Kepri KPA NEWS –BERITA TERKINI RD Kongo melawan Uzbekistan, kesalahan bek Manchester City, Wan Bissaka berhasil menggandakan hadiah penalti, skor 1-1.
Dilansir Kepri KPA NEWS -,Pertandingan RD Kongo melawan Uzbekistan dihelat di Stadion Mercedez Bez, Atalanta, Amerika Serikat, pada hari Minggu (28/6/2026).
Pada menit ke-78, Fiston Mayale berhasil melewati jebakan offside setelah tembakan rekan satu timnya diblok, dengan memanfaatkan kesalahan dari lini belakang.
Bola yang cerdas berhasil diambil oleh Fiston Mayale, sehingga Kongo mampu bangkit dan mengalahkan Uzbekistan dengan skor 2-1.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Sejak menit pertama, Uzbekistan justru berhasil memulai serangan.
Anak didik Fabio Cannavaro yang tampil tanpa tekanan memanfaatkan kecepatan kedua sisi untuk mengalahkan Kongo.
Dan memang benar, pertandingan baru berlangsung 10 menit, Kongo kemasukan oleh Uzbekistan.
Gol Uzbekistan berhasil dicetak oleh penyerang berpengalaman mereka Eldor Shomurodov.
Setelah tercipta gol, pemain RD Kongo berusaha melemahkan pertahanan Uzbekistan.
Namun sayang, Uzbekistan bermain terlalu ketat pada babak pertama.
Pemain Mbuku sempat mencetak gol di menit ke-17, tetapi gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap berada dalam posisi offside.
Sementara Uzbekistan dengan serangan balik cepatnya berhasil beberapa kali memberikan ancaman nyata.
Waktu tambahan 7 menit di babak pertama.
Skor tetap tidak berubah, Uzbekistan memimpin dengan skor 1-0 atas Republik Kongo.
Babak Kedua
Pada awal babak kedua, Uzbekistan yang mengandalkan serangan balik kembali memberikan ancaman nyata.
Gol tim mereka, Shomurodov berhasil melepaskan tendangan keras ke sudut kiri gawang Uzbekistan.
Kera, tendangannya masih sedikit melambung di atas gawang Kongo.
Pemain belakang Manchester City, Khusanov, melakukan pelanggaran keras di dalam area penalti.
Niat hati melakukan tekanan, tendangan Khusanov justru mengenai pemain Kongo.
Sanksi yang tak terhindarkan diberikan oleh wasit tanpa melalui pemantauan VAR.
Dengan tenang, Wissa berhasil membuat kiper Uzbekistan, Nematov, kaget.
Skor berubah menjadi imbang 1-1.
Pada menit ke-78, Fiston Mayale berhasil melewati jebakan offside setelah tembakan rekan satu timnya diblok, dengan memanfaatkan kesalahan dari barisan pertahanan lawan.
Bola yang cerdas berhasil direbut oleh Fiston Mayale, sehingga Kongo mampu membalikkan keadaan mengalahkan Uzbekistan dengan skor 2-1.
Susunan Pemain Kongo melawan Uzbekistan
Pelatih Sebastian Desabre mengirimkan tim terkuat RD Kongo agar dapat melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Meski berat melewati jalur klasemen sementara karena RD Kongo tertinggal 3 poin dan selisih gol yang besar.
Namun, jalur peringkat tiga terbaik masih mungkin diupayakan oleh Aaron Wan Bissaka dan rekan-rekannya untuk menciptakan sejarah.
Sementara Uzbekistan yang kalah dalam dua pertandingan pasti akan tampil lebih rileks dan tidak ingin merusak debutnya dengan catatan tiga kekalahan.
Terlebih lagi, pelatih mereka, Fabio Cannavaro memiliki reputasi yang baik saat ia bermain, yang tentu saja tidak ingin tercoreng oleh prestasi buruk para pemainnya di Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain Kongo melawan Uzbekistan
Kongo
Pelatih: Sebastian Desabre
Lionel Mpasi, Aaron Wan-Bissaka, Steve Kapuadi, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku, Mbuku, Moutoussamy, Sediki, Cipenga, Wissa dan Bakambu.
Cadangan: Timothy Fayulu, Matthieu Epolo, Dylan Batubinsika, Joris Kayembe, Steve Kapuardi, Aaron Tshibola, Charles Pickel, Gael Kakuta, Edo Kayembe, Ngal’ayel Mukau, Fiston Mayele, Meschak Elia, dan Simon Banza
Uzbekistan
Pelatih: Fabio Cannavaro
Nematov, Khusanov, Urozov, Ashurmatov, Nasrullaev, Shukurov, Mozgovoy, Alizhonov, Khammadov, Fayzullaev, dan Somurrodov
Cadangan:
Yusupov, Erghasev, Aluonov, Sayfiyev, Mozgovoy, Iskanderov, Jiyanov, Urunov, Eshmurodov, Khamadov, Amonov, Sergeev, Esanov, Ulmasaliyev, dan Urozov.
Portugal Menjadi Favorit Melaju Bukan dari RD Kongo
Portugal diunggulkan untuk menjadi juara grup K dalam Piala Dunia 2026.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang Penggemar Sepak Bola asal Karanganyar, Jawa Tengah, Tegar Aditya pada Selasa, 16 Juni 2026.
“Untuk Grup K, menurut saya tim yang memiliki kedalaman pemain lebih baik adalah Portugal,” ujar Tegar Aditya saat diwawancarai.Kepri KPA NEWS –.
Menurut Tegar Aditya, Portugal memiliki kekuatan tim yang kuat dan sukses di Eropa.
“Karena dari pemain bertahan, pemain tengah, dan juga lini depan mereka cukup bagus di tingkat Eropa,” kata Tegar.
Keunggulan ini menjadikan Portugal lebih diunggulkan dibandingkan pesaing lainnya.
Jadi lebih unggul dibandingkan Kolombia.
Selanjutnya mengenai Uzbekistan dan Republik Kongo, menurut saya yang memiliki peluang adalah Uzbekistan,” lanjutnya.
(Kepri KPA BERITA -/Adi Manggala S)
Kepri KPA NEWS –BERITA TERKINI RD Kongo melawan Uzbekistan, kesalahan bek Manchester City, Wan Bissaka berhasil menggandakan hadiah penalti, skor 1-1.
Dilansir Kepri KPA NEWS -,Pertandingan RD Kongo melawan Uzbekistan dihelat di Stadion Mercedez Bez, Atalanta, Amerika Serikat, pada hari Minggu (28/6/2026).
Pemain belakang Manchester City, Khusanov, melakukan pelanggaran keras di dalam area penalti.
Niat hati melakukan tendangan, sepakan Khusanov justru mengenai pemain Kongo.
Sanksi yang tak terhindarkan diberikan oleh wasit tanpa melihat tayangan VAR.
Dengan tenang, Wissa berhasil membuat kiper Uzbekistan, Nematov, kaget.
Skor berubah menjadi imbang 1-1.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Sejak menit pertama, Uzbekistan justru berhasil memulai serangan.
Anak didik Fabio Cannavaro yang tampil tanpa tekanan memanfaatkan kecepatan kedua sisi untuk mengalahkan Kongo.
Dan memang benar, pertandingan baru berlangsung 10 menit, Kongo kemasukan oleh Uzbekistan.
Gol Uzbekistan berhasil dicetak oleh penyerang berpengalaman mereka Eldor Shomurodov.
Setelah tercipta gol, pemain RD Kongo berusaha melemahkan pertahanan Uzbekistan.
Namun, sayangnya Uzbekistan bermain terlalu ketat pada babak pertama.
Pemain Mbuku sempat mencetak gol di menit ke-17, tetapi gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap berada dalam posisi offside.
Sementara Uzbekistan dengan serangan balik cepatnya berhasil beberapa kali memberikan ancaman nyata.
Waktu tambahan 7 menit di babak pertama.
Skor tetap tidak berubah, Uzbekistan memimpin 1-0 atas RD Kongo.
Babak Kedua
Pada awal babak kedua, Uzbekistan yang mengandalkan serangan balik kembali memberikan ancaman nyata.
Gol tim mereka, Shomurodov berhasil melepaskan tendangan keras ke sudut kiri gawang Uzbekistan.
Kera, tendangannya masih sedikit melambung di atas gawang Kongo.
Pemain belakang Manchester City, Khusanov, melakukan pelanggaran keras di dalam area penalti.
Niat hati melakukan tendangan, sepakan Khusanov justru mengenai pemain Kongo.
Sanksi yang tak terhindarkan diberikan oleh wasit tanpa melihat tayangan VAR.
Dengan tenang, Wissa berhasil membuat kiper Uzbekistan, Nematov, kaget.
Skor berubah menjadi imbang 1-1.
Susunan Pemain Kongo melawan Uzbekistan
Pelatih Sebastian Desabre mengirimkan tim terkuat RD Kongo agar dapat melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Meski berat melewati jalur klasemen sementara karena RD Kongo tertinggal 3 poin dan selisih gol yang besar.
Namun, jalur peringkat tiga terbaik masih mungkin diupayakan oleh Aaron Wan Bissaka dan rekan-rekannya untuk menciptakan sejarah.
Sementara Uzbekistan yang kalah dalam dua pertandingan pasti akan tampil lebih rileks dan tidak ingin merusak debutnya dengan catatan tiga kekalahan.
Terlebih lagi, pelatih mereka, Fabio Cannavaro memiliki reputasi yang baik saat ia bermain, yang tentu saja tidak ingin tercoreng oleh prestasi buruk para pemainnya di Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain Kongo melawan Uzbekistan
Kongo
Pelatih: Sebastian Desabre
Lionel Mpasi, Aaron Wan-Bissaka, Steve Kapuadi, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku, Mbuku, Moutoussamy, Sediki, Cipenga, Wissa dan Bakambu.
Cadangan: Timothy Fayulu, Matthieu Epolo, Dylan Batubinsika, Joris Kayembe, Steve Kapuardi, Aaron Tshibola, Charles Pickel, Gael Kakuta, Edo Kayembe, Ngal’ayel Mukau, Fiston Mayele, Meschak Elia, dan Simon Banza
Uzbekistan
Pelatih: Fabio Cannavaro
Nematov, Khusanov, Urozov, Ashurmatov, Nasrullaev, Shukurov, Mozgovoy, Alizhonov, Khammadov, Fayzullaev, dan Somurrodov
Cadangan:
Yusupov, Erghasev, Aluonov, Sayfiyev, Mozgovoy, Iskanderov, Jiyanov, Urunov, Eshmurodov, Khamadov, Amonov, Sergeev, Esanov, Ulmasaliyev, dan Urozov.
Portugal Diunggulkan Melaju Bukan RD Kongo
Portugal diunggulkan untuk menjadi juara grup K dalam Piala Dunia 2026.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang Penggemar Sepak Bola asal Karanganyar, Jawa Tengah, Tegar Aditya pada Selasa, 16 Juni 2026.
“Untuk Grup K, menurut saya tim yang memiliki kedalaman pemain lebih baik adalah Portugal,” ujar Tegar Aditya saat diwawancarai.Kepri KPA NEWS –.
Menurut Tegar Aditya, Portugal memiliki kekuatan tim yang kuat dan sukses di Eropa.
“Karena dari pemain bertahan, pemain tengah, dan juga lini depan mereka cukup bagus di tingkat Eropa,” kata Tegar.
Keunggulan ini menjadikan Portugal lebih diunggulkan dibandingkan pesaing lainnya.
Jadi lebih unggul dibandingkan Kolombia.
Selanjutnya mengenai Uzbekistan dan Republik Kongo, menurut saya yang memiliki peluang adalah Uzbekistan,” lanjutnya.
(Kepri KPA BERITA -/Adi Manggala S)
Artikel Pilar Terkait
Timnas Inggris berhasil melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui perpanjangan…
Kepri KPA NEWS -— Persebaya Surabaya secara resmi memulai persiapan menghadapi musim 2026/2027 dengan menjalani latihan pertama…
SUMEDANG BAGUS— Pemain muda Jude Bellingham menjadi pahlawan yang berhasil membawa Tim Nasional Inggris melaju ke babak semifinal…
Kepri News – Pernahkah Anda bertanya-tanya, ke mana perginya uang parkir yang Anda bayarkan setiap hari? Apakah uang…
Ringkasan Berita: Sopir bus pariwisata dari PO EP sempat menjadi target pencarian pihak Polda Lampung setelah video mengemudi…
Kepri KPA NEWS -— Persebaya Surabaya secara resmi memulai persiapan menghadapi musim 2026/2027 dengan menjalani latihan pertama…
Kepri KPA NEWS -— Veda Ega Pratama menunjukkan kemajuan yang baik sepanjang dua hari sesi Moto3 Jerman…
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, masyarakat Indonesia semakin cerdas dan selektif dalam mengelola aset mereka.…
