Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Aksi Siswa SD dan SMP di Batam Dukung MBG, Disdik Fasilitasi Tanpa Instruksi Lain

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 21, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit

Ratusan Pelajar di Batam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Di tengah berbagai kritik yang muncul terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ratusan pelajar di Kota Batam, Kepulauan Riau, justru menunjukkan dukungan mereka melalui pawai damai. Aksi ini digelar pada hari Minggu, 21 Juni 2026, dan diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai sekolah di Batam.

Peserta pawai tampak memadati titik-titik kumpul yang telah ditentukan sejak pagi hari. Mereka mengenakan seragam dan atribut sekolah masing-masing sebagai identitas peserta. Selain itu, para pelajar juga membawa poster, spanduk, dan karton berisi tulisan yang menyampaikan dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan.

Pawai ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan aspirasi yang muncul dari orangtua siswa dan satuan pendidikan. Disdik menegaskan bahwa kegiatan ini tidak didorong oleh instruksi dari pihak lain, melainkan sebagai bentuk respons atas keluhan yang diterima.

Proses Pelaksanaan Pawai Damai

Dalam pelaksanaannya, para siswa tidak berjalan sendiri. Mereka didampingi oleh guru-guru yang bertugas mengawal jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan aman. Rute pawai mengarah ke Kantor DPRD Batam serta Pemerintah Kota (Pemkot) Batam. Di lokasi tersebut, peserta akan menyampaikan aspirasi secara damai.

Beberapa siswa menggunakan kendaraan yang disediakan panitia untuk menuju lokasi kegiatan, sementara yang lain mengikuti rombongan sesuai pengaturan yang telah ditetapkan. Suasana pawai terasa penuh semangat dan tertib, dengan pesan utama dukungan terhadap program MBG yang menjadi fokus utama.

Penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, membantah anggapan bahwa pawai tersebut merupakan bentuk mobilisasi siswa. Menurutnya, kegiatan ini digelar setelah pihaknya menerima keluhan dari orangtua siswa terkait penghentian sementara program MBG.

“Kami menerima keluhan dari orangtua siswa beberapa hari lalu karena MBG dihentikan sementara. Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki,” ujar Hendri saat ditemui di lokasi pawai.

Ia juga menepis dugaan adanya instruksi dari pihak tertentu untuk menggerakkan massa. Menurutnya, Disdik hanya memfasilitasi penyampaian aspirasi yang muncul dari orangtua siswa dan satuan pendidikan. “Tidak ada instruksi dari pihak lain. Ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan orangtua.”

Hendri menjelaskan bahwa informasi tentang pawai disampaikan kepada para guru setelah pihaknya menerima berbagai masukan terkait penghentian MBG. Ia menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi siswa untuk ikut dalam kegiatan ini.

Siswa Sebagai Penerima Manfaat Langsung

Menurut Hendri, DPRD Batam dipilih sebagai tujuan pawai agar aspirasi dari satuan pendidikan dapat didengar oleh para pemangku kebijakan. Terkait keterlibatan siswa, ia menilai hal tersebut wajar karena para pelajar merupakan penerima manfaat langsung dari program MBG.

“Pelajar ikut karena mereka penerima manfaatnya. MBG sangat dibutuhkan. Kalau anak-anak ikut, kami persilakan dengan catatan tetap dijaga dan diawasi dengan baik,” kata Hendri.

Pawai damai ini menunjukkan bahwa para pelajar tidak hanya menjadi pihak yang terkena dampak dari kebijakan pendidikan, tetapi juga aktif dalam menyampaikan aspirasi mereka. Dukungan yang diberikan oleh ratusan pelajar ini menjadi bukti bahwa program MBG masih memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan siswa.

Artikel Pilar Terkait