Jumat, 21 Agustus 2026Indonesia
kepri.kompasia.com
tanjung pinang

Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Beroperasi Kembali, Fasilitas Jalan dan Parkir Diperbaiki

Oleh Redaksi Kompasia · Juni 27, 2026 · 4 menit baca Verified Publisher
Estimasi waktu baca: 4 menit
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Bandung mempercepat perbaikan jalan, penerangan, dan area parkir menyongsong kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara.
  • Pada tahap awal bulan Juli hingga September 2026, bandara diharapkan dapat melayani sekitar 3.000 penumpang setiap hari dan direncanakan mampu menangani pesawat jet pada bulan Agustus.
  • Tindakan ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi baru dalam bidang transportasi, investasi, dan pariwisata.

Berita KPA Kepri -, BANDUNG– Tindakan nyata terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk menyempurnakan berbagai aspek fasilitas menjelang pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara.

Perbaikan fasilitas pendukung kini menjadi fokus utama untuk memastikan kelancaran lalu lintas penerbangan serta memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa penerbangan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa pihaknya sedang membangun kemitraan yang kuat dengan instansi terkait guna mempercepat pemulihan fasilitas umum di area bandara tersebut.

Fokus perbaikan saat ini meliputi peningkatan jalur akses, perbaikan sistem penerangan jalan umum (PJU), serta pengaturan kawasan parkir kendaraan.

“Bandara Husein saat ini kami fokus pada persiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung, mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum, hingga tempat parkir. Itu yang saat ini terus kami koordinasikan,” ujar Farhan, Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan estimasi awal, jumlah penumpang pada tahap pertama selama periode Juli hingga September 2026 diperkirakan mencapai 3.000 orang per hari.

Angka ini dianggap sangat cocok untuk masa transisi karena masih berada di bawah kapasitas maksimum bandara ketika beroperasi penuh.

“Kami beroperasi dengan asumsi jumlah penumpang pada tahap awal ini sekitar 3.000 orang per hari. Jadi beban kerjanya belum terlalu berat meskipun pada masa kejayaannya Bandara Husein mampu menangani 10.000 hingga 12.000 penumpang setiap hari,” katanya.

Bukan hanya soal fasilitas fisik di darat, kesiapan teknis maskapai juga menjadi perhatian serius dari Pemkot Bandung.

Farhan menargetkan armada yang berbadan lebar seperti Boeing 737-500 atau Airbus A320 dapat melayani rute perjalanan dari dan ke Bandung pada Agustus 2026, bersama dengan operasional pesawat regional yang lebih kecil dan jet pribadi.

“Harapan kami pada Agustus mendatang sudah ada pesawat jet yang beroperasi, seperti Boeing 737-500 atau Airbus A320. Itu adalah kapasitas maksimum yang direncanakan sementara pesawat yang lebih kecil maupun pesawat jet pribadi tetap dapat beroperasi,” harapnya.

Farhan percaya bahwa pemulihan aktivitas penerbangan ini akan menjadi dorongan kuat bagi perekonomian setempat. Sektor logistik, gudang, dan transportasi yang menjadi tulang punggung pendapatan daerah diperkirakan akan mengalami peningkatan kontribusi yang besar.

Sebagai kota yang menjadi pusat perdagangan, pariwisata, layanan jasa, dan pendidikan, Kota Kembang memang memerlukan sistem transportasi yang terpadu dan kuat untuk mendukung peredaran barang serta pergerakan penduduk.

“Kami berharap sektor transportasi dan gudang dapat meningkatkan perannya dalam pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Kita memerlukan penggerak ekonomi baru agar perekonomian kota tetap berkembang,” katanya.

Melalui bandara yang kembali aktif, posisi tawar Kota Bandung sebagai pusat investasi dan bisnis dianggap akan semakin kuat, sekaligus membuka peluang yang lebih besar dalam industri jasa lokal.

Menutup pernyataannya, Farhan menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak terkait yang telah bekerja sama dalam merealisasikan pemulihan fungsi bandara ini.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Gubernur Jawa Barat, jajaran TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Angkasa Pura atas komitmen dan dukungan yang luar biasa dalam mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara,” katanya.

Kertajati Segera Dikelola Kemhan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan belum ada keputusan resmi terkait kelanjutan status komersial Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang berada di Kabupaten Majalengka, karena seluruh keputusan saat ini masih dalam tanggung jawab pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Dedi, di tengah munculnya kembali status komersial Bandara Husein Sastranegara, yang memicu pertanyaan tentang masa depan Kertajati sebagai bandara komersial di Jawa Barat.

“Sampai saat ini belum ada kepastian komersial. Ya, kita hanya menunggu saja karena itu adalah keputusan dari pemerintah pusat,” kata Dedi, Jumat (26/6/2026).

Meskipun status komersial Kertajati belum ditetapkan, Dedi melihat arah kebijakan pemerintah pusat semakin kuat dalam pengelolaan bandara oleh Kementerian Pertahanan.

“Tetapi kecenderungan bahwa pengelolaannya berada di bawah Kemenhan sangat kuat, hampir mencapai 90 persen,” katanya.

Menurut Dedi, masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum proses pengambilalihan bisa dilakukan. Pembahasan tersebut meliputi status aset, utang terkait pembangunan bandara, serta dana investasi yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Yang perlu dinegosiasikan adalah bagaimana status asetnya, serta bagaimana utang yang muncul akibat pembelian aset tersebut? Masih ada utang ke Bank Jateng, jadi harus dihitung,” katanya.

Dedi menambahkan, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga perlu membahas bentuk kompensasi terhadap investasi yang telah ditanamkan selama ini di BIJB Kertajati.

“Terus bagaimana penghitungan investasi yang diberikan oleh pemerintah provinsi nanti? Selanjutnya, bagaimana bentuk kompensasi dari pemerintah pusat terhadap Provinsi Jawa Barat? Bagaimana sistem pertukarannya,” katanya.

Sebelumnya, muncul wacana bahwa Kertajati akan menjadi pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) atau perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk kawasan Asia yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan.

Artikel Pilar Terkait