Demonstrasi Siswa dan Guru Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Batam
Puluhan pelajar dan guru dari berbagai tingkatan sekolah di Kota Batam menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam pada hari Minggu (21/6/2026). Aksi ini dilakukan untuk mendukung program andalan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para peserta aksi berasal dari berbagai sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Banyak dari mereka membawa poster yang menampilkan tulisan-tulisan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo. Salah satu siswa SD yang ikut dalam aksi tersebut memberikan jawaban sederhana saat ditanya alasan hadirnya. Ia mengatakan bahwa ia ikut karena kemauan sendiri dan mendapatkan informasi dari ibunya.
Video yang merekam pengakuan siswa SD itu viral di media sosial. Di dalam video tersebut, siswa SD tersebut menjelaskan bahwa ia diberitahu oleh ibunya tentang kegiatan demonstrasi tersebut. Hal ini memicu perdebatan di kalangan netizen, terutama mengenai kehadiran anak-anak di bawah umur dalam aksi tersebut.
Banyak netizen menyoroti hal ini dan menganggap bahwa kehadiran anak-anak dalam demonstrasi melanggar undang-undang. Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, secara tegas menyatakan bahwa anak harus dilindungi dari keterlibatan dalam kerusuhan atau peristiwa yang membahayakan. Beberapa komentar netizen mengecam tindakan tersebut, seperti:
- “Menteri HAM mana ini sudah eksploitasi anak”
- “yahaha anak-anak tidak boleh berpolitik”
- “Anak-anak (di bawah usia 18 tahun) tidak diperbolehkan dan dilarang untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi. Pemerintah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementerian Pendidikan secara tegas melarang pelibatan anak di jalan karena demonstrasi berisiko tinggi membahayakan keselematan mereka”
Orasi Anggota DPRD Fraksi Gerindra
Tidak hanya pelajar dan guru, demonstrasi tersebut juga dihadiri sejumlah politikus Partai Gerindra. Salah satunya adalah Anwar Anas, anggota Komisi I DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra. Ia berorasi di atas mobil sound, menilai bahwa program MBG perlu didukung karena merupakan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo terpilih karena dia punya program. Salah satu program prioritas beliau adalah MBG. Yang kemudian masyarakat Indonesia memilih beliau. Betul?” ujar Anwar Anas yang langsung disambut seruan setuju dari para peserta. Ia juga menambahkan bahwa jika ada yang tidak mendukung, mereka bisa menunggu hingga 2029 untuk adu gagasan lagi.
Menurut Anwar, program MBG masih dibutuhkan masyarakat Batam, terutama bagi pelajar dan ibu hamil. Ia menilai bahwa program ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kadisdik Buka Suara
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa demonstrasi tersebut digelar atas perintah dari Dinas Pendidikan Kota Batam. Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan itu digelar setelah menerima keluhan dari orangtua siswa terkait penghentian sementara program MBG.
“Kami menerima keluhan dari orangtua siswa beberapa hari lalu karena MBG dihentikan sementara. Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki,” kata Hendri.
Ia juga menepis dugaan adanya instruksi dari pihak tertentu untuk menggerakkan massa. Menurut Hendri, Disdik hanya memfasilitasi penyampaian aspirasi yang muncul dari orangtua siswa dan satuan pendidikan. Ia menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari pihak lain.
Hendri menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti keluhan orangtua. Sebanyak 100 sekolah tingkat SD dan SMP serta pihak SPPG turut serta dalam aksi tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada kewajiban dari Disdik untuk mengikutsertakan siswa dalam aksi tersebut.
Menurut Hendri, tujuan pawai adalah agar aspirasi dari satuan pendidikan dapat didengar oleh para pemangku kebijakan. Ia menilai bahwa keterlibatan siswa dalam aksi tersebut wajar karena mereka merupakan penerima manfaat langsung dari program MBG.
“Pelajar ikut karena mereka penerima manfaatnya. MBG sangat dibutuhkan. Kalau anak-anak ikut, kami persilakan dengan catatan tetap dijaga dan diawasi dengan baik,” ujarnya.
Artikel Pilar Terkait
Ratusan Pelajar di Batam Dukung Program Makan Bergizi Gratis Di tengah berbagai kritik yang muncul terkait Program Makan…
Ringkasan Berita: Uji Kompetensi Honda: Astra Motor Papua menyelenggarakan uji kemampuan dengan standar Honda untuk 44 siswa SMK…
Berita KPA Kepri, Batam– Sejumlah warga Batam yang mengaku terdampar di Kamboja karena tidak mampu membayar biaya pulang…
Ringkasan Berita:Perdebatan tentang Upacara Adat Menindih Kepala Kerbau Jokowi menyangkal bahwa ritual injak kepala kerbau di Lampung memiliki…
Kepri KPA NEWS .-CO, TENGGARONG – Penggeledahan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara oleh Tim Penyidik…
Ringkasan Berita: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Pemerintah Kabupaten Kukar menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dugaan tindak pidana…
Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota pariwisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan desain di Indonesia. Semakin tingginya…
