Ringkasan Berita:
- Trump berencana membangkan landasan helikopter tetap di Halaman Selatan Gedung Putih menggunakan dana sumbangan dari Lockheed Martin.
- Proyek ini dimaksudkan untuk menampung helikopter Marine One yang baru, yang berpotensi merusak rumput saat lepas landas.
- Rencana ini mendapat kritik karena dianggap mengubah area bersejarah Gedung Putih.
Kepri KPA NEWS –– Rencana Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat mengenai pembuatan landasan helikopter di Gedung Putih mulai mendekati pelaksanaan.
Menurut laporan The Atlantic, rencana presiden yang berusia 80 tahun itu untuk membangun landasan pendaratan di South Lawn (halaman selatan Gedung Putih) mulai terbentuk berkat sumbangan dari sektor swasta.
Laporan anggaran yang dilihat oleh media tersebut mengungkapkan bahwa proyek tersebut akan didanai dengan donasi sebesar 5 juta dolar AS dari Lockheed Martin, perusahaan pertahanan yang sedang merancang model baru helikopter presiden Marine One untuk Trump.
Helipad ini akan memungkinkan Marine One generasi terbaru untuk lepas landas tanpa membakar rumput yang ada di bawahnya.
Meskipun helikopter presiden selama bertahun-tahun telah secara rutin mendarat dan terbang dari South Lawn, model-model terbaru memiliki sistem pembuangan yang mengarah ke bawah, sehingga lebih berpotensi merusak rumput.
Kantor Putih serta Lockheed Martin belum memberikan respons terhadap permintaan komentar pada hari Jumat.
Bulan lalu, setelah rencana Trump untuk membangun helipad pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal, juru bicara Gedung Putih Davis Ingle memberi pernyataan kepada Daily Beast bahwa “Presiden Trump terus melakukan perbaikan di Gedung Putih dan seluruh kawasan Washington D.C. demi kepentingan presiden-presiden berikutnya serta masyarakat Amerika.”
Berdasarkan laporan The New York Times, Gedung Putih berencana membangun helipad dengan diameter sekitar 30 meter yang dilengkapi lambang kepresidenan dari granit hitam. Fasilitas ini dirancang agar dapat menampung helikopter baru yang masing-masing harganya sekitar 215 juta dolar AS, lebih dari sepuluh kali lipat biaya armada lama.
Seorang mantan perwira militer menyampaikan kepada The Washington Post bahwa gagasan membuat helipad di Gedung Putih bukanlah “ide gila Trump.”
Marine One memang dikenal merusak rumput, namun pemerintahan sebelumnya enggan mengganti penampilan ikonik kompleks Gedung Putih guna menyelesaikan masalah ini.
“Tidak ada yang ingin menghabiskan modal politik dan waktu untuk proyek ini sebelum semua solusi teknis lainnya dipertimbangkan,” katanya.
Ray L’Heureux, mantan komandan Skuadron Helikopter Marinir Satu, menyampaikan kepada The Washington Post bahwa membangun helipad di South Lawn akan menjadi tindakan yang “tidak bijaksana dari sudut pandang estetika” karena wilayah tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan merupakan “halaman belakang Gedung Putih.”
“Saya rasa tidak ada yang rusak di sana, jadi jangan diubah,” ujarnya. Ia lebih mendukung alternatif solusi seperti penggunaan landasan pendaratan sementara.
Namun, Trump dianggap kurang memperhatikan pemeliharaan penampilan tradisional Gedung Putih.
Sejak kembali menjabat tahun lalu, ia dikabarkan telah merobohkan bagian sejarah East Wing agar dapat membuat ballroom baru di Gedung Putih, menambahkan banyak hiasan emas di ruang Oval Office, menutupi sebagian Rose Garden dengan permukaan paving, serta membangun arena UFC di South Lawn untuk perayaan ulang tahunnya yang ke-80.
Pembaruan yang dilakukan Trump juga melampaui area Gedung Putih. Selain menangani proyek yang diberi julukan “Arc de Trump”, ia juga menghadapi kontroversi terkait kolam refleksi di Monumen Lincoln yang mengalami masalah alga dan cat yang mulai mengelupas.
Sementara menunggu helipad yang baru dibangun di Gedung Putih, Trump juga sibuk dengan landasan helikopter di resor kesayangannya, Mar-a-Lago.
Pada awal bulan ini, Trump mengumumkan melalui akun Truth Social miliknya bahwa helipad beton di klubnya di Palm Beach, Florida, akan tetap berfungsi meskipun masa jabatannya sebagai presiden telah berakhir.
(*)
Artikel Pilar Terkait
Ringkasan Berita:Perdebatan tentang Upacara Adat Menindih Kepala Kerbau Jokowi menyangkal bahwa ritual injak kepala kerbau di Lampung memiliki…
Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi maraknya konten parodi terkait Koperasi Desa Merah Putih/Kampung Nelayan…
Ringkasan Berita: LDA mengatakan Gusti Moeng datang mengunjungi Ana Muji untuk membicarakan akses Keputren dan Ndalem Ageng terkait…
Ringkasan Berita: Ketiga pemuda tersebut juga berkomitmen untuk menghapus video yang sebelumnya diunggah ke akun media sosial karena…
Beredar video yang menunjukkan dua pria menghampiri seorang penjual toko tas di tepi jalan sambil membawa proposal yang…
Kepri KPA NEWS -–penurunan harga ayam dan telur kembali menghancurkan para peternak unggas di kawasan Soloraya. Sebagai wujud…
Kepri KPA NEWS .-CO, TENGGARONG – Penggeledahan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara oleh Tim Penyidik…
Ringkasan Berita: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Pemerintah Kabupaten Kukar menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dugaan tindak pidana…
