Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
hukum

Ketua LMND Kefamenanu Jamin Proses Hukum Intimidasi terhadap Dr. Icha Pakaenoni

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 28, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit

Laporan Wartawan Kepri KPA NEWS -, Dionisius Rebon

Kepri KPA BERITA, KEFAMENANU– Edi Seran, Ketua Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kota Kefamenanu atau Ketua LMND Kefamenanu, menegaskan akan mengawal proses hukum terkait kasus kematian dr. Icha Pakaenoni yang diduga disebabkan oleh tekanan mental akibat intimidasi dari anggota DpRD TTU.

Mereka juga meminta BK DPRD TTU untuk mengadakan sidang etik terhadap tiga anggota DPRD tersebut.

“Agar masyarakat dapat dengan jelas mengetahui apa dan siapa yang menjadi penyebab Intimidasi terhadap Dokter Icha,” katanya, Minggu 28 Juni 2026.

Kejadian yang menimpa almarhum dr. Icha menjadi ancaman yang sangat memalukan bagi pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam perlindungan terhadap tenaga kesehatan.

Tindakan terhadap dugaan intimidasi oleh anggota DPRD TTU secara tidak langsung telah mengurangi reputasi Kabupaten Timor Tengah Utara di pandangan masyarakat dari luar daerah TTU.

Di sisi lain, Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu, Markolindo Balibo mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Pimpinan DPRD TTU dalam aksi 1000 sebagai wujud tanggung jawab institusi.

Mereka meminta kepada pimpinan dan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU agar mengadakan sidang etik terhadap tiga anggota DPRD TTU tersebut.

“Menurut berita yang beredar di media sosial, sebelum Dokter Icha meninggal dunia ia mengakui telah diintimidasi oleh tiga orang anggota DPRD Kabupaten TTU,” katanya.

Dengan IDI TTU, menurut Markolindo, pihaknya akan memantau penyelidikan kasus ini. Selain itu, mereka juga akan melaporkan hal ini kepada pimpinan partai agar segera mengeluarkan mereka dari keanggotaan DPRD TTU jika terbukti bersalah secara hukum.

Aksi 1000 lilin merupakan wujud tanggung jawab etis mereka sebagai mahasiswa. Di sisi lain, kejadian tersebut menunjukkan kegagalan dalam proses perekrutan anggota partai yang selama ini menjadi isu yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD TTU.

“Dan terbukti bahwa inilah keburukan DPRD Kabupaten TTU,” katanya.

Mahasiswa dan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meminta kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten TTU serta Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU untuk mengambil sikap tegas terhadap anggota DPRD TTU yang diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap Dokter Jaga RSU Leona Kefamenanu, Dokter Icha.

Pernyataan itu diungkapkan oleh orator Germas PMKRI Cabang Kefamenanu, Yohanes Niko Seran Sakan, dalam orasi aksi 1000 di depan Kantor DPRD TTU, Sabtu, 27 Juni 2026 malam.

Menurut Niko, mereka sangat kecewa dengan pimpinan DPRD TTU yang tidak ikut serta dalam aksi 1000 lilin tersebut. Dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan.

“Hari ini seorang ayah kehilangan anak perempuannya, dan seorang teman kehilangan rekan dekatnya,” katanya.

Para peserta aksi menegaskan akan mengawasi kasus ini hingga ke ranah hukum. DPC PMKRI Cabang Kefamenanu akan bekerja sama dengan PMKRI Pusat untuk memantau kasus ini sampai kepada pimpinan partai dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, tenaga kesehatan (nakes) dan aktivis mahasiswa di Kabupaten TTU mengadakan aksi 1000 lilin di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 27 Juni 2026 malam. Aktivis mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini adalah; Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu, LMND Kabupaten TTU, Gerakan Mahasiswa Malaka (GEMMA) Kefamenanu.

Mereka melakukan aksi 1000 di depan Gedung DPRD TTU sekitar pukul 18.30 WITA hingga 20.30 WITA. Aksi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dan tenaga kesehatan.

Pengawasan Kepri KPA NEWS -, mahasiswa dan tenaga kesehatan menyalakan lilin sambil berdoa di tempat tersebut. Petugas kepolisian Polres TTU terlihat mengawasi aksi ini.

Mereka juga mengendalikan lalu lintas di bundaran kilometer 9 tersebut. Aksi 1000 lilin ini berlangsung dalam suasana yang penuh haru.

Beberapa rekan Dokter Icha terlihat menangis saat membacakan doa. Aksi 1000 lilin berlangsung dengan lancar dan damai. (bbr)

Ikuti perkembangan berita Kepri KPA NEWS – di GOOGLE NEWS

Artikel Pilar Terkait