Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
hukum

Taufik Hidayat Jadi Buron, Debt Collector dengan Akun TikTok Masih Aktif

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 22, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Seseorang yang diduga melakukan penyekapan YTR selama tiga tahun diketahui bekerja sebagai penagih utang.
  • Muncul pengakuan dari perempuan lain yang menyatakan pernah menjadi korban Tindakan Hukum pada tahun 2024.
  • Petugas masih mencari TH yang hingga saat ini berhasil menghindari penangkapan.

KEPRI NEWSPencarian terhadap Taufik Hidayat yang dikenal sebagai TH (30) masih belum menemukan hasil. Namun, selama proses pencarian tersebut, muncul informasi terbaru yang memperluas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukannya.

Setelah kasus pemaksaan dan penganiayaan terhadap YTR mendapat perhatian masyarakat, seorang perempuan melalui media sosial mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah mengalami kejadian serupa dengan pelaku yang sama.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh akun Instagram @adillaapril1 melalui kolom komentar sebuah unggahan yang membahas kasus TH. Ia mengakui pernah bertemu langsung dengan pria tersebut pada awal tahun 2024.

Menurut pengakuannya, ia pernah dibawa ke area Solokan Jeruk yang tidak dikenalinya. Beruntung, ia bisa kembali setelah terus-menerus meminta kepada pelaku agar diizinkan pulang.

“Saya juga salah satu korban di awal tahun 2024. Alhamdulillah saya selamat, Kak, karena saat itu saya langsung meminta pulang, bahkan pulangnya diturunkan di Indomaret Cicaheum,” tulisnya.

Perempuan itu juga menyampaikan kesan yang ia alami saat bertemu TH. Ia mengira ada tindakan aneh yang dilakukan tersangka saat berkomunikasi dengannya.

“Kalau ketemu aku seperti yang mengobati, karena bicaranya tidak jelas (balelol),” katanya lagi.

Ia mengakui pernah mengambil jalur hukum terkait kejadian yang dialaminya.

Diduga adanya korban lain juga diungkapkan oleh tim pengacara Hotman 911 saat mengunjungi rumah keluarga YTR di Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada hari Minggu (21/6/2026).

Pada kunjungan tersebut, tim hukum mengakui telah menerima data terkait kemungkinan adanya korban lain di kawasan Garut yang mengalami perlakuan serupa.

Berdasarkan data yang diterima oleh tim Hotman 911, terdapat korban lain di wilayah Garut yang mengalami perlakuan kekerasan serupa dari pelaku. Oleh karena itu, kami berharap pihak kepolisian segera bertindak cepat agar pelaku dapat segera ditangkap,” ujar Pangeran Reza Pramadia, Minggu (21/6/2026).

Tokoh TH dan Kegiatan di Media Sosialnya

Sementara statusnya sebagai pelaku yang dikejar, identitas serta kehidupan sehari-hari TH mulai terungkap.

Seorang pria berusia 30 tahun dikenal bekerja sebagai penagih utang eksternal di sebuah perusahaan pembiayaan.

Selain itu, masyarakat juga memperhatikan kegiatan media sosial yang diduga masih terkait dengan TH.

Berdasarkan pencarian di TikTok, akun dengan nama pengguna @dudajelek351 diketahui masih aktif dalam beberapa hari terakhir. Akun ini memiliki lebih dari 20 ribu pengikut dan membagikan konten tentang kehidupan pribadi hingga pemandangan alam.

Temuan ini memicu berbagai dugaan, mengingat polisi masih terus mencari keberadaan pria yang diduga menjadi tersangka utama dalam kasus pemerkosaan YTR.

Pesan Rahasia Mengungkap Penganiayaan Selama Tiga Tahun

Peristiwa yang menimpa YTR baru diketahui setelah keluarganya menerima pesan tak terduga dari seseorang yang tidak mereka kenal.

Pesan WhatsApp yang diterima pada Rabu (10/6/2026) malam itu menyampaikan bahwa YTR sedang menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat kecelakaan.

Berita tersebut segera membuat keluarga berlari ke rumah sakit.

Saat tiba di lokasi, keluarga justru menemukan keadaan YTR yang sangat berbeda dari perkiraan awal. Tubuh korban penuh dengan luka yang diduga telah dialaminya dalam waktu yang cukup lama.

“Kami langsung berangkat ke RSHS sekitar waktu isya. Setelah tiba, kami kaget. Karena banyak luka,” kata adik korban, Syahrul Ulum (26).

Keluarga akhirnya percaya bahwa orang yang membawa korban ke rumah sakit adalah TH.

Tiga Tahun Hilang, Keluarga Mengaku Ditipu

Juga terungkap bahwa kisah ini dimulai pada tahun 2023 ketika YTR bertemu dengan TH di sebuah konser musik di wilayah Tritan Point, Bandung.

Tidak lama setelah hubungan mereka berjalan, korban perlahan menghilang dari kehidupan keluarganya.

YTR yang sebelumnya rutin pulang dan berkomunikasi tiba-tiba sulit dihubungi. Keluarga sempat mendapatkan penjelasan bahwa korban telah menghentikan pekerjaannya di Bandung dan pindah ke Jakarta.

Baru-baru ini diketahui informasi tersebut diduga merupakan kisah yang sengaja diciptakan oleh pelaku guna menipu keluarga.

Selama tiga tahun, YTR diduga tinggal di bawah pengawasan ketat dan sering berpindah tempat tinggal setiap beberapa bulan.

Saat keluarga berusaha menemukan keberadaannya dengan memposting informasi orang hilang di media sosial, korban justru mengirim pesan agar unggahan tersebut dihapus. Setelahnya, keluarga menduga tindakan itu dilakukan karena korban sedang dalam tekanan.

Seluruh rangkaian kebohongan yang selama ini dipercayai oleh keluarga akhirnya hancur setelah pesan rahasia yang membawa mereka ke rumah sakit mengungkapkan fakta mengejutkan tentang keadaan YTR.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pencarian terhadap TH guna mengungkap secara menyeluruh dugaan pembiusan, penganiayaan, serta kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum diketahui.(TribunNewsmaker/TribunSumsel)

Artikel Pilar Terkait