Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
tranding

IBI Kota Sorong Rayakan Ulang Tahun ke-75, Tumpuan Nol Kematian Ibu dan Bayi

Oleh Redaksi Kompasia · Juli 15, 2026 · 3 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 3 menit
Ringkasan Berita:
  • Persatuan Perawat Indonesia (PPI) Cabang Kota Sorong merayakan hari ulang tahun yang ke-75 di Gedung L Jitmau.
  • IBI berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak serta mengurangi angka stunting.
  • Ketua IBI Kota Sorong menekankan kepentingan keterampilan bidan di daerah pesisir dan kepulauan.
  • Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong berharap mencapai nol kematian ibu dan bayi melalui kerja sama.
 

Kepri KPA BERITA -, SORONG –Persatuan Perawat Indonesia (PPI) Cabang Kota Sorong merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-75 dengan mengadakan acara syukuran di Gedung L Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (14/7/2026).

Peringatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen para bidan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi ibu, bayi, anak, dan keluarga.

Ketua IBI Cabang Kota Sorong, Martha Mansawan, menyatakan bahwa usia ke-75 menjadi titik penting dalam perjalanan organisasi profesi bidan yang selama ini telah berkontribusi meningkatkan kualitas layanan kebidanan serta mendukung pembangunan kesehatan nasional.

Menurutnya, sejak berdiri pada 24 Juni 1951, IBI terus berkembang sebagai lembaga yang mengelola para bidan dengan meningkatkan kemampuan profesional, mematuhi kode etik kebidanan, melindungi anggotanya, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program kesehatan.

“Selama 75 tahun, IBI menjadi tempat yang nyaman bagi para bidan di Indonesia. Kesempatan ini perlu semakin memperkuat ikatan persaudaraan, memperdalam komitmen, serta mendorong seluruh bidan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Martha.

Ia menjelaskan bahwa IBI berperan dalam berbagai program strategis pemerintah, seperti layanan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pengurangan angka kematian ibu dan bayi, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan reproduksi, serta penguatan fasilitas kesehatan primer.

Martha menuturkan, Kota Sorong menghadapi tantangan geografis karena sebagian penduduk tinggal di kawasan pesisir dan pulau-pulau yang memiliki akses layanan kesehatan yang terbatas.

Pada situasi tersebut, bidan sering menjadi tenaga kesehatan pertama yang memberikan layanan kepada wanita hamil, ibu yang baru melahirkan, dan bayi.

Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan menjadi suatu keharusan agar kualitas layanan kesehatan terus berkembang.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat menekankan bahwa tugas bidan tidak hanya membantu dalam proses kelahiran, tetapi juga menjadi pendamping bagi perempuan, teman keluarga, pengajar masyarakat, serta pelaku utama dalam berbagai program kesehatan.

Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan kerja sama dari berbagai pihak terkait, mulai dari organisasi profesi, puskesmas, rumah sakit, kader kesehatan, Tim Penggerak PKK, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga.

Saat ini terdapat 381 perawat yang bekerja di Kota Sorong.

Mereka berada di tujuh rumah sakit pemerintah dan swasta serta 11 puskesmas guna mendukung penyebaran layanan kesehatan.

“Saya berharap seluruh bidan di Kota Sorong semakin berkualitas, lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, serta terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kami berharap ke depan tidak lagi terjadi kasus kematian ibu saat melahirkan maupun kematian bayi dan balita di Kota Sorong,” ujar Jemima.

Ia juga menekankan bahwa bidan tetap menjadi pelaku utama dalam mempercepat penurunan angka stunting serta menjalankan berbagai program kesehatan masyarakat.

Dalam tengah pesatnya kemajuan teknologi dan digitalisasi layanan kesehatan, Jemima menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kepedulian, serta ketulusan harus tetap menjadi dasar utama dalam pelayanan kebidanan.

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 IBI diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur terhadap perjalanan organisasi selama lebih dari tujuh puluh tahun.

Melalui kesempatan ini, IBI Cabang Kota Sorong berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi anggotanya serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat guna meningkatkan kualitas kesehatan di Kota Sorong.(Kepri KPA BERITA -/ismail saleh)

Artikel Pilar Terkait