Ringkasan Berita:
- Pihak hukum keluarga korban mengatakan telah mengetahui identitas lengkap pria tak dikenal yang terekam dalam CCTV sedang mengemudikan mobil dinas Sekdis PRKP Bangkalan.
- Foto seorang pria yang memakai masker dan sempat menyebar di media sosial telah dikonfirmasi sebagai palsu, karena dibuat melalui manipulasi AI.
- Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya tanda-tanda perlukaan di tubuh korban
Kepri KPA NEWS –Rahasia kematian Ruly Yunis Setiawati perlahan mulai menemukan terang.
Setelah beberapa hari publik penasaran dengan identitas pria tak dikenal yang terekam kamera CCTV sedang mengemudikan mobil dinas milik korban di area Bandara Juanda, kini pihak keluarga mengonfirmasi bahwa sosok pria tersebut sudah diketahui.
Namun, untuk memastikan proses penyelidikan berjalan dengan aman dan tidak mengganggu upaya menangkap pelaku, keluarga memutuskan untuk merahasiakan identitas pria yang terakhir kali terlihat bersama korban sebelum ditemukan tewas dalam kondisi menyedihkan di dalam mobil dinasnya.
Foto yang Menyebar di Media Sosial Dikatakan Hasil Rekayasa AI
Di tengah maraknya kasus ini, media sosial sempat digemparkan oleh beredarnya foto seorang pria yang mengenakan masker dan kacamata, yang disebut-sebut merupakan pengemudi mobil Toyota Innova hitam dengan nomor polisi M 1090 GP milik korban.
Namun, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menegaskan bahwa foto yang viral tersebut bukan wajah asli dari pria tak dikenal tersebut.
“Jika foto pria yang beredar secara luas di media sosial merupakan hasil manipulasi AI (Artificial Intelligence), wajah aslinya tidak seperti itu,” kata Risang Bima Wijaya kepada para jurnalis, Minggu (28/6/2026).
Menurut Risang, tim pengacara bersama beberapa anggota keluarga dekat sebenarnya sudah mengetahui secara rinci identitas pria yang terekam kamera CCTV keluar dari kursi kemudi mobil dinas korban di area Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026).
Secara intinya, kami sebenarnya, khususnya kuasa hukum serta beberapa anggota keluarga yang penting dan spesifik, sudah memahami siapa sosok pria tersebut.
Bagaimana wajah aslinya, siapa namanya, di mana alamat rumahnya, dan berapa umurnya, kami sudah mengetahui semuanya. Namun, data tersebut sengaja tidak disampaikan kepada seluruh anggota keluarga agar tetap terjaga suasana yang kondusif,” jelas Risang.
Dugaan Pembunuhan Semakin Menguat
Kasus kematian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Bangkalan kini menunjukkan indikasi kuat adanya dugaan tindak pidana pembunuhan.
Hal tersebut diperkuat oleh hasil pemeriksaan medis dari Rumah Sakit Pendidikan Bhayangkara Porong, Sidoarjo, yang menemukan beberapa luka yang mencurigakan pada tubuh korban.
Tim forensik menemukan luka sobek di bagian telinga kiri korban yang diduga disebabkan oleh benturan benda tumpul. Bersamaan dengan itu, cincin yang dipakai korban juga dilaporkan hilang.
Selain itu, hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan pernapasan akut pada korban sebelum meninggal.
Hasil pemeriksaan luar yang ditemukan merupakan tanda kuat dan keadaan yang umum terjadi pada kematian akibat tenggelam atau asfiksia.
Korban yang meninggal karena tenggelam dapat disebabkan oleh berbagai faktor; bisa akibat dibekap secara paksa, atau adanya luka akibat benda tumpul yang diduga terjadi karena dipukul dengan tangan kosong,” jelas Risang.
Keluarga yakin bahwa penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo sebenarnya sudah mengetahui identitas tersangka pelaku.
Kami percaya bahwa penyidik telah memiliki identitas pelaku. Dengan segala sumber daya yang dimiliki oleh polisi, kami sangat yakin pelaku akan segera tertangkap sehingga semua fakta terungkap.
Harapan kami ini dapat segera terwujud, pasti akan tertangkap, tinggal menunggu waktu saja,” tambah Risang.
Ciri-ciri Pria Tidak Dikenal di Kamera CCTV
Berdasarkan rekaman kamera pengawasan di area parkir Bandara Juanda, di dalam mobil dinas Toyota Innova tersebut hanya terlihat korban bersama seorang pria tak dikenal.
Pihak hukum keluarga kemudian mengungkap beberapa ciri fisik pria tersebut, antara lain:
- Mengenakan masker putih
- Memakai kacamata minus
- Rambut rapi dengan potongan sempit di sisi kanan dan kiri
- Berkulit putih
- Menggunakan jam tangan di tangan sebelah kiri
Setelah menghentikan kendaraannya, pria itu dikabarkan segera pergi dari area bandara dengan menggunakan transportasi umum.
Sementara korban dibiarkan berada di dalam kendaraan dengan pintu terkunci rapat dari luar.
Empat hari setelahnya, yaitu pada hari Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, jenazah korban ditemukan dalam keadaan membusuk di area parkir Bandara Juanda.
Ada beberapa hal yang tidak perlu kami sampaikan kepada media, agar tidak mengganggu proses penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap tersangka yang dilakukan oleh penyidik. Namun, foto pria yang beredar tersebut bukanlah seperti itu. Itu adalah hasil manipulasi AI,” tegas Risang.
Jejak Terakhir Korban Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia
Sebelum dilaporkan hilang, Ruly Yunis Setiawati diketahui hadir dalam acara pisah sambut Dandim 0829 Bangkalan di Pendapa Agung Bangkalan pada malam Rabu (17/6/2026).
Esok harinya, Kamis (18/6/2026), korban meninggalkan rumahnya di Perumahan Lavender, Bangkalan. Namun, pihak Dinas PRKP Bangkalan menyatakan bahwa korban tidak pernah tiba di kantor dan sejak saat itu dianggap tidak hadir dalam bekerja.
Percakapan terakhir korban dengan keluarganya dilakukan melalui panggilan video WhatsApp pada Jumat (19/6/2026) malam. Pada saat itu, korban menunjukkan lokasi tempatnya berada di sebuah toko buah di wilayah Pujon, Kabupaten Malang.
Pihak keluarga berpendapat bahwa polisi saat ini hanya perlu menemukan keberadaan pria tak dikenal tersebut dengan memantau jejak digital dan rekaman CCTV di berbagai tempat.
“Petugas polisi pasti lebih tahu daripada saya karena mereka dapat meminta seluruh rekaman CCTV di hotel, toko, Indomaret, atau di jalan raya yang juga banyak memiliki CCTV. Petugas sudah memiliki (profil pria asing) dan lebih paham daripada kami,” ujar Risang.
Meskipun pelaku belum berhasil ditangkap hingga saat ini, keluarga percaya bahwa pihak kepolisian akan segera mengungkap perkara tersebut.
“Nah itu penyidik yang mengetahui, namun kami yakin pihak kepolisian sudah mengetahui identitasnya. Hanya saja memang belum ditemukan, belum diketahui keberadaannya. Karena sejak awal dibuang pada hari Sabtu dan ditemukan pada hari Rabu, artinya sudah cukup lama atau cukup waktu bagi pelaku untuk kabur, menghilangkan jejaknya, dan bersembunyi di mana saja,” tutupnya.
***
(TribunTrends/TribunJatim)
Artikel Pilar Terkait
Ringkasan Berita: Di balik video yang viral, Nyimas Laula merupakan fotografer profesional berkelas internasional sejak tahun 2015, dengan…
Ringkasan Berita: Nyimas Laula adalah seorang fotografer yang telah menghasilkan karya-karya yang pernah dipublikasikan oleh Reuters, The New…
Ringkasan Berita: Nyimas Laula mendapat perhatian publik setelah video di mana dia menegur seorang pria di gym Bali…
Ringkasan Berita: Pihak Satlantas Polrestabes Surabaya membenarkan bahwa korban yang meninggal dunia adalah seorang penumpang dengan inisial SM,…
Kepri KPA BERITA -, MUARA BULIAN- Polres Batang Hari, Provinsi Jambi mengambil tindakan tegas untuk menangani maraknya aksi…
Kepri KPA BERITA - CO.ID - JAKARTA.Tim Penindakan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polri sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan…
Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika pengelolaan parkir di Kabupaten Karimun menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai narasi yang…
Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi maraknya konten parodi terkait Koperasi Desa Merah Putih/Kampung Nelayan…
