Ringkasan Berita:
- Pembangunan jembatan darurat ini memanfaatkan drum plastik, papan kayu, dan tali yang diikat untuk menghubungkan dua sisi sungai.
- Semua bahan tersebut diperoleh dari dana sumbangan para donatur sebesar Rp 25 juta.
- Kepala Desa (Reje Kampung) Reje Payung, Sejahtera, menyampaikan perasaan haru dan ucapan terima kasih kepada masyarakat luas yang bersedia membagikan rezeki mereka.
Liputan Jurnalis Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
BERITA KPA -, TAKENGON –Warga Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, kembali terpaksa turun ke sungai untuk memperjuangkan harapan hidup yang sempat terhenti.
Setelah hampir seminggu terisolasi sepenuhnya akibat jembatan darurat sebelumnya rusak dan terbawa oleh banjir sungai.
Maka warga sekitar berkolaborasi membangun kembali jembatan apung secara mandiri, Sabtu (27/6/2026).
Pembangunan jembatan darurat ini memanfaatkan drum plastik, papan kayu, dan tali yang diikat untuk menghubungkan dua sisi sungai.
Semua bahan tersebut diperoleh dari dana sumbangan para donatur sebesar Rp 25 juta.
Kepala Desa (Reje Kampung) Reje Payung, Sejahtera, menyampaikan perasaan haru dan ucapan terima kasih kepada masyarakat luas yang telah berkenan menyisihkan rezekinya.
Bagi dia, bantuan itu bukan hanya berupa barang, tetapi menjadi penyelamat bagi ratusan warga yang sempat terjebak tanpa akses ke luar selama beberapa hari terakhir.
Kami sangat mengapresiasi para individu yang baik hati yang telah menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk pembangunan jembatan kami ini.
Alhamdulillah, berkat bantuan ini kami kembali mampu membangun jembatan apung seperti dulu,” kata Sejahtera kepada Wartawan KPA NEWS di Aceh Tengah.
Pembangunan jembatan mengambang ini menjadi bagian dari perjuangan kedua masyarakat setempat.
Sebelumnya, jembatan yang serupa pernah dibangun oleh relawan pasca-bencana.
Namun, setelah bertahan selama delapan bulan, struktur jembatan yang mulai rusak akhirnya kalah oleh desakan air sungai yang deras hingga hancur dan terbawa arus.
Jembatan Mengambang Satu-satunya Jalur Pergerakan
Bagi masyarakat Reje Payung serta beberapa desa sekitar di Kemukiman Wih Dusun Jamat, jembatan darurat ini merupakan taruhan untuk kelangsungan hidup mereka.
Tidak adanya jembatan tetap hingga saat ini menyebabkan mereka mengandalkan jembatan apung sebagai satu-satunya jalur transportasi untuk masuk dan keluar desa.
Sejahtera menekankan, jembatan ini merupakan jalur utama bagi warga yang tidak dapat dipertanyakan lagi.
Posisi geografis permukiman yang berada di seberang sungai menyebabkan mereka sepenuhnya tidak bisa bergerak ketika jembatan itu hilang.
“Jembatan ini adalah jalur utama bagi warga di sini. Tanpa adanya jembatan, kami tidak mungkin melakukan kegiatan apa pun karena lokasi wilayah kami berada di seberang sungai,” tambah Sejahtera.
Jembatan mengambang itu diumumkan selesai dibangun pada sore hari ini dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Namun, perbaikan lebih lanjut akan dilakukan pada hari Minggu (28/6/2026) pagi agar kendaraan roda dua dapat melintas dengan lebih aman.
Desa Reje Payung Wilayah Paling Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Desa Reje Payung adalah salah satu area yang mengalami dampak paling berat akibat bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Bencana tersebut tidak hanya meninggalkan luka batin, tetapi juga menghilangkan tempat tinggal, lahan pertanian, serta perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Di tengah situasi ekonomi yang semakin memburuk, masyarakat merasa harus berjuang sendiri karena fasilitas tetap yang diharapkan belum juga disiapkan oleh pemerintah.
Kesejahteraan berharap pemerintah daerah serta pusat memberikan perhatian nyata terhadap masalah yang telah berlarut-larut ini.
“Kami berharap pemerintah benar-benar serius dalam menangani bencana ini agar nasib masyarakat tidak terlalu berat untuk pulih kembali,” ujar Sejahtera. (*)
Artikel Pilar Terkait
Ringkasan Berita: Ketiga pemuda tersebut juga berkomitmen untuk menghapus video yang sebelumnya diunggah ke akun media sosial karena…
Kepri KPA NEWS -Berita paling viral di Kepri KPA NEWS - yang terdiri dari berita terpopuler, Rabu (8/7/2026).…
Berita KPA Kepri, Batam– Sejumlah warga Batam yang mengaku terdampar di Kamboja karena tidak mampu membayar biaya pulang…
Ringkasan Berita: Gempa di Venezuela menewaskan 4.333 jiwa. Tukang jahit membuat kantong mayat, sedangkan restoran cepat saji diubah…
Ringkasan Berita: Kecelakaan hilangnya Ipan Nurzaman (26) di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera…
Kepri KPA NEWS -- Dua keluarga yang menolak pindah dari rumah sewa di wilayah Genteng, Surabaya,…
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, masyarakat Indonesia semakin cerdas dan selektif dalam mengelola aset mereka.…
Kepri News – Pernahkah Anda bertanya-tanya, ke mana perginya uang parkir yang Anda bayarkan setiap hari? Apakah uang…
