Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
viral

Program Strategis Gubernur Ahmad Luthfi Dapat Pujian Berlimpah

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 27, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit

Kepri KPA NEWS –– SEMARANG, Beberapa kebijakan dan program yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendapatkan berbagai apresiasi, baik dari pemerintah pusat maupun kalangan akademisi.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2026 di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 25 Juni 2026.

Ahli perencana dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Taufik Hanafi, mengakui prestasi luar biasa yang dicapai di Jawa Tengah selama kepemimpinan Ahmad Luthfi.

Satu dari program yang ia apresiasi adalah program dokter spesialis keliling (Speling). Dengan program ini, masyarakat dapat memeriksa kesehatannya dengan melibatkan para dokter spesialis. Selain itu, ia juga menghargai berbagai program pendidikan, sekolah vokasi, Balai Latihan Kerja (BLK), dan lainnya.

“Strategi keberlanjutan ini harus disebarkan agar dapat diadopsi di wilayah lain,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Menteri PPN/Bappenas selalu menekankan mengenai trisula pembangunan, yaitu pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, serta sumber daya manusia (SDM) yang berkaitan dengan tenaga kerja.

“Jika kami melihat apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah dalam tugasnya, sudah mencakup ketiganya secara terpadu,” katanya.

Setara dengan tiga uang, Kepala Biro Perencanaan, Organisasi, dan Tata Kelola Kementerian PPN/Bappenas Ahmad Dading Gunadi mengapresiasi Jawa Tengah atas peningkatan pertumbuhan ekonominya. Karena angkanya sudah melebihi rata-rata nasional. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan kelanjutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap program Speling yang telah mencapai banyak masyarakat di pedesaan. Bahkan capaian target pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah menjadi tertinggi di seluruh Indonesia.

“Kualitas penulisan ini sangat baik dengan capaian angka yang luar biasa. Program ini baru diterapkan dalam pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi,” katanya.

Seorang akademisi dari Fakultas Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Ridwan Sutriadi, menyoroti strategi Provinsi Jawa Tengah dalam menjalankan pembangunan daerah. Termasuk dalam hal pengembangan wilayah, upaya mitigasi terhadap perubahan iklim, serta perencanaan tata ruang wilayah. Ia juga memberikan apresiasi terhadap dukungan Jawa Tengah terhadap program strategis dan prioritas nasional.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi dalam paparannya menjelaskan beberapa pencapaian kinerja pembangunan di Provinsi Jawa Tengah. Di antaranya pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 telah mencapai 5,89%, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang sebesar 5,61%; kemudian angka kemiskinan hingga September 2025 turun dari 9,58% menjadi 9,39%; Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 sebesar 74,77 atau meningkat 1,20 dibanding tahun sebelumnya (73,87); Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 sebesar 4,24% atau turun 0,09 poin dibanding Februari 2025.

Selain itu, realisasi investasi di Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp110,02 triliun yang terdiri dari investasi asing sebesar Rp50,86 triliun, investasi dalam negeri sebesar Rp37,64 triliun, serta Rp21,52 triliun untuk UMK. Dari total tersebut, terdapat 105.078 proyek yang mampu menyerap 418.138 tenaga kerja.

“Realisasi investasi pada triwulan I-2026 telah mencapai Rp23,02 triliun dan berhasil menyerap 92.000 tenaga kerja,” ujar Ahmad Luthfi.

Selain itu, capaian program strategis nasional di Jawa Tengah mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 9 juta orang. Sementara itu, untuk program 3 Juta Rumah, realisasinya meliputi penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 20.253 unit pada tahun 2025 dan FLPP sebanyak 3.844 unit pada tahun 2026.

Berikutnya, terdapat program Sekolah Rakyat yang telah terealisasi di 14 lokasi dengan total peserta sebanyak 1.275 siswa, kemudian Sekolah Garuda berada di enam titik. Sementara itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah mencapai 9,5 juta orang atau menjadi yang terbesar di tingkat nasional. Selanjutnya, terdapat 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah dibentuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.271 unit sudah beroperasi.

“Kami menggandeng kabupaten/kota serta seluruh rumah sakit, baik yang dimiliki pemerintah daerah maupun swasta. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Program ini juga kami kolaborasikan dengan gerakan pangan murah,” katanya.

Artikel Pilar Terkait