Konflik Menyebar ke Tanduk Afrika, Houthi Mengancam Serangan ke Israel yang Akan Mengirim Kapal Selam ke Somaliland
Ringkasan Berita:
- Pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, mengancam akan menyerang semua kehadiran Israel di Somaliland jika Tel Aviv memperluas pengaruh militer mereka di kawasan tersebut.
- Ancaman muncul setelah Israel mengakui wilayah Somaliland dan beredar laporan bahwa Israel sedang mempertimbangkan penggunaan Pelabuhan Berbera untuk kebutuhan Angkatan Lautnya.
- Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai penempatan kapal selam Israel secara tetap di Berbera, sementara laporan yang beredar menyebutkan bahwa rencana tersebut masih dalam proses pembahasan.
Kepri KPA NEWS –Konflik di kawasan Timur Tengah berisiko menyebar ke wilayah Tanduk Afrika, sekali lagi dengan Israel berada di tengah-tengah permasalahan tersebut.
Potensi perselisihan muncul setelah kelompok Houthi di Yaman mengancam akan menyerang segala bentuk kehadiran Israel di Somaliland.
Ancaman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya isu mengenai rencana Israel memperluas kehadiran militer mereka di Pelabuhan Berbera, salah satu pelabuhan paling penting di kawasan Laut Merah.
Pernyataan itu diungkapkan oleh pemimpin AnsarAllah (Houthi), Abdul-Malik al-Houthi, dalam pidato yang ditayangkan televisi Al-Masirah pada hari Kamis (26/6/2026).
“Kami tidak akan diam terhadap kehadiran Israel di Somaliland,” ujar al-Houthi.
Ia menegaskan bahwa kelompoknya siap memanfaatkan “segala metode yang ada” jika Israel benar-benar mendirikan basis militer di area tersebut.
Houthi Khawatir Israel Menguasai Jalur Laut Penting Houthi Khawatir Israel Memiliki Kendali atas Jalur Laut Strategis Houthi Merasa Khawatir dengan Kemungkinan Pengambilalihan Jalur Laut Strategis oleh Israel Houthi Kekhawatiran terhadap Penguasaan Jalur Laut Strategis oleh Israel Houthi Khawatir Israel Mengendalikan Jalur Laut yang Berpengaruh
Menurut al-Houthi, kelompoknya tetap mengawasi perubahan yang terjadi di Somaliland.
Ia menuduh Israel berusaha memanfaatkan wilayah tersebut sebagai pangkalan untuk mengawasi dan mengendalikan Teluk Aden, Selat Bab al-Mandab, dan Laut Merah.
Selat Mandab adalah salah satu jalur maritim yang paling strategis di dunia karena berperan sebagai penghubung antara Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Jalur ini digunakan oleh sebagian besar kapal niaga yang menuju Saluran Suez.
Sejak meletusnya konflik di Gaza, wilayah tersebut juga menjadi tempat beberapa serangan yang dilakukan Houthi terhadap kapal-kapal yang mereka anggap memiliki kaitan dengan Israel, Amerika Serikat, atau aliansinya.
Al-Houthi juga mengajak negara-negara yang berbatasan dengan Laut Merah untuk bekerja sama dalam mencegah penyebaran pengaruh Israel di wilayah tersebut.
Israel Akui Somaliland
Tegangan ini tidak terlepas dari perkembangan hubungan antara Israel dan Somaliland.
Pada bulan Desember 2025, Israel mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland sebagai suatu negara. Tindakan tersebut ditentang oleh pemerintah Somalia yang masih memandang Somaliland sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.
Pada tanggal 15 Juni 2026, Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi bersama Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menghadiri peresmian kantor kedutaan Somaliland di Yerusalem.
Hubungan diplomatik ini dianggap membuka kesempatan kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang keamanan dan pertahanan.
Apa Itu Somaliland?
Somaliland mengumumkan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991 setelah jatuhnya pemerintahan pusat di Somalia.
Meskipun memiliki pemerintahan, parlemen, alat keamanan, serta mata uang sendiri, hingga saat ini Somaliland belum mendapatkan pengakuan yang luas dari komunitas internasional.
Mayoritas negara, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), masih menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari Somalia.
Israel Dilaporkan Tertarik Memanfaatkan Pelabuhan Berbera
Perhatian kelompok Houthi terpicu oleh laporan dari media pertahananDefence Networkyang mengatakan Israel sedang mempertimbangkan kemungkinan mendirikan kehadiran Angkatan Laut di Pelabuhan Berbera.
Pelabuhan itu terletak di tepi Teluk Aden, langsung berhadapan dengan wilayah Yaman.
Secara geografis, lokasi tersebut dianggap sangat penting dalam memantau kegiatan Houthi di Yaman, sekaligus mengawasi pergerakan Iran dan lalu lintas kapal di Laut Merah bagian selatan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa fasilitas tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh Angkatan Laut Israel, termasuk dalam mendukung operasi kapal selam kelas Dolphin.
Namun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Israel atau otoritas Somaliland terkait penempatan kapal selam Israel secara tetap di Berbera.
Dengan kata lain, data terkait penggunaan pelabuhan tersebut masih berupa laporan dari media dan belum diumumkan secara resmi oleh kedua belah pihak.
Mengapa Kapal Selam Dolphin Memiliki Peran Penting?
Kapal selam jenis Dolphin merupakan salah satu kekayaan penting Angkatan Laut Israel.
Kapal selam ini terkenal mampu beroperasi dalam jangka waktu yang lama di bawah permukaan air dan dianggap mampu membawa rudal jelajah Popeye Turbo yang diperkirakan memiliki jangkauan lebih dari 1.500 kilometer.
Selama ini, kapal selam Dolphin telah terlibat dalam berbagai misi strategis Israel, mulai dari menjaga instalasi gas lepas pantai di Laut Mediterania hingga memperkuat kemampuan pencegahan terhadap ancaman di tingkat regional.
Beberapa laporan sebelumnya juga menyebut bahwa setidaknya satu kapal selam Dolphin pernah dikirim ke wilayah Teluk Persia ketika ketegangan dengan Iran meningkat.
Amerika Serikat Juga Dianggap Mengawasi Somaliland
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan pengakuan terhadap Somaliland.
Sebagai imbalan, Washington dikatakan memiliki kesempatan untuk mendapatkan izin membangun pangkalan angkatan laut di kawasan tersebut.
Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pengakuan terhadap Somaliland atau pembentukan pangkalan militer di wilayah tersebut.
Potensi Penyebaran Konflik ke Benua Afrika
Ancaman terbaru kelompok Houthi menunjukkan bahwa persaingan geopolitik di kawasan Laut Merah kini tidak hanya terfokus pada Gaza atau Yaman, tetapi mulai menyebar ke Tanduk Afrika.
Jika Israel benar-benar memperluas kerja sama keamanan dengan Somaliland, khususnya melalui Pelabuhan Berbera, wilayah tersebut berpeluang menjadi pusat baru persaingan strategis antara Israel, Houthi, Iran, serta negara-negara Barat.
Namun demikian, beberapa informasi mengenai rencana penggunaan pangkalan laut serta penempatan kapal selam Israel masih berasal dari laporan media dan belum diverifikasi secara resmi oleh pihak yang berwenang.
Oleh karena itu, perkembangan situasi masih perlu diawasi agar dapat diketahui apakah rencana tersebut benar-benar dilaksanakan atau hanya sebatas pembahasan.
(oln/mltrny/dn/*)
Artikel Pilar Terkait
Ringkasan Berita: Di tengah perdebatan yang terus menarik perhatian masyarakat, Ruben Onsu dan Sarwendah ternyata secara diam-diam telah…
Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi maraknya konten parodi terkait Koperasi Desa Merah Putih/Kampung Nelayan…
Ringkasan Berita: LDA mengatakan Gusti Moeng datang mengunjungi Ana Muji untuk membicarakan akses Keputren dan Ndalem Ageng terkait…
Kepri KPA NEWS -–penurunan harga ayam dan telur kembali menghancurkan para peternak unggas di kawasan Soloraya. Sebagai wujud…
Ringkasan Berita: Refly Harun menyarankan Ahmad Khozinudin untuk mengundurkan diri jika tidak sejalan lagi dengan strategi hukum Roy…
KABAR BANTEN -Pemerintah Kabupaten Serang mulai mendistribusikan dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang belum…
Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota pariwisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan desain di Indonesia. Semakin tingginya…
OKE FLORES.COM - Berita terkini tentang pendistribusian bantuan sosial (bansos) kembali menarik perhatian masyarakat. Memasuki Juli 2026, pemerintah melalui…
