Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
Nasional

Gubernur YSK Ajak Daerah Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kunci Pembangunan Sulut

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 30, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit

Kepri KPA NEWS –Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menekankan bahwa data yang tepat menjadi dasar pokok dalam menyusun kebijakan pembangunan wilayah.

Ia menyampaikannya saat menghadiri Peluncuran Sensus Ekonomi 2026 yang diadakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa 30 Juni 2026.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi yang menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menurut Sonny, Gubernur YSK termasuk salah satu pemimpin daerah yang memberikan dukungan nyata terhadap program strategis nasional tersebut.

“Terima kasih Pak Gubernur, sosok yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan wilayah. Saya memberikan apresiasi tertinggi karena beliau adalah gubernur pertama yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ini layak menjadi teladan bagi kepala daerah lainnya,” kata Sonny.

Ia menekankan bahwa keberhasilan sensus tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif pemerintah daerah.

Oleh karena itu, dukungan yang diberikan oleh Gubernur YSK dianggap sebagai hal krusial dalam memastikan kelancaran pelaksanaan sensus ekonomi di Sulawesi Utara.

Bahkan, persiapan Sensus Ekonomi di Sulut dinilai sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional.

Selanjutnya, Sonny menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mengumpulkan data para pelaku usaha, tetapi juga menjangkau setiap keluarga melalui pendekatan door to door guna menggambarkan situasi ekonomi rumah tangga secara menyeluruh.

“Sekarang tidak hanya sensus pelaku usaha, tetapi juga sensus ekonomi keluarga. Kami ingin memahami kondisi ekonomi masyarakat secara langsung, apakah mereka bekerja, bagaimana tingkat penghasilan mereka, hingga sektor ekonomi yang menjadi sumber kehidupan mereka,” katanya.

Untuk memastikan kualitas data, BPS juga telah menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui aplikasi khusus yang memungkinkan validasi data dilakukan secara langsung mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.

Di sisi lain, Gubernur YSK menekankan bahwa pemerintah daerah memerlukan data yang akurat sebagai dasar dalam menyusun berbagai program pembangunan.

Menurutnya, pembangunan tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan asumsi, melainkan harus didasarkan pada data dan informasi yang ada di lapangan.

“Daripada pemerintah, kami sangat terbantu dengan adanya Sensus Ekonomi ini. Wilayah bekerja berdasarkan angka-angka. Bagaimana kita bisa memulai pekerjaan tanpa memiliki data? Dari data itulah kita menyusun program pembangunan ke depan, termasuk perencanaan tahun 2027 yang saat ini sedang berlangsung,” ujar Gubernur YSK.

Ia menegaskan, melalui sensus ini pemerintah akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi ekonomi masyarakat, mulai dari tingkat pengangkatan tenaga kerja, pendapatan, hingga sektor-sektor yang menjadi penggerak perekonomian wilayah.

‎YSK juga menanggapi anggapan sebagian pihak yang menilai dirinya terlalu sering menggunakan data statistik dalam mengambil kebijakan.

‎Menurutnya, angka justru merupakan “rapor” bagi pemerintah untuk mengukur keberhasilan pembangunan.

‎”Ada yang menyindir saya suka bermain angka-angka. Padahal angka itulah tolak ukur seorang gubernur membuat rencana. Sama seperti sekolah yang punya rapor, pemerintah juga harus punya rapor. Dari situ kita tahu apakah hasilnya masih merah, sedang, atau sudah baik. Itu menjadi standar untuk merencanakan pembangunan agar ke depan lebih baik lagi,” tegasnya.

‎Di akhir sambutannya, Gubernur YSK menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Ia menyampaikan, hingga saat ini pencapaian pelaksanaan baru mencapai 19,32 persen, sedangkan waktu yang tersisa sekitar delapan minggu.

“Saya memerintahkan seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan sensus ini. Kita masih memiliki waktu delapan minggu lagi. Mari kita berupaya agar target 100 persen dapat tercapai. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung keberhasilan Sensus Ekonomi Sulawesi Utara 2026,” ujar YSK.

Artikel Pilar Terkait