Ringkasan Berita:
- KDMP Tamanmartani Sleman menggabungkan unit usaha pertanian (saprotan dan pupuk subsidi) dengan layanan klinik kesehatan desa.
- Koperasi mendistribusikan lebih dari 200 ton pupuk dalam waktu 6 bulan serta memperdekat akses layanan kesehatan bagi warga yang sebelumnya harus menempuh jarak 6 km.
- Didukung dana mengalir dari LPDB Koperasi, model ini menjadi contoh nasional untuk kemandirian ekonomi dan masyarakat desa.
KPA NEWS -, JAKARTA– Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi contoh pengembangan koperasi yang menggabungkan sektor pertanian dengan layanan publik untuk masyarakat desa.
Dengan bantuan pendanaan dana bergulir LPDB Koperasi, koperasi ini tidak hanya memperkuat perekonomian anggotanya, tetapi juga menyediakan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
Sejak berdiri pada tahun 2025, KDMP Tamanmartani yang dipimpin oleh Mawardi telah memiliki 1.118 anggota dan mengembangkan beberapa unit usaha, mulai dari sarana produksi pertanian (saprotan), kebutuhan pokok, perikanan, hingga klinik kesehatan. Penggabungan berbagai layanan ini merupakan upaya koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Kami berharap koperasi menjadi jawaban untuk masyarakat. Bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam pelayanan dasar yang diperlukan warga desa,” ujar Mawardi, dalam pernyataannya, Sabtu (27/6/2026).
Di bidang pertanian, KDMP Tamanmartani bertindak sebagai distributor pupuk subsidi dengan volume sekitar 400 ton setiap tahun sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, koperasi telah mendistribusikan lebih dari 200 ton pupuk kepada kelompok tani yang berada di wilayah Tamanmartani.
Selain pupuk yang didukung subsidi, koperasi juga menyediakan benih, insektisida, serta berbagai perlengkapan produksi pertanian lainnya.
Masa depan, koperasi berencana mengembangkan sistem pertanian yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir, mencakup penyediaan alat produksi, pendampingan dalam budidaya, hingga penyerapan hasil panen petani.
“Petani kini lebih gampang memperoleh pupuk serta kebutuhan pertanian lainnya secara tepat waktu dan sesuai kebutuhan. Kami berharap koperasi dapat menjadi bagian dari jawaban untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan para petani,” ujar Mawardi.
Di sisi lain, KDMP Tamanmartani juga menyediakan layanan kesehatan melalui klinik yang telah memiliki izin operasional dari Dinas Kesehatan. Klinik ini menawarkan layanan Poli Umum, Poli Gigi, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta apotek dengan dukungan 10 tenaga kesehatan dan staf pendukung.
Menurut Mawardi, kehadiran klinik koperasi menjadi jawaban terhadap keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang sebelumnya membutuhkan perjalanan lebih dari enam kilometer untuk sampai ke puskesmas.
Saat ini, koperasi sedang menyelesaikan proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar mampu memberikan layanan kepada lebih banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pengembangan unit usaha pertanian dan layanan kesehatan ini didukung oleh pendanaan dari LPDB Koperasi. Selain memperkuat modal kerja, LPDB juga memberikan bimbingan agar koperasi dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan.
“LPDB sangat membantu kami, tidak hanya melalui pendanaan tetapi juga bimbingan dalam penguatan usaha. Dukungan ini membuat koperasi semakin percaya diri untuk memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat,” kata Mawardi.
Kepala LPDB Koperasi, Krisdianto, menganggap KDMP Tamanmartani sebagai contoh nyata bagaimana koperasi desa mampu menggabungkan kegiatan ekonomi dengan layanan sosial jika dikelola dengan baik dan mendapatkan akses pendanaan yang cukup.
Menurutnya, model bisnis yang dijalankan KDMP Tamanmartani selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai alat pembangunan ekonomi berbasis kerja sama.
“Koperasi Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya bertindak sebagai lembaga bisnis, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari sektor pertanian yang membantu petani mendapatkan alat produksi hingga layanan kesehatan yang memperdekat akses pelayanan bagi warga. Inilah wajah koperasi modern yang efisien, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Krisdianto.
Ia menegaskan bahwa LPDB Koperasi akan terus memperluas bantuan pembiayaan dan pendampingan kepada koperasi yang produktif dan mampu memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat.
“Kami berharap keberhasilan KDMP Tamanmartani bisa menjadi contoh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dana yang dikelola oleh LPDB Koperasi tidak hanya bertujuan memperkuat usaha koperasi, tetapi juga menghasilkan dampak positif terhadap perekonomian lokal, menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemandirian desa,” katanya.
Keberhasilan menggabungkan sektor pertanian, perdagangan, perikanan, dan layanan kesehatan membuat KDMP Tamanmartani menjadi contoh dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah.
Dengan dukungan dari anggota, pemerintah daerah, serta pendanaan LPDB Koperasi, model ini diharapkan mampu mendorong lahirnya koperasi desa yang tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga penyedia layanan publik yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Mulai dari membantu petani meningkatkan hasil pertanian melalui penyediaan alat produksi hingga memperluas akses layanan kesehatan bagi warga, KDMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi bukan hanya sebuah lembaga usaha, tetapi alat pembangunan desa yang nyata, inklusif, dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambah Krisdianto.
Artikel Pilar Terkait
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, masyarakat Indonesia semakin cerdas dan selektif dalam mengelola aset mereka.…
Ringkasan Berita: Ketiga pemuda tersebut juga berkomitmen untuk menghapus video yang sebelumnya diunggah ke akun media sosial karena…
Kepri News – Pernahkah Anda bertanya-tanya, ke mana perginya uang parkir yang Anda bayarkan setiap hari? Apakah uang…
BANDUNG – Akses terhadap pendanaan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi banyak perusahaan skala menengah yang tengah…
Berita KPA Kepri -, Tangerang- Ketika masa berlaku surat izin mengemudi Anda hampir berakhir, sebaiknya segera melakukan perpanjangan.…
Beredar video yang menunjukkan dua pria menghampiri seorang penjual toko tas di tepi jalan sambil membawa proposal yang…
Kepri KPA NEWS -–penurunan harga ayam dan telur kembali menghancurkan para peternak unggas di kawasan Soloraya. Sebagai wujud…
Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi maraknya konten parodi terkait Koperasi Desa Merah Putih/Kampung Nelayan…