Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
hukum

Penasehat hukum pastikan pernyataan Sarwendah soal kata Cong bukan untuk Ruben Onsu

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 7, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa istilah ‘cong’ dalam video yang viral tidak dimaksudkan untuk merendahkan Ruben Onsu.
  • Isu yang beredar di kalangan netizen muncul setelah beredarnya video live Sarwendah yang mengkritik sifat laki-laki dan menyebut besaran biaya hidup sebesar Rp200 juta yang pernah dihentikan.
  • Ruben mengakui kaget dan sangat menyesali pernyataan yang bersifat pribadi itu disampaikan di ruang publik, terlebih isu tersebut kini memicu berbagai spekulasi tidak jelas.
 

Kepri KPA NEWS –Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan pernyataan resmi untuk menangkal isu yang beredar di kalangan netizen yang menyebut kliennya merendahkan mantan suaminya, Ruben Onsu, saat melakukan siaran langsung (live) di TikTok.

Chris menegaskan bahwa tuduhan netizen yang menghubungkan istilah ‘cong’ dengan seorang pria yang lahir di Jakarta pada 15 Agustus 1983 adalah tidak benar sama sekali.

Pihak hukum mengimbau masyarakat untuk tidak memotong atau menyimpang dari isi video yang sedang viral tersebut.

“Saya menjelaskan bahwa kata Ruben tidak pernah ada,” ujar Chris dalam video yang diunggah akun Instagram @koko_hiro_chimot_real, Kamis (4/6/2026).

“Maka jangan sampai lagi dikatakan bahwa pengacara menyampaikan hal itu kepada Ruben,” lanjutnya.

Chris menambahkan, dirinya telah melakukan penelitian langsung terhadap rekaman siaran tersebut dan memastikan tidak ada tanda-tanda bahwa ucapan Sarwendah ditujukan kepada Ruben Onsu.

“Karena saya juga mempelajari dalam video tersebut tidak menyebutkan kata Ruben sama sekali,” tegas Chris.

Sebelumnya, video live dari mantan anggota Cherrybelle ini menjadi topik pembicaraan netizen.

Di dalam potongan video tersebut, Sarwendah awalnya membicarakan besaran uang nafkah yang akhirnya diketahui pernah dihentikan selama enam bulan karena kendala dalam pertemuan dengan anak-anak.

“Rp200 juta, apa sih artinya Rp200 juta,” ujar Sarwendah.

Setelah membicarakan uang tersebut, pernyataan Sarwendah kemudian beralih ke topik mengenai perbedaan sifat laki-laki, yang akhirnya memicu spekulasi dari netizen.

“Aku juga dulu tidak bisa membedakan antara ‘cong’ dan laki. Sekarang aku sudah bisa membedakannya,” kata Sarwendah dalam video tersebut.

Meskipun pihak Sarwendah telah menyangkal, Ruben Onsu sendiri mengakui kaget ketika mengetahui potongan video tersebut telah beredar di kalangan publik.

“Kalau kamu bertanya ke saya, sebenarnya saya kaget juga,” ujar Ruben saat diwawancarai oleh YouTube Nanda Persada, Senin (6/7/2026).

“Kaget karena ini diungkap ke publik. Karena di belakang dia sering mengatakan hal yang sama. Bahkan di depan anak saya juga pernah,” katanya.

Ruben sendiri menyesali mengapa hal-hal yang bersifat pribadi kini justru menjadi perdebatan di media sosial.

“Jadi aku cuma, ya ampun seharusnya biarkan itu jadi milikku sendiri saja. Kalau kamu menganggap aku seperti itu, tapi mengapa kamu melakukan hal itu? Itu saja,” ujar Ruben.

Ruben Onsu Mengklaim Tindakannya Tidak Menyediakan Nafkah untuk Anak sebagai Bentuk Protes

Pernyataan pihak Sarwendah mengenai Ruben Onsu yang tidak memberikan nafkah sejak Desember 2025 mendapatkan tanggapan dari tim kuasa hukum presenter tersebut, Minola Sebayang.

Minola mengungkapkan bukti bahwa pria dengan nama lengkap Ruben Samuel Onsu memberikan nafkah sebesar Rp200 juta.

Meski sudah memenuhi kewajiban biaya hidup, Ruben justru mengalami kesulitan dalam bertemu dengan anak-anaknya.

“Sejak bercerai, kami telah membuktikan bahwa jika kita kembali ke masa lalu saat konferensi pers saya, terbukti setiap bulan Ruben memberi Rp200 juta, sekian ratus juta termasuk uang sampah,” ujar Minola, dilansir dari YouTube Intens Investigasi, Senin (1/6/2026).

“Tetapi hal itu tidak membuat S menjalankan kewajibannya untuk menghubungkan, bahkan bagaimana caranya dia sebagai orang tua yang bijak sehingga anak-anak bisa berkumpul 2-3 hari bersama Ruben,” katanya.

Maka dari itu, Ruben Onsu berhenti memberikan nafkah kepada anaknya sejak enam bulan yang lalu.

Hal tersebut dilakukan oleh Ruben sebagai wujud kekecewaan karena tidak dapat berjumpa dengan anak-anaknya.

“Ini adalah masalah hak dan kewajiban. Ruben berpikir, kewajibanku harus terus dibayar meskipun melebihi yang seharusnya. Hakku, aku tidak mendapatkannya,” jelas Minola.

Ia juga ingin menunjukkan tindakan protesnya. Aku juga mampu tidak menjalankan tanggung jawabku. Dan ini baru dimulai sejak Desember hingga saat ini.

Baru enam bulan sudah berteriak, anaknya yang harus diberi makan, yang harus ditanggung biayanya, sudah bersikap seperti itu, dianggap sebagai pahlawan.

“Ruben yang selama bertahun-tahun menanggung biaya hidup anak-anaknya itu apa namanya? Jadi jangan coba mencari hal-hal semacam itu. Jangan kita merasa hanya enam bulan saja, kita sudah menjadi pahlawan,” katanya.

Ruben Onsu dan Sarwendah secara resmi berpisah pada 24 September 2024. Keputusan ini disetujui secara default oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(*)

Penyusunan artikel telah diatur oleh Tribunnews.com

Baca Berita Kepri KPA NEWS -Lainnya di Google News

Ikuti dan ikut serta dalam saluran Whatsapp Kepri KPA NEWS –

Artikel Pilar Terkait