui menjadi tempat tinggal buaya.

4. Ayah Korban Mengumandangkan Adzan di Pelabuhan

Kehangatan menyelimuti tempat pencarian pada malam Selasa (7/7/2026).

Ayah korban yang baru tiba dari Bandung segera pergi ke dermaga, tempat terakhir putranya terlihat.

Dari atas dermaga, ia membacakan azan sambil beberapa kali menyebut nama Ipan dengan harapan anaknya segera ditemukan.

Peristiwa itu diawasi oleh warga yang berada di sekitar tempat kejadian.

Seorang penduduk menggambarkan kondisi tersebut.

“Mendengar ayahnya mengumandangkan azan dan memanggil nama anaknya terasa haru. Warga juga berkumpul saat ayahnya tiba di dermaga untuk melaksanakan azan,” kata seorang warga setempat, Rabu (8/7/2026).

Menurut penduduk setempat, ayah korban juga berkeinginan untuk secara langsung terlibat dalam pencarian meskipun kondisi lokasi cukup berbahaya.

5. Penelusuran Dilakukan Melalui Berbagai Metode

Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, menyatakan bahwa seluruh usaha dilakukan guna menemukan korban.

Selain pemeriksaan manual yang dilakukan oleh tim bersama, proses pencarian juga melibatkan pawang, yaitu seseorang yang dianggap memiliki kemampuan atau pengetahuan khusus berdasarkan keyakinan masyarakat setempat untuk membantu mencari di area perairan.

Muhammad Ali berkata, “Pencarian manual dilakukan, bahkan pemanggil juga dilibatkan. Semua upaya dilakukan, dengan harapan korban dapat ditemukan.”

Tim operasi pencarian yang terlibat terdiri dari BPBD Banyuasin, Satpolair, Babinsa, pemerintah desa, serta warga sekitar.

Sampai berita terbaru pada hari Rabu (8/7/2026), para korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian tetap dilakukan.

6. Korban Masih Empat Bulan Bekerja di Banyuasin

Di balik kesulitan itu, terungkap kisah perjalanan hidup Ipan Nurzaman.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Teluk Betung, korban hanya sekitar empat bulan tinggal di desa tersebut.

Sebelumnya ia bekerja di sebuah perusahaan, lalu memutuskan untuk berhenti dan bekerja bersama keluarga angkatnya di Desa Teluk Betung.

Selama tinggal di desa tersebut, Ipan terkenal sebagai seseorang yang bekerja keras dan berpindah tempat untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Anggota keluarga korban dari Bandung telah tiba di Banyuasin guna mengikuti proses pencarian.

Muhammad Ali menjelaskan.

Ayah dan ipar, anggota keluarganya tiga orang telah tiba. Mereka juga ikut mencari dan rencananya, jika korban ditemukan akan segera dibawa pulang ke Bandung,” ujar Muhammad Ali.

7. Tinggal Tiga Bulan Lagi untuk Menikah

Fakta yang paling menyentuh dari kejadian ini adalah rencana pernikahan korban.

Muhammad Ali menyampaikan bahwa informasi dari keluarga mengatakan bahwa Ipan telah melamar seorang wanita asal Bandung.

Keduanya bahkan sudah merencanakan pernikahan sekitar tiga bulan mendatang.

Muhammad Ali berkata, “Ia mengatakan sudah ada tunangan dan sedang bersiap untuk menikah. Katanya akan menikah tiga bulan dari sekarang, dan calonnya juga berasal dari Bandung.”

Rencana itu kini berubah menjadi kisah sedih bagi keluarga yang masih berharap korban segera ditemukan.

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Detik-detik Seorang Penduduk Banyuasin Diserang Buaya Saat Memperbaiki Perahu, Korban Masih Belum Ditemukan

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Korban Diserang Buaya di Banyuasin Masih Belum Ditemukan, Ayah Ipan Mengumandangkan Azan di Sekitar Sungai

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Wajah Ipan Nurzaman Korban Terkaman Buaya di Banyuasin, Penduduk Asal Bandung Akan Menikah Dalam 3 Bulan Lagi

Artikel Pilar Terkait