Ringkasan Berita:
- Seorang pemuda bernama Okto Tigau (19) ditemukan meninggal dunia akibat tembakan di Kampung Mamba, Intan Jaya, Papua Tengah, dan rekamannya menyebar luas di media sosial.
- TNI mengumumkan bahwa Okto Tigau adalah anggota KKB yang gugur setelah terjadi pertemuan tembak saat diduga melakukan serangan terhadap pos TNI di Distrik Sugapa.
- Bupati Intan Jaya Aner Maisin menolak pernyataan tersebut, menyatakan bahwa Okto adalah warga biasa, serta meminta aparat untuk menyelidiki kasus ini secara hukum dan manusiawi.
Kepri KPA NEWS –– Perselisihan antara pihak berwajib dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua masih berlangsung terus-menerus.
Beberapa kejadian warga biasa juga turut menjadi korban.
Baru-baru ini, seorang pemuda bernama Okto Tigau (19) ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Insiden berdarah ini menjadi topik pembicaraan masyarakat karena video kejadian penemuan korban menyebar luas melalui media sosial.
Berdasarkan penelusuran Kepri KPA NEWS -, video dipublikasikan melalui beberapa akun Instagram seperti @papua.bukan.tanah.kosong.
Di dalam rekaman terlihat Bupati Intan Jaya, Aner Maisin bersama sejumlah warga mengunjungi tempat ditemukannya korban.
Teriakan kesedihan juga terdengar di tempat kejadian.
Sampai hari Jumat (3/7/2026), video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali.
Sementara mengenai kematian Okto Tigau, terdapat perbedaan pendapat antara pihak TNI dan Bupati Intan Jaya.
TNI mengatakan Okto Tigau adalah anggota KKB, sementara Bupati Aner menyatakan korban merupakan warga biasa.
Apa penjelasan lengkap mengenai kejadian tersebut?
Versi Pihak TNI
Kepala Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengungkapkan rangkaian kejadian yang melibatkan Okto Tigau.
Semua dimulai ketika anggota TNI sedang melakukan patroli di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Selasa (30/6/2026).
Kira-kira pukul 22.00 WIT, petugas mengamati empat individu yang gerak-geriknya terkesan mencurigakan.
Mereka bergerak diam-diam mendekati pos penjagaan TNI.
Petugas pada masa itu telah memberikan peringatan secara lisan, tetapi tidak dihiraukan.
Letkol Inf M. Wirya mengatakan pria tak dikenal tersebut justru melepaskan tembakan terhadap petugas.
“Namun peringatan itu tidak dihiraukan, dan mereka justru lebih dulu menembak ke arah pos, sehingga terjadi pertemuan tembak,” katanya, dilaporkan dari Tribun-Papua.com, Jumat.
Baku tempat tidak berlangsung lama, keempat individu tersebut meninggalkan lokasi.
Keesokan harinya, Rabu (1 Juli 2026), petugas baru melakukan pencarian hingga menemukan jenazah seorang pria.
Terdapat senjata tajam di sekitarnya.
Letkol Inf M. Wirya memverifikasi bahwa jenazah tersebut adalah Okto Tigau.
Ia menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Setelah dilakukan pemadanan ciri fisik, dokumen, dan informasi yang dimiliki oleh petugas, jenazah tersebut secara pasti teridentifikasi sebagai Okto Tigau,” ujar Wirya.
Setelah diketahui, petugas kemudian menyerahkan kepada tokoh adat setempat.
Informasi tambahan, Okto Tigau dilaporkan terlibat dalam beberapa kegiatan di wilayah Intan Jaya.
Misalnya penembakan terhadap petugas keamanan, penembakan terhadap warga sipil, penyiksaan terhadap penduduk, serta berbagai tindakan ancaman terhadap masyarakat.
Versi Bupati Intan Jaya
Kepala Distrik Intan Jaya, Aner secara tegas menyangkal bahwa Okto Tigau adalah anggota KKB.
“Okto adalah masyarakat sipil,” katanya, dilansir dari Tribun-Papua.com.
Sementara kronologi kejadian yang menimpa Okto Tigua menurut versi Bupati Intan Jaya dimulai ketika pemuda ini berencana pergi ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Intan Jaya untuk mengurus KTP dan KK, pada Senin (29/6/2026).
Ia pergi menggunakan jasa seorang tukang ojek.
Saat sedang berjalan, keduanya dihentikan oleh petugas pengamanan.
Bupati Aner tidak memberikan penjelasan yang rinci apakah mereka merupakan anggota Polisi atau TNI.
Ringkasnya, tukang ojek diizinkan pergi, sementara petugas menahan Okto.
Setelah menjalani pemeriksaan dan wawancara, tukang ojek tersebut dibebaskan.
Sementara Okto masih ditahan guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Kemudian, siapa pun tidak mengetahui keberadaan Okto hingga akhirnya jenazahnya ditemukan (meninggal dunia) setelah ditembak,” kata Bupati Aner.
Terhadap kejadian tersebut, lanjut Bupati Aner, ia menyatakan kekecewaan terhadap tindakan aparat yang diduga telah menembak Okto.
Ia mengharapkan TNI-Polri menjalankan tugasnya secara humanis di wilayah Intan Jaya.
“Jika memang diduga terlibat, terlebih lagi dia tidak membawa senjata, mohon proses sesuai dengan prosedur hukum. Jangan langsung melakukan pembunuhan. Terlebih lagi Okto adalah warga sipil, semua harus melalui proses hukum,” tegasnya.
Terakhir, Bupati Aner mengajukan permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto agar melakukan peninjauan terkait satuan non organik di Intan Jaya.
“Jangan sampai nyawa masyarakat kita hilang tanpa adanya proses hukum yang seadilnya,” tegasnya.
Beberapa artikel ini telah diterbitkan di Tribun-Papua.com dengan judul Warga Sipil Ditemukan Tewas, Bupati Intan Jaya Kecaman dan Minta Presiden Meninjau Ulang Satuan Nonorganik
(Kepri KPA BERITA -/Endra)(Tribun-Papua.com/Yulianus Magai/Paul Manahara Tambunan)
Artikel Pilar Terkait
Ringkasan Berita: Anak perempuan berusia 9 tahun dari Setu, Kabupaten Bekasi, tertembak peluru tak sengaja saat bermain dan…
Ringkasan Berita: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Pemerintah Kabupaten Kukar menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dugaan tindak pidana…
Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika pengelolaan parkir di Kabupaten Karimun menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai narasi yang…
Ringkasan Berita: Sopir bus pariwisata dari PO EP sempat menjadi target pencarian pihak Polda Lampung setelah video mengemudi…
Berita KPA Kepri, Batam– Sejumlah warga Batam yang mengaku terdampar di Kamboja karena tidak mampu membayar biaya pulang…
Kepri KPA NEWS .-CO, TENGGARONG – Penggeledahan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara oleh Tim Penyidik…
Kepri KPA BERITA -, MUARA BULIAN- Polres Batang Hari, Provinsi Jambi mengambil tindakan tegas untuk menangani maraknya aksi…
Ringkasan Berita: Kecelakaan hilangnya Ipan Nurzaman (26) di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera…
