Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
viral

Jejak Karier Nyimas Laula yang Viral, Ternyata Fotografer Internasional

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 8, 2026 · 6 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 6 menit
Ringkasan Berita:
  • Nyimas Laula mendapat perhatian publik setelah video di mana dia menegur seorang pria di gym Bali beredar di media sosial.
  • Peristiwa terjadi ketika Nyimas sedang melakukan angkatan beban maksimal dan merasa terganggu oleh seorang pria yang melewati area platform.
  • Masyarakat terbagi antara mendukung argumen keamanan Nyimas dan mengkritik metode penyampaiannya yang dianggap terlalu penuh perasaan

Kepri KPA NEWS –Nama Nyimas Laula menjadi sorotan masyarakat setelah video yang menunjukkan dia mengingatkan seorang pria di sebuah pusat kebugaran di Bali viral di media sosial.

Kejadian tersebut memicu perdebatan tentang etika dan keamanan di area latihan angkat beban, sekaligus membuat sosok Nyimas menjadi pusat perhatian.

Selain dari isu yang sedang berkembang, Nyimas terkenal sebagai fotografer profesional dari Bali yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik internasional.

Selama bertahun-tahun, ia menciptakan karya-karya yang sering menyentuh isu lingkungan, kemanusiaan, serta hak asasi manusia.

Pekerjaan Nyimas sebagai fotografer jurnalis dimulai pada tahun 2015.

Sejak saat itu, laporan liputannya dianggap dapat dipercaya oleh berbagai media dan organisasi internasional, seperti Reuters, The New York Times, National Geographic, VICE, dan Greenpeace.

Pada tahun yang sama, ia mencatat kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh serta meliput salah satu kebakaran hutan terbesar di Indonesia untuk Greenpeace.

Pada tahun 2019, Nyimas menghabiskan sekitar enam bulan untuk merekam isu pencemaran plastik di Pulau Bali, termasuk berbagai upaya masyarakat dalam mengatasi permasalahan ini.

Karyanya juga pernah dipamerkan dalam pameran kelompok UNDP dengan tema Dampak Jangka Panjang Virus Corona di Photoville, Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada tahun 2020.

Selain aktif sebagai fotografer, Nyimas juga menggeluti bidang pengarahan film dokumenter.

Pada tahun 2021, ia menangani sebuah serial dokumenter yang membahas dampak wabah Covid-19 terhadap kehidupan masyarakat petani kelapa di Jawa Tengah.

Pengalaman itu menjadikan Nyimas sebagai salah satu fotografer perempuan Indonesia yang memiliki kontribusi di kancah internasional.

Video Pria Dihakimi di Gym Bali

Baru-baru ini, perhatian masyarakat tertuju kepadanya setelah sebuah video yang menunjukkan dirinya marah kepada seorang pria di sebuah gym di Bali menyebar di media sosial.

Di dalam video yang beredar, Nyimas tampak memarahi seorang pria yang melewati area di dekat tempat dia sedang berlatih angkat beban.

Menanggapi banyaknya pembicaraan mengenai video tersebut, Nyimas memberikan penjelasan melalui akun Threads pribadinya.

Ia menjelaskan kejadian tersebut terjadi saat dirinya sedang melakukan upaya 115 persen atau latihan mengangkat beban untuk mencatat rekor pribadi (PR).

Menurut Nyimas, saat itu ada seorang pria melewati area platform di mana latihan sedang berlangsung.

“Bagaimana rasanya sedang berusaha 115 persen, tiba-tiba ada orang bodoh lewat-lalu. Jadi merasa tidak percaya diri itu,” tulis Nyimas dalam unggahan Threads yang telah dilihat lebih dari 600 ribu kali.

Pada unggahan berikutnya, Nyimas menyebutkan bahwa pria tersebut bukan sekali melewati area tersebut.

Ia menyatakan bahwa pria tersebut telah tiga kali berganti dumbbell dan tetap memilih untuk berjalan di samping platform meskipun masih ada jalur lain yang lebih aman.

“Begini, orang ini sudah tiga kali berganti dumbbell, di depan ada ruang untuk berjalan, tapi dia memilih melewati platform. Ya, platform itu khusus untuk weightlifting Olimpiade, sedang dalam sesi kelas, dan sedang mencoba rekor pribadi,” tulisnya.

Menurut Nyimas, platform tersebut digunakan khusus untuk latihan angkat besi Olimpiade, sehingga sebaiknya tidak dilewati saat atlet sedang melakukan pengangkatan.

Ia menganggap kehadiran seseorang yang berlalu di sekitar alat angkat beban bisa membahayakan keselamatan serta mengganggu fokus atlet saat melakukan angkatan maksimal.

“Mengapa tidak boleh melewati area tersebut? Berbahaya bagi lifter dan orang yang melintas. Jika dia yang terkena, ya sudahlah, itu kesalahan sendiri karena tidak memiliki kesadaran ruang, tapi jika yang cedera adalah orang yang sedang mengangkat beban, apakah dia mau menanggungnya? Jika gym sedang dalam sesi kelas, ada area khusus yang disediakan untuk kelas tersebut,” tulis Nyimas.

Penjelasan itu selanjutnya memicu berbagai respons dari netizen.

Beberapa orang menganggap pria dalam video hanya berjalan di tepi platform dan tidak melangkah ke area latihan.

“jika lomba sungguhan maka area harus bersih, kalau di gym umum tidak masalah jika diinjak, itu hanya lapisan agar ketika stick dan beban jatuh tidak langsung mengenai lantai. kemarin aku melihat utas mas2 memang di depan mbak itu meletakkan dumble sehingga wajar jika ada orang yang bolak balik mengambil dumble,” kata netizen.

Jawab Komentar Netizen

Merespons komentar tersebut, Nyimas kembali menjelaskan bahwa posisi pria itu berada sangat dekat dengan ujung beban yang sedang dia gunakan.

Ia menganggap jarak tersebut masih berpotensi membahayakan keselamatan.

“Coba lihat, posisi dia hanya 1 langkah dari ujung barbel. Jauh berbeda dengan jarak ini,” tulisnya sambil mengunggah screenshot posisi pria tersebut.

Nyimas juga merespons pihak-pihak yang menganggap posisi laki-laki tersebut masih aman.

“Yang masih bilang tidak ingin mengikuti platform, lewat samping, ruang masih banyak, ayo aku tantang kalian di situ diam saja saat ada yang melakukan lifting, snatch atau clean and jerk, bagaimana? Ayooo,” tulisnya.

Pada unggahan berikutnya, Nyimas merespons komentar yang mengatakan dia seharusnya cukup memberikan penjelasan tanpa perlu marah.

“Kakak tidak perlu marah-marah, cukup jelaskan saja karena memang berbahaya,” tulis seorang netizen.

Menanggapi komentar tersebut, Nyimas bertanya mengapa ia yang harus memberikan edukasi, sementara menurutnya setiap anggota gym seharusnya sudah memahami aturan keselamatan.

“Aku sedang ingin mengangkat beban maksimal, ya? Mengapa aku yang harus memberi tahu dia, padahal seharusnya dia sudah tahu aturan gym saat sedang dalam kelas?” jawab Nyimas.

Ia menjelaskan bahwa dirinya dan pria dalam video tersebut sama-sama merupakan anggota gym, sehingga seharusnya telah menerima penjelasan mengenai aturan keselamatan dan pembatasan area saat kelas berlangsung.

“Aku dan orang yang lewat tersebut sama-sama anggota, yang seharusnya sudah diberi pengarahan mengenai aturan keselamatan (keamanan) serta pembatasan area saat kelas berlangsung,” tulisnya.

Nyimas juga merespons komentar yang mengajukan pertanyaan mengapa area latihan tidak dijaga agar tidak ada orang lain yang melewati.

Menurutnya, pembatasan wilayah sebenarnya sudah dilakukan, namun masih ada orang yang melanggar.

“Lebih baik dibarikade saja, orang-orang suka melanggar batas, memang banyak orang yang tidak memiliki kesadaran akan ruang dan posisi di sekitarnya,” kata Nyimas.

Ia bahkan mengakui pernah menemukan seseorang yang tetap melewati batas meskipun telah dipasang sebagai tanda larangan.

Di tengah berbagai perdebatan yang sedang marak, Nyimas mengatakan bahwa viralnya kejadian tersebut telah membawa perubahan di tempat latihannya.

“Inginkan mengucapkan terima kasih kepada warga Threads karena viral hari ini akhirnya gym telah direnovasi demi keamanan semua anggota,” tulisnya.

Meski tetap mempertahankan pendiriannya mengenai kepentingan keselamatan di area latihan, Nyimas mengakui bahwa cara penyampaiannya kurang tepat.

Ia juga meminta maaf atas penggunaan kata-kata kasar yang terdokumentasi dalam video yang viral tersebut.

Saya juga mengakui bahwa seharusnya tidak mengucapkan kata-kata kasar seperti yang terlihat dalam video. Saya akan berusaha lebih baik,” tulis Nyimas.

Namun, Nyimas menekankan bahwa pesan utama yang ingin disampaikannya sejak awal berkaitan dengan keselamatan dan etika saat berada di area latihan, khususnya ketika seseorang sedang melakukan angkatan maksimal.

Baru-baru ini, diketahui bahwa akun media sosial Nyima bernama Threads dan Instagram kini telah hilang.

Informasi lengkap dan berita menarik lainnya dapat ditemukan di Kepri KPA NEWS.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Tribunbengkulu.com

Artikel Pilar Terkait